Kalbe Farma Kembali Gelar Lomba Sains Untuk Anak


Kalbe kembali menggelar Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2014. Lomba sains ini diperuntukkan bagi siswa kelas IV–VI sekolah dasar di seluruh Indonesia. Menurut Direktur Kalbe, Pre Agusta, lomba ini bertujuan memperkenalkan dunia sains kepada anak usia dini. Mereka diharapkan menjadi mampu dan terbiasa menciptakan inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan. “Sains berbasis inovasi merupakan kunci keberhasilan suatu negara untuk bersaing dengan bangsa lain,” kata Pre dalam peluncuran program ini di KALCare, Ciputra World, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Januari 2014.

Dia menjelaskan KJSA menjadi momen terbaik untuk memajukan sains di Indonesia. Tahun ini, kata Pre, adalah tahun keempat pergelaran KJSA oleh Kalbe. Dilihat dari lomba pertama yang diluncurkan pada 2011, jumlah karya yang masuk ke panitia meningkat tiga kali lipat dari tahun ke tahun. Selama ini peserta tercatat berasal dari sedikitnya 19 dari 33 provinsi di Indonesia. “Kami berharap pada 2014 jumlah karya yang masuk meningkat antara 30 dan 40 persen,” ujarnya.

Anwar Sanusi, guru IPA kelas IV SD Al-Azhar No. 13 Rawamangun, Jakarta Timur, mengatakan anak-anak Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang sains. Hal ini diperlihatkan lewat prestasi mereka menjuarai berbagai lomba sains tingkat internasional. Menurutnya, potensi itu perlu terus didorong agar prestasi makin cemerlang. “Sains yang mereka hasilkan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ketua KJSA 2014 Arief Nugroho menambahkan, peserta lomba bisa perorangan ataupun kelompok. Kelompok hanya boleh terdiri atas dua orang. “Pendaftaran dibuka mulai 28 Januari 2014 dan akan ditutup pada 31 Mei 2014. Peserta tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya.

Menurut Arief, peserta yang memiliki karya sains dapat mengirimkan karyanya kepada panitia acara. “Syaratnya, karya harus original,” ujarnya sembari mengimbuhkan peserta yang tertarik mengikuti lomba ini dapat mengunduh formulir di http://www.kalbescienceawards.com. Selanjutnya, karya sains dapat dikirim melalui pos ke Gedung Matahari, Jalan Palmerah Utara II No. 201 AA, Jakarta Barat, 11480,

Arief mengatakan ada tiga kategori yang dilombakan dalam KJSA kali ini, yaitu ilmu pengetahuan alam (IPA), teknologi terapan, dan matematika. Dewan juri akan memilih 18 finalis yang berkesempatan bertemu dengan ahli-ahli sains Indonesia. Setelah 18 finalis mempresentasikan karya mereka di depan dewan juri, sembilan pemenang yang memiliki karya terbaik berhak atas hadiah tabungan pendidikan Rp 10 juta dan bantuan sekolah Rp 10 juta. Sedangkan sembilan finalis lainnya akan mendapat satu unit laptop.

Dewan juri terdiri atas Dr. L.T. Handoko (peneliti fisika LIPI), Prof. Yohanes Surya, Ph.D. (Direktur Yayasan Surya Institute), Dr. Puspita Lisdiyanti (peneliti bioteknologi LIPI), Dr. Karnadi, M.Si (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta), dan Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si (psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia).

Ketua dewan juri KJSA 2014 L.T Handoko mengatakan kriteria penilaian diutamakan pada orisinalitas inovasi yang punya solusi scientific. “Yang penting bukan pada sainsnya, tetapi bagaimana melalui sains bisa mengembangkan pola berpikir kreatif untuk menghasilkan penemuan dan inovasi baru,” kata Handoko.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s