7 langkah Jitu Mengusir Stress Dengan Cepat


Rasa tertekan yang tingkatnya kecil pada dasarnya bisa ditangani dengan mudah. Namun, apabila berbagai pengaruh stres kecil tersebut bergabung menjadi satu dan tertanam dalam waktu lama, maka itu akan berpengaruh pada kesehatan fisik, mental, serta emosional Anda.

Bagaimanakah langkah jitu untuk mengurangi atau menghalau stres? Berikut adalah tips yang diberikan psikolog Ainy Fauziah :

1.Sediakan “Me Time” atau waktu untuk diri sendiri
Sesekali sedikit “melarikan diri” dari segala problema hidup tidak masalah. Coba deh rehat sejenak dari segala kesibukan demi mencari “me time” Anda. Ada baiknya gunakan baik-baik akhir pekan Anda untuk melakukannya.

Nikmati momen-momen ini dengan memutar beberapa lagu favorit, aroma-aroma nikmat, membaca buku atau bersantai seharian di atas tempat tidur juga diperbolehkan kok. Sebaiknya sejenak menghindari diri dari televisi, e-mail, pesan suara, mesin faksimili, hingga telepon genggam, kalau perlu. Tujuannya adalah menghindari kelebihan beban informasi yang telah didapat selama hari kerja, sebab kebanyakan informasi bisa juga menimbulkan stres di kepala.

2.Niatkan untuk selalu bahagia dalam diri Anda
Selalu pegang terus apa yang menjadi kebahagiaan di dalam diri Anda meski terkadang pada hal-hal sepele. Seperti berkegiatan berkebun, menjahit, mengamati hewan, mendaki gunung, bersepeda, melukis, menulis, menjahit, berkebun, fotografi, pokoknya yang akan selalu membuat Anda bahagia saat melakukannya.

3.Menjauhkan Perasaan Tertekan
Seminggu bekerja sering mebuat Anda merasa tertekan dengan deadline, rapat atau masalah pekerjaan yang membebani Anda. Tidak menjadi pekerjaan utama tidak masalah, tapi paling tidak hilangkan atau menjauhkan perasaan tertekan supaya bisa sedikit terangkat ketika melakukan apa yang menjadi gairah hidup Anda. Kegiatan ini penting dilakukan karena terbukti mampu meningkatkan suasana hati, menurunkan tekanan darah, hingga tidur lebih nyenyak di malam hari.

4.Menjadi Diri Sendiri
Kadang bukan hal yang salah untuk menjadi diri sendiri meski harus bersikap seperti anak kecil. Mulai sering menyanyi atau bicara sendiri, suka bermain ular tangga, atau tiba-tiba ingin ikut bermain bersama anak, lakukan dan jangan pernah ragu karena ketika menjadi anak kecil kita merasa damai dan tidak harus bersikap orang dewasa yang terbiasa mengamati masalah dengan analisa yang membingungkan.

5.Belanja atau Membeli Sesuatu yang Disukai.
Dengan berbelanja, pergi ke bioskop untuk menonton film, pergi ke salon untuk sekedar melakukan perawatan tubuh, membeli peralatan sepeda gunung, menjadipenyanyi sejenak dengan datang ke tempat karoke. Pokoknya hal-hal yang membuat Anda bahagia dan tidak membebani pikiran.

6.Berkunjung atau Berkumpul dengan Orang Tercinta.
Seringkali waktu yang panjang karena bekerja membuat Anda tidak punya waktu untuk bercengkrama atau sekedar berkumpul dengan orang lain, istri, suami, anak, orang tua, keluarga, teman dekat dan sebagainya. Dalam Islam dikenal dengan silaturahmi yang bermakna luas untuk kebahagiaan, kesejahteraan dan hal-hal yang poistif dalam kehidupan Anda.

7.Melakukan Kegiatan Sosial.
Bisa berkunjung ke panti asuhan, panti jompo, ikut kerja bakti di sekitar rumah, terlibat dalam aksi bantuan sosial atau mendatangi acara pengajian atau keagamaan. Dengan aktivitas ini melatih kembali rasa syukur kita kepada Sang Pencipta dan bahkan akan menjadi alarm bahwa ternyata ada masalah orang lain yang lebih sulit toh bisa menikmati dan tidak membebani menjadi stres. Rasa bersyukur bahwa Anda jauh lebuh beruntung dari orang lain.

Warga Jakarta yang terbiasa dengan aktivitas dan kesibukan pada waktu atau jam-jam yang padat sebaiknya berhati-hati agar tidak stres.

Psikolog Ainy Fauziah menilai stres merupakan penyakit massal warga Jakarta. “Bahkan stres masih membuntuti hingga akhir pekan. Sebaiknya sih, jangan stres di akhir pekan,“ katanya saat dihubungi, Jumat, 12 April 2013. Apabila stres masih membuntuti, Anda harus berkeras hati untuk menghalau, mengusir, dan mencari solusinya.

Ainy, yang juga berprofesi sebagai motivator ini, menjelaskan banyak faktor pemicu stres warga Jakarta. Misalnya jalanan padat merayap, polusi udara, cuaca tidak menentu, kemacetan, dan kesemrawutan. “Alhasil stres akan menjadi momok menakutkan,” ujar dia.

Banyak lagi faktor yang bisa berdampak tingginya tingkat stres seseorang. Semua bermula pada hal-hal kecil seperti lupa mematikan listrik atau air PAM, lupa memberikan uang jatah belanja istri dan uang jajan anak-anak di rumah, telepon seluler yang ketinggalan, dan masih banyak lagi.

Perasaan tertekan ini bisa ditemukan di mana saja, entah itu di rumah, di kantor, di sekolah, di pusat perbelanjaan, hingga di perjalanan. Hidup pun menjadi kurang “berbumbu” kalau tidak berhadapan dengan stres. Intinya, rasa tertekan ini bisa menyerang dalam berbagai cara.

Ini berarti, kata Ainy, Anda harus mengontrol dan menaklukkan semuanya sebelum menjadi depresi. “Apabila dibiarkan, stres bisa menjalar ke berbagai area hidup. Ingat semua penyakit serius seperti kanker, jantung, dan stroke bermula dari tingginya tingkat stres seseorang,” kata dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s