Penyebab Gigi Sensitif dan Sering Sakit Gigi


Ada beberapa faktor penyebab gigi sensitif : caries atau gigi berlubang, gigi yang retak atau patah, trauma, tambalan atau enamel gigi yang aus, atau gusi yang telah tertarik dari akar gigi akibat penyakit gusi atau menyikat terlalu kuat.

Enamel atau kerap disebut email berfungsi untuk melindungi mahkota gigi, bagian yang terlihat di atas garis gusi. Akar gigi yang sehat dilapisi dengan pelindung tipis yang disebut sementum. Di bawah enamel dan sementum adalah lapisan gigi yang lebih berpori yang disebut dentin. Lapisan dentin mengandung tubulus mikroskopis atau kanal yang terhubung dengan pulp. Pulp berada di tengah gigi berisi saraf gigi dan suplai darah. Ketika makanan atau cairan bersentuhan dengan tubulus dentin, atau ada tekanan yang berlebihan pada gigi retak, maka respon nyeri dapat terpicu.

Menjaga kebersihan mulut merupakan faktor pertahanan terbaik untuk sebagian besar masalah kesehatan mulut, termasuk gigi sensitif. Gigi dan mulut yang tidak bersih akan memungkinkan bakteri untuk berkumpul pada gigi atau di sela-selanya. Jika bakteri atau plak tidak dihapus, maka akan mengeras menjadi kalkulus atau tartar, dan menyebabkan gusi sekitar gigi menjadi surut atau turun yang disebut gingiva. Dengan demikian akar gigi menjadi lebih terekspos, yang pada akhirnya gigi menjadi lebih sensitif.

Situasi lain yang dapat menyebabkan gusi turun adalah merokok, tindik oral yang dapat mengiritasi gusi, penggunaan obat tertentu, dan perubahan kadar hormon pada wanita di masa pubertas, kehamilan, atau menopause. Profesi sebagai chef mengharuskan Bara Pattiradjawane, 50 tahun, harus mencicipi berbagai varian makanan dan minuman. Tapi ketika mencicipi makanan panas dan dingin, ia terganggu karena gigi yang ngilu saat mencicipi makanan. “Ekspresi saya jadi aneh saat mencicipi. Padahal ekspresi wajah penting ketika muncul di televisi. Sangat tidak menyenangkan ketika gigi ngilu,” cerita Bara.

Ia juga sering mengadakan jamuan makan bersama teman-teman dekat dan klien. Soal ekspresi lagi-lagi jadi masalah ketika giginya terganggu karena merasa ngilu. Soal gigi sensitif memang menjadi halangan bagi sebagian orang. Survei yang dilakukan IPSOS Tracking Study pada 2013 memperlihatkan prevalensi penderita gigi sensitif di Indonesia mencapai 43 persen. Artinya, 1 dari 2 orang Indonesia masih belum bisa menikmati makanan dan minuman karena rasa ngilu di gigi.

Menurut Jehezkiel Martua, Marketing GlaxoSmithKline Oral Health Care Expert, rasa ngilu pendek dan tajam yang dirasakan para penderita gigi sensitif sering kali datang tiba-tiba dan paling sering dipicu oleh makanan atau minuman dingin, panas, manis, dan asam. “Kondisi gigi sensitif karena terbukanya dentin dalam gigi akibat email menipis dan turunnya gisu. Rasa ngilu itu muncul karena dentin mempunyai saluran-saluran sangat kecil yang langsung berhubungan dengan syaraf gigi,” kata Jehezkiel.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s