Air Sungai Di Bontang Mendadak Berwarna Merah Darah


2010259laut-merah-bontang-ool780x390Masyarakat Kota Bontang digemparkan dengan fenomena memerahnya warna air sungai di Tanjung laut, Bontang Selatan, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Selasa (11/2/2014). Sebagian warga ada yang ketakutan, sebagian lagi malah mengambilnya untuk dijadikan azimat. Nuryadi, salah satu warga Tanjung Laut menjelaskan, sejak pukul 08.30 Wita, warna air sungai menuju laut itu sudah berubah menjadi oranye. Semakin siang, warnanya semakin pekat atau persis seperti darah.

“Warnanya makin terlihat waktu air pasang. Banyak yang mengira air itu limbah dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di Bontang. Tapi kenapa air bisa merah semua tanpa bau, seperti tanda-tanda mau kiamat,” katanya, Selasa (11/2/2014). Lain halnya dengan Meriyati, warga Jalan Soekarno Hatta, Tanjung Laut. Dia malah berinisiatif mengambil air tersebut. Dia mengira air itu berkah dari Tuhan, sehingga dapat diabadikan atau dijadikan azimat.

“Saya mau ambil air ini untuk berjaga-jaga. Siapa tahu bisa dijadikan penangkal bala. Kapan lagi, Bontang punya air sungai yang warnanya merah,” katanya. Karena fenomena tersebut, seharian Tanjung Laut berubah seperti wisata air. Banyak warga berbondong-bondong melihat kejadian aneh tersebut. Mereka juga ada yang membawa keluarga. Hal ini juga membuat aparat kepolisian bingung. Pasalnya sebagian warga ada yang ketakutan, tetapi sisanya malah ada yang main-main di dekat sungai itu.

“Warga ada yang penasaran, tapi ada juga yang ketakutan. Awalnya (warna merah) tidak terlalu mencolok, terlihat jelas baru sore hari karena air laut pasang, sehingga warga yang kebetulan melewati jembatan, langsung berhenti karena merasa aneh dengan perubahan warna air laut yang menjadi merah pekat merata di sepanjang aliran air sungai di lokasi tersebut,” ungkap salah seorang anggota polisi yang berjaga.

Ribuan warga yang bermukim di sekitar Sungai Jembatan Kuning, Tanjung Laut, Bontang, Kalimantan Timur, heboh, Selasa (11/2/2014) sore. Sebab, air sungai yang mengalir dari Kelurahan Berbas Tengah menuju Tanjung Laut tiba-tiba menjadi berwarna merah seperti darah.

Sudarman, warga Kelurahan Berbas Tengah yang bermukim di sekitar aliran sungai, mengatakan, perubahan warna air sungai terjadi sejak pukul 14.00 Wita. Belum diketahui pasti penyebab perubahan warna air sungai tersebut. Namun, sebagian warga meyakini hal itu disebabkan oleh pembuangan limbah, berupa cat atau zat pewarna. Kepala Badan Lingkungan Hidup Bontang Agus Amir saat ditemui di lokasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab perubahan warna sungai tersebut. “Kami baru mengambil sampel, jadi belum bisa memastikan penyebabnya,” tuturnya.

Kepolisian Kota Bontang menguak misteri air sungai yang mendadak berwarna merah di Bontang. Fenomena itu ternyata berasal dari limbah perusahaan cat di Bontang. Dalam kasus ini, Kepolisian Kota Bontang mengamankan seseorang berinisial ST, yang diduga sebagai oknum yang kali pertama membuat gempar warga Kota Bontang. Menurut Wakapolres Bontang Kompol Erlan, pelaku ST diduga mencemarkan air sungai dengan limbah cat. Kini, pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan, tapi masih proses lanjutan dan pemeriksaan, apakah limbah beracun atau tidak? Pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang berdiam di lokasi sekitar menyebut bahwa air menjadi merah karena ulah orang yang tak bertanggung jawab. Biasanya, ada yang membuang sisa cat ke sungai dalam jumlah yang sangat banyak sehingga air menjadi tercemar. Lagi pula, di sekitar sungai itu, ada pabrik distributor cat.

“Di sini ada pabrik distributor cat, biasanya sering membuang cat, namun tidak sebesar ini sehingga tidak mengubah warna air. Bisa jadi akibat pencucian drum-drum dari Amerika yang dibeli pabrik distributor cat tersebut,” kata Sundarwan, salah seorang warga Tanjung Laut, Bontang.

Namun, kata Sundarwan, jika air sungai berubah warna karena limbah pencucian drum, maka tidak mungkin bisa sampai sepanjang sungai di Tanjung Laut, Bontang Selatan. “Seharusnya tidak merata, tapi ini merata. Nah, ini yang membingungkan. Entah betul fenomena alam atau limbah yang dibuang dalam jumlah cukup besar,” pungkasnya.

Di bagian lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bontang Agus Amir mengatakan, sampai saat ini BLH belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai perubahan air sungai tersebut. Namun, pihaknya akan menelusuri asal perubahan air tersebut.

“Kami masih di lokasi dan tim kami masih melakukan pengecekan. Kami belum bisa memberikan kesimpulan apakah ini fenomena alam ataukah pencemaran air limbah. Harus diselidiki dulu,” kata Amir, Selasa (11/2/2014).

Amir menjelaskan, untuk menguak misteri air merah itu, diperlukan proses yang panjang. Selanjutnya, Amir masih belum bisa memutuskan apakah air merah tersebut akan diperiksa dalam laboraturium atau tidak.

“Kami masih di lokasi. Kami masih melakukan identifikasi dan menelusuri petanya dulu, baru bisa diambil kesimpulan. Yang jelas, kami akan terus menyelidiki dari mana air merah itu bermula,” ujarnya.

One response to “Air Sungai Di Bontang Mendadak Berwarna Merah Darah

  1. Ping-balik: Laut Di Pulau Ai Kepulauan Banda Maluku Tengah Berubah Jadi Merah Darah | Informasi Tentang Dunia Teknologi Terkini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s