Gua Lumpur Lava Berumur Jutaan Tahun Ditemukan Di Desa Karangreja Purbalingga


Masyarakat Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, menemukan gua berlumpur dari lava gunung berapi yang mengeras ratusan tahun silam. Gua itu berada di area persawahan bengkok kepala desa. Lokasi penemuan gua berjarak sekitar 3 kilometer dari Gua Lawa di Desa Siwarak, Karangreja. “Lubang gua sisi kiri masih dipenuhi lumpur. Kemungkinan ketebalan lumpur sekitar dua meter,” ujar Sarif Priyatno, warga setempat, saat hendak mengambil batu di tengah sawah, Jumat, 28 Februari 2014.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Purbalingga Prayitno menyatakan batuan di gua itu sama dengan batuan di Gua Lawa. “Kemungkinan di wilayah sisi timur Gunung Slamet, termasuk di wilayah Karangreja, terdapat lava yang mengeras dan di dalamnya berlubang, membentuk gua. Hal ini seperti saat ditemukan Gua Lawa pada sekitar 1970-an,” ujar Prayitno.

Dia menjelaskan, gua itu terbentuk akibat lava yang membeku. Proses ini terkait dengan proses aliran magma yang encer dan panas membara yang keluar dari kawah gunung api. Magma yang keluar dari kawah akan mengalir di permukaan, menuruni lembah sebagai aliran lava. “Tentu saja aliran lava ini masih sangat panas membara dalam suhu sekitar 1.000 derajat Celsius,” ujarnya. Ketika keluar, lava tersebut bersinggungan dengan suhu udara normal sehingga mulai membeku.

Bagian yang membeku dan mengeras lebih dulu adalah bagian permukaan, sementara bagian dalam masih bisa mengalir ke arah lereng bagian bawah. Maka, ketika seluruh bahan lava yang masih mengalir di bagian dalam keluar di lereng bawah, akan menyisakan lubang yang dibatasi oleh lapisan lava yang mengeras lebih dahulu di permukaan. “Lubang ini yang akhirnya disebut sebagai gua. Sama halnya ketika proses terjadinya Gua Lawa,” kata Prayitno.

Menurut dia, masih membutuhkan waktu panjang untuk menjadikan gua baru itu sebagai tempat wisata seperti Gua Lawa. “Tahap awal, perlu dipetakan dahulu kondisi gua itu,” kata Prayitno. Saat ditemukan pada 1970-an, Gua Lawa juga masih tertutup lumpur. Ketika itu belum terpikirkan gua bakal dijadikan obyek wisata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s