Daftar Kandungan Gizi Pada Daging Kambing dan Sapi


Hidangan daging kambing dan sapi akan menghiasi meja makan kebanyakan di Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Bagi mereka yang memiliki penyakit atau menjaga makanan, mengetahui isi kandungan makanan adalah hal penting. Termasuk juga mengetahui isi kandungan daging.

Menurut situs pengawas makanan US, USDA dan nutrition Senin 14 Oktober 2013 daging sapi adalah sumber protein yang baik. Sumber zat besi, vitamin B12, Selenium dan rendah sodium. Jeleknya, daging ini banyak mengandung kolesterol dan lemak trans yang buruk bagi kesehatan.

Secara umum kandungan zat gizi dalam 100 gram sajian daging sapi mengandung protein 27 gram, tapi total kandungan lemak 30 gram. Kandungan proteinnya 14 gram dan kalorinya 332 kkal. Sedang kandungan karbohidratnya nol. Kolesterolnya 78 mg.

Sedangkan daging kambing merupakan sumber protein yang lebih baik. Sumber zat besi, vitamin B12, fosfor dan selenium. Namun sama seperti daging sapi, daging kambing tinggi kandungan kolesterolnya. Dalam tiap sajian 100 gram daging kambing mengandung 143 kkal kalori dan protein 27 gram. Kandungan karbohidratnya nol. Kandungan lemaknya lumayan rendah, hanya 3 gram. Kolesterolnya 75 mg.

Banyak orang merayakan Idul Adha dengan membuat makanan yang terbuat dari daging kambing seperti sate dan gulai. Tapi hati-hati, terlalu banyak mengonsumsi daging kambing justru akan mengacaukan. “Dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Nanti kalau sembelit susah buang air besar dan berdarah, maka akan mengakibatkan ambeien,” kata dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP seperti ditulis Senin (14/10/2013).

Jika orang yang bersangkutan mempunyai penyakit GERD, penyakit di mana asam atau isi lambung berbalik arah ke esophagus lalu ke tenggorokan maka kemungkinan GERDnya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan GERD. Selain sembelit dan memperparah GERD, daging kambing juga mengingatkan bahwa konsumsi berlebih daging kambing bisa menimbulkan efek jangka panjang yaitu meningkatnya kadar lemak dan kolesterol darah. Daging kambing seperti daging merah lainnya yang berkadar lemak tinggi kecuali memakan yang bebas lemak karena lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh ini banyak mengandung lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita. Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani yang dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Banyak makanan yang dipercaya masyarakat bisa meningkatkan gairah seksual seseorang, salah satunya torpedo atau testis kambing. Selain torpedo, mengolah daging kambing dengan menjadikannya sate setengah matang pun dipercaya bisa meningkatkan gairah seksual, benarkah?

Hal ini tidak sepenuhnya benar dan hanya mitos karena pengaruh sugesti saja, sebab meningkatnya gairah seksual tidak semata-mata disebabkan hanya dengan mengonsumsi makanan saja. Memang testis kambing banyak mengandung testosteron kambing untuk meningkatkan gairah seksual kambing. Tapi kan meningkatnya gairah seksual manusia bisa karena faktor psikis dan kondisi lainnya.

Bisa saja kan tanpa makan torpedo itu orang sudah meningkat gairah seksualnya atau sebaliknya sudah makan torpedo tapi karena beberapa hal, dia tidak bergairah. Apalagi ketika torpedo di masak, kadar hormon testosteronnya pun akan berkurang. Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak ada hubungannya dengan makanan kecuali pengaruh sugesti. Dan lagi pula itu testoteron kambing yang hanya cocok untuk kambing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s