Robot Otomatis Untuk Membangun Konstruksi Berhasil Dibuat Ilmuwan


Manusia tidak berhenti mencari alternatif termudah dalam hidup. Salah satu golongan yang terus berkembang dan berusaha menemukan solusi tersebut adalah kaum akademisi. Dua tahun lalu, Petr Novikov, Inder Shergil, serta Anna Kulik mengawali proyek tesis mereka di Institute for Advanced Architecture of Catalonia. Mereka mengembangkan robot yang bisa mencetak benda, dinding, bahkan jembatan dengan menggunakan pasir dan tanah, serta tenaga matahari.

“Kami ingin menggunakan teknologi robotik untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara konstruksi tradisional,” ujar Petr Novikov. Ketiganya memutuskan untuk mengambil tantangan membangun di lokasi-lokasi sulit, seperti di gurun. Biasanya, lokasi semacam ini kekurangan material konstruksi dan tenaga kerja karena terik matahari.

Petr Novikov, Inder Shergil, dan Anna Kulik pun memastikan bahwa mereka menggunakan material lokal agar tidak perlu memindahkan material ke lokasi pembangunan. Cara ini juga memastikan tidka ada sampah, serta menekan biaya. Seperti dikutip dalam Fastcoexist.com, robot ini lebih baik dari Solar Sinter buatan Markus Kayser. Pasalnya, robot ini bisa menggunakan tanah.

Sementara itu, produk buatan Kayser hanya bisa menggunakan pasir dan ukurannya pun lebih besar. Selain itu, robot yang dibuat Petr Novikov dan rekannya dalam Stone Spray Project juga bisa mencetak secara horizontal. Mudah digunakan untuk membuat jembatan antara dua batu besar.

“Jika Anda lihat pada mesin cetak tiga dimensi pada umumnya, mereka bekerja dalam cara yang berbeda-beda, namun dengan prinsip serupa, yaitu membangun model dalam bagian horizontal. Ini tentu metode yang cerdas namun membawa banyak masalah dengan material penyangga. Ketika Anda ingin mencetak struktur menggantung, Anda punya masalah. Kami bisa mencetak pada permukaan apa pun, vertikal, horizontal, kasar, maupun halus,” terang Petr Novikov.

Selama penelitian, para cendekia ini berkesimpulan bahwa robot mereka bekerja maksimal dalam iklim panas dan kering. Iklim ini mampu mempercepat proses pengeringan dan pengerasan material. Perlu dua hari untuk membuat hasil cetak kuat. Karena itulah, hujan masih menjadi masalah besar. Namun, setelah mengeras, air tidak lagi menjadi masalah. Sayangnya, teknologi ini belum sempurna.

Petr Novikov beserta timnya pun tidak berniat melanjutkan pengembangannya. Hanya, Novikov menyatakan bahwa beberapa prinsip di balik mesin ini sudah menginspirasi proyek selanjutnya. “Saya masih bekerja di lapangan. Meski saya tidak akan melanjutkan proyek ini, namun saya pasti akan kembali pada ide menggunakan material ekologis,” kata Novikov.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s