Jantung Manusia Membesar dan Membulat Dalam Keadaan Tanpa Gravitasi


Berada pada kondisi gravitasi rendah membawa perubahan pada tubuh manusia. Hasil studi pada 12 astronot menunjukkan bentuk jantung mereka cenderung membulat akibat berada pada kondisi gravitasi rendah di luar angkasa dalam waktu lama. Walhasil, mereka lebih berisiko terkena masalah pada jantungnya saat kembali ke bumi.

Laporan riset yang disampaikan dalam Sesi Ilmiah Tahunan American College of Cardiology ke-63 di Washington, Amerika Serikat, menyebutkan misi luar angkasa dengan durasi 18 bulan atau lebih mempengaruhi kesehatan jantung astronot. “Jantung tidak bekerja normal di luar angkasa yang menyebabkannya banyak kehilangan massa otot,” kata James Thomas, Kepala Pencitraan Kardiovaskular dan Peneliti Utama untuk Ultrasound di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Para astronot terlatih untuk mengambil citra jantung mereka menggunakan mesin ultrasound saat berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Hasilnya, saat berada di luar angkasa, jantung para astronot terlihat membulat. Hasil ini sesuai dengan prediksi para peneliti sebelumnya yang memakai perhitungan model matematika. Laporan ini juga menjadi pembanding dengan kondisi kardiovaskular umum manusia di bumi.

Kondisi jantung bulat di luar angkasa menandakan organ itu bekerja tidak efisien. Meski demikian, efek jangka panjang perubahan bentuk itu belum diketahui. Namun kondisi jantung yang membulat itu diperkirakan hanya sementara. Bentuk jantung bakal kembali normal setelah beradaptasi dengan gravitasi bumi. “Perubahan yang kami amati pada astronot hampir mirip,” kata Thomas seperti ditulis Sciencedaily, 29 Maret 2014. “Kami yakin bisa memakai model ini untuk aplikasi kesehatan di bumi.”

Para ahli sepakat latihan yang tepat bagi astronot untuk menjaga kondisi jantungnya bisa menentukan keselamatan dan keamanan misi luar angkasa mereka. Latihan yang dikembangkan untuk astronot juga bisa dipakai pada orang yang geraknya terbatas, seperti pasien yang harus berbaring di ranjang cukup lama karena masalah jantung.

Misi luar angkasa diketahui bisa menyebabkan efek pada sistem kardiovaskular. Umumnya, ketika kembali ke bumi, astronot bisa mengalami pusing atau pingsan. Kondisi ini disebut hipotensi ortostatik, di mana tekanan darah tiba-tiba anjlok saat seseorang berdiri.

Masalah kesehatan lain seperti arrhythmia atau ritme denyut jantung tidak normal juga menghantui astronot. Bahaya radiasi yang dihadapi astronot juga memperbesar risiko timbulnya atherosclerosis atau penyumbatan pada arteri darah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s