5 Juli – Hari Badak … Demi Kelestarian Badak Indonesia Yang Tinggal 51 Ekor


Ibaratnya menyelamatkan nyawa, maka pancaran SOS (save our souls) tengah diprioritaskan pemerintah, sebagaimana dinyatakan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan, Bambang W Novianto. “Pemerintah menetapkan 13 spesies hewan yang dilindungi, termasuk badak jawa dan badak sumatera. Penyelamatan badak ini menjadi prioritas,” katanya di Pandeglang, Banten, Rabu.

Dia katakan, Indonesia beruntung memiliki dua dari lima spesies badak di dunia, yakni badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), satu-satunya species badak di Asia yang bercula dua namun tubuhnya paling kecil.

Jumlah pasti kedua species badak di Indonesia ini masih belum diketahui persis, kecuali taksiran berdasarkan jejak kaki, tinggalan faeces (kotoran), pola lintasan, dan rekaman kamera jebakan. Para peneliti memperkirakan, cuma paling banyak 100 badak jawa dan 100 badak sumatera yang masih hidup di habitat asli, dengan tingkat penurunan paling drastis pada badak sumatera, yang semula diperkirakan 800 badak pada sewindu lalu.

Khusus badak bercula satu atau badak jawa, kata dia, setelah spesies ini punah di Vietnam, maka habitat alami merek kini cuma tinggal di Indonesia, yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang.Badak, kata dia, merupakan hewan yang dilindungi dan masuk dalam Apendix I IUCN. Penyelamatan badak jawa tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Indonesia, tapi juga berbagai negara di dunia.

“Angin segar terjadi pada upaya peningkatan populasi badak sumatera, karena perkembangbiakan secara semi alami yang dilaksanakan di Way Kambas, Lampung telah membuahkan hasil. “Belum lama ini lahir anak badak sumatera dari hasil perkawinan semi alami di Way Kambas, yakni melalui penangkaran,” katanya. Anak badak sumatera jantan itu diberi nama Andatu, dengan induk Ratu.

Menurut dia, perkawinan semi alami melalui penangkaran sudah lama dilakukan, tapi baru belakangan ini membuahkan hasil dengan kelahiran anak badak sumatera. Melihat keberhasilan itu, kata dia, pihak pemerintah Malaysia sudah mengajukan permintaan badak sumatera untuk dikembangbiakkan di negara itu. Di Malaysia, populasi badak sumatera tinggal lima ekor lagi.

“Kita belum bisa memenuhi permintaan itu, karena perlu pertimbangan yang matang, dan tidak bisa gegabah untuk menyerahkan hewan langka tersebut,” katanya. Terkait pelestarian badak oleh pemerintah di antaranya menetapkan 5 Juli sebagai Hari Badak.

Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Pandeglang, Jawa Barat, akan membentuk unit kesehatan badak (Rhino Health Unit/RHU) untuk menjaga dan memeriksa kesehatan badak jawa serta penyebab kematiannya. “Kita telah membentuk RHU yang anggotanya dari berbagai kalangan, termasuk dokter hewan dan masyarakat,” kata Kepala Balai TNUK Haryono di Pandeglang, Kamis.

Pembentukan RHU, kata dia, sangat penting, terutama untuk mengetahui penyebab kematian badak, memeriksa jika hewan langka itu sakit, mengantisipasi kalau ada ternak masyarakat yang tinggal di sekitar TNUK yang mengidap penyakit. RHU juga melakukan antipasi kemungkinan penyebaran penyakit dari hewan lain yang hidup di TNUK ke badak jawa.

Ia juga menyatakan, selama 2012 hingga 2013 ditemukan dua badak mati di kawasan TNUK. Badak jawa yang mati pada 2012 bernama Sudara dengan nomor identitas 009.2011, kemudian badak mati 2013 bernama Iteung ID:022.2011.

Haryono menyatakan, seluruh badak jawa yang hidup di kawasan TNUK diberi nama dan nomor identitas serta album foto hasil jepretan kamera video yang dipasang saat kegiatan pemantauan. Balai TNUK, kata dia, secara rutin melakukan monitoring badak jawa untuk mengetahui perkembangan populasi hewan yang statusnya dilindungi tersebut.

“Dari hasil monitoring yang kita lakukan selama 2013 diketahui kalau jumlah badak jawa yang hidup di kawasan TNUK 58, yakni delapan anak dan 50 badak remaja dan dewasa,” katanya. Kondisi itu, lanjut dia, sangat menggembirakan karena selama satu tahun telah terjadi penambahan tujuh ekor badak. Hasil monitoring 2012 hanya 51 badak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s