Kebun Raya Cibodas Jadi Taman Konvervasi Kantong Semar


Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat menjadi salah satu lokasi rumah konservasi kantong semar atau nephentes. Kantong semar adalah tanaman karnivora yang memiliki habitat hampir di seluruh wilayah Asia Tenggara dan Australia. Tumbuhan itu memiliki struktur unik berupa gelembung mirip tabung.

“Tabung itu adalah daun, bukan bunga. Itulah bentuk adaptasi tanaman karena habitatnya miskin nutrisi, jadi mengubah tubuhnya supaya bisa mencari makanan,” kata Muhammad Mansur, peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia saat peresmian rumah konservasi pada Jumat, 11 April 2014.

Serangga yang masuk ke kantong akan terjebak. Lapisan lilin di dinding bagian dalam semakin terkoyak ketika serangga berusaha untuk memanjat ke luar. Semakin banyak lapisan yang terkoyak, dinding semakin licin, dan serangga akhirnya terjatuh ke dasar kolam yang biasanya terisi air.

Di Indonesia, habitat kantong semar terentang dari Sumatera hingga Papua. Habitat kantong semar digolongkan dalam dataran rendah, menengah, dan tinggi. Namun beberapa spesies kantong semar dalam status terancam punah dan memiliki lokasi sebaran yang terbatas.

Pembabatan hutan, perdagangan tanaman ilegal, dan perubahan fungsi lahan menjadi permukiman atau perkebunan yang pelan-pelan menghabisi populasi kantong semar. “LIPI membangun tempat konservasi khusus kantong semar untuk mencegah kepunahan sekaligus sebagai lokasi penelitian,” kata Agus Suhatman, Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas.

Dirintis sejak 2009, tempat konservasi kantong semar Cibodas kini memiliki 48 spesies dan 47 hibrida yang berasal dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, serta Papua. Tempat konservasi dengan luas sekitar 90 meter persegi itu menjadi rumah bagi kantong semar yang terancam punah.

Spesies yang masuk daftar merah Asosiasi Internasional Konservasi Alam (IUCN), seperti Nephentes villosa, N. iowii, N. aristolochiodes, dan N. dubia, ada di antara deretan kantong semar yang ditanam di Cibodas. “Ini tempat koleksi kantong semar pertama dari seluruh kebun raya di Indonesia,” kata Agus setelah peresmian yang bertepatan dengan ulang tahun Kebun Raya Cibodas ke-162.

Menurut Mansur, kantong semar dari seluruh dunia yang sudah dikenali hingga saat ini berjumlah 139 spesies. Sebagian besar spesies ditemukan di wilayah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Kamboja. Dari seluruh spesies yang terdaftar, 64 di antaranya ada di wilayah Indonesia. “Termasuk enam spesies baru yang ditemukan dalam lima tahun terakhir,” kata Mansur.

Ketua Harian Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI), John Muhammad, mengatakan Indonesia sebenarnya merupakan surga bagi kantong semar. Namun status langka beberapa spesies kantong semar memancing eksploitasi tumbuhan tersebut. Terbukanya akses informasi melalui internet, menurut John, membuka peluang para pedagang untuk menjalin kontak langsung dengan pembeli di luar negeri. “Tempat konservasi di Cibodas ini sangat membantu usaha konservasi kantong semar,” katanya.

John mengatakan, dalam lima tahun terakhir ada spesies atau varian yang tadinya tergolong aman sudah masuk kategori kritis, bahkan terancam punah. “Masyarakat kurang paham tentang konservasi dan kantong semar juga terancam oleh pembukaan hutan.” John menambahkan, rumah konservasi Cibodas membantu penelitian dan pengembangan kantong semar Indonesia yang dinilai masih kurang. “Filipina saja dalam lima tahun dapat 10 spesies baru. Indonesia harusnya bisa lebih dari itu.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s