Setelah Gempa Kebumen Zona Selatan Menjadi Aktif dan Berpotensi Tsunami


Gempa yang mengguncang Kebumen, Jawa Tengah, kemarin bisa memicu lindu lebih dahsyat yang berpotensi tsunami. “Lokasi gempa ini daerah baru. Ribuan tahun lalu merupakan zona aktif, sudah tidur sekian lama,” kata Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika, kepada Tempo kemarin.

Dalam situasi tidur lama, menurut Suantika, ia menyimpan energi yang bisa melepaskan gempa bermagnitudo lebih besar. “Bisa aja patahan aktif itu melalui Kuningan, Cilacap, Bumiayu, dan daerah Pantai Selatan, lalu menyebabkan zona itu teraktivasi kembali,” ujarnya.

Apalagi, gempa kemarin berada di subduksi atau pertemuan dua lempeng, yakni Indo-Australia dan Eurasia. “Gempa yang terjadi di zona ini biasanya berkekuatan besar dan bisa dirasakan sampai jauh,” ujarnya.

Lindu berkekuatan 6,5 pada skala Richter kemarin berpusat di koordinat 8 derajat Lintang Selatan dan 109,2 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 80 kilometer dari permukaan dasar laut.

Pakar gempa dari Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, Danny Hilman, berpandangan sama dengan Suantika. “Dari analisis tektonik, masih ada potensi energi besar yang bisa lepas karena sudah lama belum ada gempa besar,” katanya. “Kekuatannya bisa sampai 9 skala Richter. Tapi kapan dan di mana, tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Suhardjono, menjelaskan, setelah gempa pertama pada pukul 12.14 WIB, seismograf telah mencatat ada lima hingga enam kali gempa susulan hingga sekitar pukul 16.30. Namun gempa susulan ini tak terasa karena berkekuatan di bawah 5 pada skala Richter.(baca:Mengapa Gempa Kebumen Tak Berpotensi Tsunami?)
“Kalau di mesin, terlihat. Tapi di daratan tidak terasa,” ujarnya.

Suhardjono juga mengatakan, posisi Indonesia yang berada di pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia membuat wilayah ini rentan terhadap gempa bumi. “Pertemuan lempeng itu dari barat Sumatera sampai Selat Sunda, belok kiri sampai NTT, masuk ke Laut Banda. Daerah-daerah ini yang menjadi titik-titik potensi gempa.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s