Rahasia Warna Biru Bunga Petunia Langka Berhasil Dipecahkan Ilmuwan


Bunga petunia pada umumnya berwarna merah atau violet. Sejak awal abad ke-19, para peneliti dipusingkan dengan misteri bunga petunia berwarna biru yang jarang sekali ada. Penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Cell Reports edisi 2 Januari 2014 berhasill mengungkap rahasia kelopak biru petunia.

Bunga berwarna biru, termasuk petunia, memang tidak lazim dilihat di alam. “Sudah lama bunga berwarna biru seperti menyimpan teka-teki, bahkan mawar biru kerap muncul dalam berbagai mitos, legenda, hingga pertunjukan opera,” kata Francesca Quattrocchio, peneliti dari VU-University di Amsterdam, Jumat, 3 Januari 2014.

Pada era 1910-an, peneliti menulis warna biru petunia disebabkan menurunkan tingkat keasaman pada cell sap–cairan yang ada pada sel bunga. Cairan ini merupakan gabungan dari air, asam amino, glukosa, dan garam.

Penelitian lain menyebutkan kelainan warna biru pada petunia berkaitan dengan kelainan metalloanthocyanin–senyawa kimia yang memberikan warna pada kelopak. “Pendapat itu memang ada benarnya,” kata Quattrocchio. (Baca: Raflesia Merah-Putih Ditemukan di Riau)

Meski banyak dugaan muncul sebelumnya, tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana petunia bisa berubah menjadi biru. Bunga dari keluarga Solanaceae ini rupanya mendapat warna uniknya karena ada penyimpangan molekuler dalam sistem yang mengatur tingkat keasaman dalam sel tanaman.

Ada semacam pompa sel dalam sistem yang menyalurkan tingkat keasaman. Setiap sel tanaman memiliki sistem “pompa sel” ini, namun tidak pernah dikenal oleh para peneliti sebelumnya.

Pada tumbuhan, sel mengangkut material proton ke seluruh membran dengan bantuan pompa kecil itu. Pompa itu juga membantu mereka mengatur tingkat keasaman. Ketika pompa itu gagal atau tidak bekerja dengan normal, seperti yang terjadi pada petunia biru, kelopak bunga tidak bisa menyalurkan asam ke bilik-bilik khusus di dalam sel mereka. Alih-alih berwarna merah atau violet, kelopak petunia malah berubah jadi biru.

Pada sel memang ada perbedaan tingkat keasaman (pH) di dalam dan luar bilik intraseluler atau vacuole. Warna kelopak bunga menunjukkan seberapa jauh gradasi level keasaman. Perbedaan tingkat keasaman pada petunia biru dan merah bisa dihubungkan dengan adanya penyimpangan gen pH. Penyimpangan gen pH ini membuat asam tidak mengalir ke kelopak.

Quattrocchio dan rekannya menyebutkan gen-gen itu berperan penting pada tanaman lain. Gen tersebut kemungkinan juga ada di luar kelopak. Tanaman tembakau, yang masih bersaudara dengan petunia dan tomat, menunjukkan keberadaan gen itu di batang, kuncup, dan akar. Namun fungsinya di sana masih menjadi misteri.

Meski warna biru pada petunia unik, hal itu ternyata tidak dianggap menarik oleh serangga. Para peneliti menyebut serangga seperti lebah lebih tertarik pada warna mencolok dan cerah, seperti merah dan violet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s