Nyamuk Malaria Pindah Ke Pegunungan Karena Pemanasan Global


Warga yang tinggal di pegunungan tidak boleh lagi menganggap remeh penyakit malaria. Penelitian terbaru menemukan bahwa malaria bisa terjadi di dataran tinggi, wilayah yang seharusnya dingin dan menyebabkan nyamuk tak bisa hidup. Penyakit malaria bakal kembali lagi ke dataran rendah ketika temperatur udara menurun.

“Pada tahun-tahun yang hangat, kami melihat adanya perluasan kasus malaria di dataran tinggi. Ini menunjukkan ada hubungan antara malaria dan perubahan iklim,” kata Mercedes Pascual, peneliti Universitas Michigan. Riset dengan kasus di Ethiopia dan Kolombia ini dimuat jurnal Science, 6 Maret 2014.

Malaria disebabkan parasit plasmodium yang disebarkan nyamuk anopheles. Parasit dan nyamuk itu sama-sama sensitif terhadap perubahan iklim. Saat suhu udara menghangat, parasit plasmodium dan nyamuk anopheles bisa menyebar lebih jauh (Baca: Perubahan Iklim Ancam Ekonomi Pasifik)

Kasus malaria di dataran tinggi Afrika dan Amerika Selatan juga bertambah karena populasi penduduk yang padat. Tanpa pengendalian wabah yang baik, jumlah kasus malaria akan semakin bertambah dan sulit diatasi.

Menno Bouma, peneliti dan pengajar senior di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan malaria lebih mudah menyebar di dataran tinggi. “Populasi warga di wilayah itu tidak memiliki kekebalan yang cukup sehingga lebih rentan terjangkit dan peluang terjadinya kematian lebih besar,” kata Bouma.

Diperkirakan setiap ada kenaikan suhu sebesar 1 derajat Celsius bisa memicu sekitar tiga juta kasus malaria per tahun di Ethiopia. Kondisi ini hanya bisa diatasi jika sistem pengendalian wabah penyakit bekerja dengan baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s