Google Patenkan Kedipan Mata


ita biasa berinteraksi dengan gagdet melalui ketikan. Banyak perintah yang kita atur melalui keyboard. Atau, dengan suara seperti Siri di iOS atau Google Now di Android. Google, yang Januari lalu mengumumkan lensa kontak pintar, kali ini mengajukan paten baru terkait dengan interaksi atas komputer. Interaksi ini bentuknya lewat kedipan mata (blink). Menurut aplikasi yang diajukan ke USPTO (United States Patent and Trademark Office), Sabtu pekan lalu, Google menginginkan paten user interface lewat kedipan mata.

Paten ini mengambarkan akan ada beberapa sensor di lensa kontak yang bisa mendeteksi mata penggunanya saat berkedip. Akurasi sensor ini disebut sangat luar biasa. Sensor yang ada, di antaranya, mencakup sensor cahaya, tekanan, suhu, konduktivitas, dan medan listrik.

Dengan beragam sensor tersebut, interaksi ini bisa digunakan dalam perangkat biasa atau peringat wearable gadget, seperti kaca mata Google Glass atau jam tangan Moto 360. Kedipan mata bisa diaplikasikan menggunakan setelan dengan pola kedipan tertentu. Misal, satu kedipan berarti “Ya”atau dua kali kediipan berarti “Tidak”. Belum jelas, perangkat apa yang bisa dicangkokkan interaksi kedipan ini.

Google pertengahan Januari lalu mengumumkan lensa kontak pintar. Selain itu, sejak tahun lalu, Google juga telah mengembangkan kaca mata pintar Google Glass. Dengan kedipan, kaca mata ini bisa langsung mengambil gambar. Proyek Google Glass terus dikembangkan dengan sejumlah aplikasi canggih. Perkembangan terakhir dari proyek ini, munculnya aplikasi yang memungkinkan pengguna kaca mata Google mengambil foto hanya kedipan sebelah mata. Klik.Gambar pun terekam dalam kaca mata.

Winky, itulah nama aplikasi ini. Pengembang fitur Google Glass, Mike DiGiovanni, bekerja sama perusahaan konsultasi digital, Roudarch Isobar. Dan pada Kamis, 2 Mei 2013, DiGiovanni mengumumkan aplikasi ini di Google+. Kata DiGiovanni, Winky diciptakan agar tidak menyulitkan si pemotret.

“Dengan mengedipkan mata, Anda nyaris tidak mengeluarkan tenaga.” Dia juga menambahkan, Google Glass memiliki teknologi yang dapat membedakan antara kedipan sengaja dan kedipan yang terarah.

Selain dengan kedipan, Google Glass juga mampu menjepret dengan sekali sentuhan saja. Pun hanya dengan perintah suara, “Oke kaca mata, ambil foto”. Maka, terfoto lah subyek yag diinginkan.

Google Glass memang canggih. Tapi, tidak membuat semua kalangan senang dengan kehadirannya. Seperti organisasi online Stop The Cyborgs yang menginginkan pembatasan penggunaan kaca mata sekaligus kamera. Alasannya, kepedulian privasi. “Jika teknologi ini diluncurkan, akan membuka peluang pembajakan dan tercipta aplikasi yang menakutkan,” ungkap Stop The Cbyerborgs” Orang-orang tidak lagi memiliki tanda peringatan kalau mereka tengah direkam.”

David Jacobs, Dewan Perlindungan Konsumen, Pusat Informasi Privasi Elektronik Amerika Serikat, mengatakan, Google Glass dapat menimbulkan potensi pengintaian meluas. Tapi ia yakin, pengembang Google Glass akan memberikan aplikasi peringatan terhadap orang di sekitar pengguna kaca mata itu, bila proses memotret tengah dilakukan.

DiGiovanni sendiri mengatakan bahwa Google Glass memiliki sistem peringatan. Seperti suara yang dikeluarkan Winky ketika hendak memotret. Orang-orang di sekitar pengguna Google Glass pun akan melihat cahaya lampu, dari kaca mata, setelah perekaman foto. “Kaca mata ini tidak akan menjadi hal yang menakutkan,” kata DiGiovanni. “Karena waktu memotret atau merekam video, penggunanya harus memusatkan wajah ke objek yang dituju.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s