Cara Menghidupkan Kembali Motor Yang Mogok Akibat Menerjang Banjir


Bagi Anda pengguna sepeda motor wajib memahami tindakan darurat yang harus dilakukan manakala kendaraan tunggangan mogok setelah melibas genangan air. Sedangkan penyebab motor mogok di saat menerjang banjir ada tiga faktor. Ketiganya adalah busi basah karena terendam air, knalpot dan karburator kemasukan air. Semuanya mudah diatasi dan siapa pun bisa melakukannya.

Bagaimana cara tersebut? Berikut penjelasannya:

1. Keringkan dan bersihkan busi
Busi yang memiliki fungsi sebagai pemantik api yang digunakan dalam proses pembakaran di mesin sangat sensitif bila terkena air. Bila peranti itu basah, tidak akan mampu memantikan api, sehingga motor pun mogok. Karena itu, bila motor mogok setelah menerjang banjir, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek sekaligus mengeringkan dan membersihkan busi. Lepas busi dari tempatnya, dan tutup lubang busi di mesin dengan kain bersih yang kering.

Setelah itu lap busi, terutama bagian elektrodanya, dengan kain kering yang bersih. Bila telah kering kemudian gunakan sikat gigi atau ampelas halus untuk membersihkan ujung elektrota atau kepala busi. “Sebab bisa jadi ada kotoran yang menempel, sehingga menyebabkan kerja busi tidak maksimal,” begitu saran wahyu.

Sebelum busi kembali dipasang, lakukan pembuangan uap air yang mungkin ada di mesin terutama lubang busi. Caranya jangan mencabut dulu kain yang digunakan menutup lubang busi, kemudian starter motor secara manual dengan kick starter dalam kondisi kunci off. “Lakukan cara itu beberapa kali. Setelah itu pasang kembali ke busi,” kata Wahyu.

2. Kuras air di knalpot
Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah menguras atau membuang air yang mungkin masuk ke knalpot. Pasalnya keberadaan air yang masuk ke perangkat itu akan menghambat arus gas buang sisa pembakaran di mesin. Akibatnya motor mogok. Caranya, posisi motor dengan menggunakan standar tengah dan bila memungkinkan ganjal standar tersebut dengan kayu atau batu, sehingga posisi motor njomplang. Langkah ini bertujuan agar air yang ada di dalam knalpot keluar. Setelah Anda yakin air telah keluar semua, tetesilah knalpot dengan oli agar tak berkarat.

3. Keluarkan air di karburator
Faktor penyebab motor mogok sesaat setelah menerjang banjir adalah air yang masuk ke karburator. Karena itu, bila Anda telah melakukan dua langkah seperti di atas, sebaiknya memeriksa karburator sekalian. Hal itu untuk memastikan tidak ada air yang bercampur dengan bahan bakar di karburator. “Anda tak perlu repot membongkar karburator, cukup membuang air dari saluran bahan bakar dan karburator,” ujar Wahyu. Caranya, tutup kran saluran bahan bakar dari tangki ke karburator. Kemudian putar baut pembuangan di karburator ke arah berlawanan dengan arah gerak jarum jam hingga maksimal. Bahan bakar pun akan mengalir keluar. Pastikan tidak ada bahan bakar yang tersisa di karburator. Bila telah bersih, kembalikan baut pembuangan ke posisi semula dan buka kembali kran bahan bakar dari tangki ke karburator.

4. Lakukan pemanasan mesin
Bila ketiga langkah tersebut telah Anda lakukan, jangan langsung menghidupkan mesin dan menjalankan motor. Langkah pertama, lakukan starter motor secara manual dalam kondisi mesin mati atau kunci off hingga beberapa kali. Setelah itu, baru aktifkan mesin atau kunci dalam posisi on. Kemudian starter mesin, dan tunggu mesin menyala hingga 3-5 menit. “Motor pun sudah bisa kembali Anda jalankan,” ucap Wahyu. Cara seperti itu memang terlihat remeh atau sepele. “Tapi cara itulah yang harus dilakukan bila ingin motor Anda awet,” kata Wahyu.

Pemilihan Bahan Bakar : Pemilihan bahan bakar ini juga penting, apabila musim hujan tiba dan diduga akan melewati daerah rawan banjir (sebagai contoh di Jakarta, jika hujan mulai dari malam hingga subuh maka dapat dipastikan beberapa ruas jalan akan terendam air) maka tidak ada salahnya memakai bensin berkualitas prima seperti Pertamax Plus, Shell atau V-Power. Hal ini nanti akan sangat membantu bila motor sampai mogok karena menerjang banjir. Bahan bakar dengan oktan tinggi akan lebih mudah terbakar hingga nanti akan lebih mudah juga untuk menghidupkan motor.

Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati :
Bila ingin menerjang banjir (terutama bila didepan telah ada beberapa motor yang mogok karena menerjang banjir) sebaiknya dilakukan dengan keadaan mesin mati, yaitu matikan mesin motor dan sumbat knalpot hingga air tidak masuk dalam mesin setelah itu dorong (bisa minta bantuan anak-anak yang sering menawarkan jasa dorong) motor dalam keadaan mati melalui banjir. Setelah melewati banjir buka sumbat knalopt dan hidupkan kembali motornya dan lanjutkan perjalanan. Sumbat knalpot dapat dipersiapkan dari rumah berupa kayu kecil atau karet keras.

Tips lain yang mungkin bermanfaat adalah : Tips yang pertama, bongkar karburator motor, dan bersihkan dari air yang masuk kedalamnya, sebenarnya dengan mengalirkan bensin keluar melalui bagian bawah karburator tanpa membongkarnya sudah cukup, tetapi untuk lebih memastikan benar-benar bebas air lebih baik di buka saja. Tips yang kedua, jangan langsung menyalakan motor ketika keadaan motor masih basah, bersihkan dan keringkan dulu bagian kelistrikan seperti cdi, koil, busi dan sebagainya. Setelah dipastikan kering baru boleh nyalakan mesin motor. Tips yang ketiga, ganti oli motor secepatnya setelah motor terendam banjir. Hal ini untuk memastikan tidak ada air yang msauk kedalam mesin. Dan sebelum mengisi dengan oli baru usahakan oli lama benar-benar bersih alias sudah keluar semua. Tips yang keempat, bersihkan dan berilah rantai motor sesegera mungkin, agar rantai motor bebas dri karat dan lebih awet. Tips yang kelima, bersihkan rem dengan air detergent baik rem tromol atau rem cakram, karena air hujan biasanya membuat rem kurang maksimal. Akan lebih baik lagi jika sobat bongkar tromol dan bersihkan bagiannya satu per satu. Tips yang terakhir, secepatnya cuci motor dengan air bersih dan segera keringkan, agar warna motor tidak pudar dan bebas dari karat.

Khusus untuk sepeda motor yang sudah terlanjur terendam banjir, sang pemilik kendaraan perlu memperhatikan beberapa hal untuk mengembalikannya ke kondisi semula. Apabila mesin mati saat menerjang banjir, jangan langsung dihidupkan lagi. Kemungkinan air bisa jadi sudah menyusup ke dalam mesin. Akibatnya sangat beragam, namun yang pasti mesin jadi rusak. Kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ‘mengobati’ mesin sepeda motor setelah menggelepar menghadapi banjir:
1. Buka mesin, mulai dari bak oli (crank ase), bak kopling, blok silinder dan kepala silinder, hingga karburator (untuk motor bermesin non-injeksi). Sedangkan untuk motor berjenis matik pastikan komponen di balik bak CVT tidak kena air.Bila sepeda motor menyimpan air dalam mesin atau karburator, tarikan motor menjadi brebet dan bahkan mati mendadak.

2. Ada baiknya semua komponen itu direndam dalam bensin atau cairan penetral dan keringkan, agar kotoran yang menempel seperti pasir dan tanah bisa hilang sekaligus untuk menghilangkan karat.

3. Ganti oli mesin dengan yang baru. Itu wajib dilakukan karena dikhawatirkan kondisi oli sudah tercampur air.

4. Periksa sistem kelistrikan. Langkah yang harus dilakukan adalah membuka semua komponen kelistrikan sepeda motor, seperti sakelar, konektor kabel, spul, motor starter hingga fitting bohlam. Karena jika tidak segera dibuka bisa berdampak korosi yang dapat menyebabkan korsleting.

Apabila komponen listrik itu sudah dibuka, keringkan dengan dijemur atau menggunakan kompresor, jangan lupa semprotkan cairan antikarat. Terakhir pasang kembali komponen mesin dan listrik, dan lakukan pengetesan.

5. Selanjutnya mengatasi kemungkinan rem belakang (terutama yang masih menggunakan sistem rem teromol) yang mengunci pasca terendam air. Masalah rem belakang mengunci sendiri usai melewati genangan air yang cukup dalam sering terjadi.

Biasanya penyebabnya akibat permukaan kanvas rem yang basah atau lembab. Kondisi demikian menyebabkan lengket ketika menempel pada permukaan teromol. Untuk mengatasinya, usai dicuci segeralah main-mainkan rem beberapa saat sambil motor berjalan untuk mengeringkan ruangan teromol dan juga permukaan kanvas rem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s