Ilmuwan Berhasil Ciptakan Kehidupan Dengan Media Ragi


Lewat penelitian selama tujuh tahun, sebuah tim ilmuwan internasional berhasil menciptakan kromosom sintetis dari sel ragi untuk pertama kalinya. Terobosan baru ini adalah lompatan besar dari penelitian sebelumnya yang sukses membuat rantai kromosom sintetik untuk bakteri dan virus. Kini jalan para “perancang” organisme makin terbuka lebar.

Dalam studinya, para peneliti membuat molekul deoxyribonucleic acid (DNA) buatan dan menggabungkannya untuk menyusun kromosom artifisial ragi. Ragi merupakan organisme kompleks eukariotik yang memiliki nukleus dalam selnya. Tanaman, hewan, dan manusia juga tergolong organisme eukariotik karena memiliki nukleus di dalam selnya.

Keberhasilan menciptakan kromosom ragi adalah langkah besar dalam ilmu biologi sintetik. “Hal yang paling membanggakan adalah kami mampu mengubah rangkaian kromosom alami lalu menyusun seluruh rantainya dari nol,” kata kepala penelitian Jef Boeke, ahli biologi sintetik dari Langone Medical Center Universitas New York. Hasil penelitian mereka telah dimuat dalam jurnal Science, 27 Maret 2014.

Sejak 4.000 tahun lalu, manusia sudah menggunakan ragi untuk membuat minuman beralkohol. Penggunaan ragi makin luas, termasuk untuk membuat roti, bir, dan anggur. Pada era modern, jamur itu juga digunakan dalam pembuatan vaksin, obat-obatan, dan biofuel.

Boeke dan timnya memakai program khusus komputer untuk merancang kromosom III, dilabeli synIII, dari ragi. Hasil rancangan itu lalu digabungkan dengan ragi Saccharomyces cerevisiae yang biasa digunakan untuk membuat bir dan roti. Kromosom itu dipilih karena ukurannya paling kecil dari 16 kromosom ragi. Kromosom itu mengatur bagaimana sel membelah dan menerima perubahan genetik.

Boeke mengatakan kromosom yang mereka buat terlihat normal. Menurut dia, ragi yang punya DNA sintetik pada kromosom memiliki sifat yang nyaris identik dengan ragi alami. Dengan teknik yang dikenal sebagai “pengacakan”, para ilmuwan bisa memutar-balik rangkaian gen ragi layaknya tumpukan kartu. Mereka bisa membuat jutaan susunan baru dari tumpukan “kartu” genetik itu.

Walhasil, ragi bisa memiliki beragam properti dan fungsi. Peneliti bisa membuat ragi sintetik untuk memproduksi obat langka seperti artemisinin yang digunakan dalam pengobatan malaria. Vaksin hepatitis B juga bisa dibuat dengan “mengakali” rangkaian kromosom ragi. Dalam skala besar, ragi sintetik bisa dipakai membuat biofuel yang lebih efisien, seperti alkohol, butanol, atau biodiesel. “Hal ini membuat manusia bisa melakukan transisi dari ketergantungan minyak bumi,” kata Boeke.

Keberhasilan membangun kromosom eukariot, organisme yang memiliki inti sel, mendapat apreasi. “Ini adalah contoh luar biasa bahwa biologi sintetik bisa dipakai untuk menulis ulang rangkaian kromosom dalam skala besar,” kata Craig Venter dari J. Craig Venter Institute, yang sukses menciptakan bakteri sintetik pertama pada 2010. Paul Freemont dari Imperial College London mengatakan temuan ini mengubah pemahaman dalam rekayasa genom dan kromosom. “Ini adalah bukti bahwa kromosom bisa didesain ulang, disintensis, dan bekerja dalam sel hidup,” kata dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s