Rekayasa Sel T Dapat Sembuhkan Kanker


Penelitian di Memorial Sloan Kattering Cancer Center menunjukkan rekayasa genetik yang diterapkan pada sel T tubuh manusia dapat memaksimalkan penyembuhan kanker darah melalui proses kemoterapi. Penelitian rekayasa genetika sel T dilakukan terhadap 16 pasien kanker darah akut yang lebih banyak bergolongan darah B. Pasien-pasien ini memiliki sesuatu yang disebut Acute Lymphoblastic Leuemia (ALL). Pada pasien yang memiliki ALL, sel T tak lagi sensitif dalam menerima kemoterapi. Akibatnya, terapi yang dilakukan pada kanker menjadi tidak maksimal.

Hasil penelitian menunjukkan, 14 dari 16 pasien kanker darah mengalami peningkatan kesehatan. Secara otomatis, mereka mengalami perpanjangan masa hidup (remisi). Pasien memperoleh remisi setelah sel T mereka direkayasa, sehingga dokter yang mengobati dapat berfokus pada pemberantasan kanker.

Penelitian yang diterbitkan di Journal Science Translational Medicine ini melibatkan pasien kanker dengan umur rata-rata 50 tahun. Mereka adalah pasien yang divonis memiliki harapan hidup yang rendah atau pasien yang sudah tak lagi mampu menerima kemoterapi.

Perkiraan perpanjangan hidup yang paling lama dapat diterima pasien kanker setelah sel T mereka direkayasa adalah dua tahun. “Selain memperpajang harapan hidup, rekayasa sel T tetap membuat pasien kanker kuat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Renier Brentjes, Direktur Terapeutik di Memorial Sloan Kettering Cancer Center.

Tanpa rekayasa genetik pada sel T, hanya ada 30 persen pasien kanker darah yang dapat merespons obat -obatan kemoterapi pada tubuh mereka. Proses rekayasa genetik ini dilakukan dengan cara menghilangkan sel T yang ada di dalam kanker pasien dan menggantinya dengan protein yang disebut CD19. Akibatnya, obat-obatan kemoterapi dapat menyerang dan membasmi kanker tersebut.

Bila tetap dibiarkan tumbuh, sel T memang dapat menghalau benda asing dalam tubuh sebagai bagian dari sistem imun. Sayangnya, sel ini tidak dapat menghalau pertumbuhan sel kanker yang sangat mengganggu sel lainnya.

“Pada dasarnya, yang kami lakukan adalah mendidik ulang sel T di laboratorium dengan rekayasa genetika untuk menerima dan membunuh sel tumor,” ujar Brentjes. Dalam 15 tahun kinerja teknologi, terapi ini dikenal sebagai Reseptor Antigen Tumor Target dengan Modifikasi Sel T.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s