Pemakai Penguat Sinyal dan Repeater Akan Dipenjara 6 Tahun


Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, penggunaan dan penjualan repeater atau penguat sinyal telepon seluler harus mendapatkan izin dan sertifikasi pemerintah.

Tifatul mengancam pedagang dan pengguna repeater ilegal dengan sanksi penjara paling lama 6 tahun. “Dan denda paling banyak Rp 600 juta,” kata dia dalam acara penandatanganan kampanye antikorupsi di kantornya, Senin, 23 Desember 2013.

Tifatul mengatakan, sepanjang 2013, lembaganya telah melakukan penertiban perangkat telekomunikasi berskala nasional. Menurut catatan Kementerian, hingga Oktober 2013 ada ribuan telepon seluler yang terganggu akibat penggunaan repeater ilegal. Untuk menekan penggunaan perangkat tersebut, pemerintah mengenakan sanksi sesuai Pasal 38 Undang-Undang Telekomunikasi.

Juru bicara Kementerian Komunikasi, Gatot Dewa Broto, mengatakan telah menerima keluhan dari operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, XL Axiata, Telkom, Indosat, dan Smart Telecom. Mereka mengeluhkan gangguan akibat repeater di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Surakarta, Medan, dan Denpasar.

Gatot mengimbau kepada pemilik, pedagang, dan pengguna repeater ilegal untuk tidak menggunakan perangkat tersebut. Sebab, hal itu akan menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnet terhadap jaringan telekomunikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s