Sampai Berapa Lama Orang Mampu Hidup Ketika Otaknya Telah Mati


Jahi McMath dari Oakland, California, dinyatakan mati otak bulan lalu setelah mengalami komplikasi yang sangat jarang dalam operasi amandel. Anggota keluarganya telah berjuang untuk menjaga putri mereka tetap hidup dengan ventilator, namun hakim memerintahkan bahwa mesin pendukung hidupnya dimatikan minggu depan.

Meskipun seseorang yang sudah dinyatakan meninggal secara medis tapi masih hidup secara legal ini bertahan, sampai berapa lama otaknya tetap berfungsi?

Seseorang dianggap mati otak ketika ia tidak lagi memiliki aktivitas saraf di otak atau batang otak yang berarti tidak ada impuls listrik yang dikirim di antara sel-sel otak. Dokter melakukan sejumlah tes untuk menentukan apakah seseorang mengalami kematian otak, salah satunya memeriksa apakah individu dapat memulai bernapas sendiri. “Ini adalah refleks yang sangat primitif yang dilakukan oleh batang otak,” kata Dr Diana Greene-Chandos, asisten profesor bedah saraf dan neurologi di Ohio State University Wexner Medical Center.

Di Amerika Serikat dan banyak negara lain, seseorang secara hukum dinyatakan meninggal jika dia secara permanen kehilangan semua aktivitas otak, alias mengalami kematian otak, atau seluruh pernapasan dan fungsi peredaran darah terhenti. Namun, sistem listrik intrinsik jantung dapat menjaga organ tetap berfungsi untuk waktu yang singkat setelah seseorang mati otak.

Pada kenyataannya, jantung bahkan bisa tetap bekerja kendati berada di luar tubuh, kata Greene-Chandos. “Namun tanpa ventilator untuk menjaga darah dan oksigen beredar, fungsi ini akan berhenti dengan sangat cepat, biasanya dalam waktu kurang dari satu jam,” katanya.

Dengan hanya mengandalkan ventilator, beberapa proses biologis – termasuk ginjal dan fungsi lambung – dapat terus bekerja selama sekitar satu minggu. “Dengan alasan ini bisa dimengerti mengapa rambut dan kuku bisa tumbuh setelah seseorang dinyatakan mati,” kata Greene-Chandos.

Kenneth Goodman, direktur Program Bioetika di Universitas Miami, menekankan bahwa fungsi tersebut tidak berarti orang tersebut masih hidup. “Jika otak Anda mati, maka Anda juga mati,” katanya. Dengan teknologi, kata Goodman, dokter bisa membuat tubuh melakukan beberapa hal.

Namun tanpa otak, katanya, tubuh tidak mengeluarkan hormon penting yang dibutuhkan untuk menjaga proses biologis – termasuk lambung, ginjal, dan fungsi kekebalan tubuh – dalam waktu lebih dari seminggu. Misalnya, hormon tiroid yang penting untuk mengatur metabolisme tubuh dan vasopressin diperlukan oleh ginjal untuk menahan air.

Tekanan darah normal, yang juga penting untuk fungsi tubuh, sering tidak dapat dipertahankan tanpa obat tekanan darah pada orang yang mati otak, kata Greene-Chandos.
Orang mati otak juga tidak dapat mempertahankan suhu tubuh sendiri, sehingga tubuh tetap hangat dengan selimut, suhu ruangan yang tinggi, dan kadang-kadang, cairan infus.

Tubuh orang mati otak biasanya tidak akan bertahan lama, kata Greene-Chandos. Dokter kadang-kadang memberikan dukungan — dalam bentuk ventilator, hormon, cairan, dan sejenisnya — untuk beberapa hari jika organ akan digunakan untuk donasi, atau jika keluarga membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.

“Jika semua kriteria untuk kematian otak terpenuh, maka cukup jelas bahwa tak ada lagi yang tersisa, dan hidupnya sepenuhnya tergantung alat,” kata Greene-Chandos.

Sangat sedikit penelitian tentang berapa lama tubuh orang yang mati otak dapat dipertahankan. Pembahasan kematian otak kerakhir adalah pada 1950-an di Perancis, dimana dalam sebuah penelitian enam pasien yang mati otak dibiarkan terus “hidup” selama antara dua dan 26 hari tanpa aliran darah ke otak. Penelitian ini menghasilkan gagasan bahwa “mungkin ada kematian kedua bagi pasien yang secara medis sudah dinyatakan mati,” kata Greene-Chandos. Sebelumnya, seseorang dianggap mati hanya ketika detak jantung dan napas mereka berhenti.

Hari ini, dengan ventilator, augmentasi tekanan darah dan hormon, tubuh orang mati otak bisa bertahan — secara teori — untuk waktu yang lebih lama, mungkin tanpa batas waktu, kata Greene-Chandos. Hanya saja, faktor-faktor lain juga harus diperhatikan, karena seorang yang mati otak beresiko tinggi terkena infeksi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s