Tehnik Membuat Wanita Cepat Orgasme dan Berulang Ulang


Bukan rahasia lagi jika laki-laki lebih sering dan mudah mencapai orgasme dibanding perempuan. Meski demikian, orgasme yang dialami kaum adam relatif lebih singkat, hanya 5 detik. Sedangkan kaum hawa bisa merasakan kepuasan tersebut hingga 40 detik.

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes, pakar rehabilitasi seksual lulusan Universitas Indonesia, durasi setiap orang dalam mengalami orgasme sebenarnya berbeda-beda, sama halnya dengan tanda-tanda orgasme yang berbeda pada setiap orang. “Bergantung pada tubuhnya masing-masing. Bisa jadi orgasmenya terjadi dalam hitungan detik, bisa juga dalam hitungan menit. Pada laki-laki normal, biasanya ia memang butuh waktu agak lama untuk bisa kembali ke fase awal,” terang dokter yang akrab dipanggil dr Ferry ini kepada detikHealth seperti ditulis pada Rabu (18/9/2013).

Memang, perempuan umumnya cepat sekali kembali mengalami orgasme menyusul multi orgasme awal ketimbang laki-laki. Dengan kata lain, perempuan cenderung lebih mudah mengalami orgasme berulang kali. Namun hal ini cukup ironis jika melihat fakta bahwa perempuan lebih lama atau sulit mencapai orgasme pertamanya.

“Pada dasarnya perempuan tidak hanya perlu pendekatan fisik, tetapi juga tehnik foreply yang baik dan pendekatan secara emosional. Tidak seperti laki-laki yang mudah terangsang dan mencapai orgasme, perempuan butuh waktu lebih untuk benar-benar merasa nyaman dulu,” kata seksolog, dr Andri Wanananda, MS.

Lebih jauh lagi, dr Andri yang merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta ini menerangkan bahwa untuk membuat seorang perempuan cepat mencapai orgasme, caranya relatif berbeda. Ada perempuan yang terangsang jika disentuh di area leher, namun ada juga yang lebih sensitif payudaranya.

“Namun memang paling banyak (lebih sensitifnya) di area klitoris,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi dari Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya menegaskan bahwa komunikasi amat penting agar istri bisa lebih cepat mencapai orgasme. Hal lain yang tak kalah penting adalah foreplay.

“Kuncinya komunikasi, saling bicara dengan pasangan apa yang bisa dilakukan untuk membantu agar bisa mencapai orgasme. Kalau keduanya selalu menutup-nutupi, akan semakin sulit dicapai. Itu sebabnya foreplay selalu dikatakan penting, pada fase ini perempuan biasanya harus bisa dirangsang dengan baik untuk bisa mencapai orgasme,” ucap dr Johannes.

Dr Johannes juga menyayangkan laki-laki yang seringkali terlalu terburu-buru, sehingga melewatkan fase foreplay. Yang terjadi kemudian adalah pasangannya tidak mendapat rangsangan dengan baik dan pada akhirnya malah tidak mengalami orgasme sama sekali.

Pada laki-laki, banyak orang menganggap bahwa ejakulasi merupakan bentuk orgasme, padahal itu keliru. Maka apa yang disebut klimaks pun lantas salah kaprah disebut sebagai orgasme. Sebenarnya puncak pengalaman bercinta ini memiliki ciri khasnya sendiri. Apa saja itu?

“Setiap orang memiliki tanda orgasme yang berbeda-beda. Pada perempuan umumnya justru tidak terlalu terlihat dan lebih sulit untuk menentukannya,” kata dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes, pakar rehabilitasi seksual lulusan Universitas Indonesia.

Secara garis besar, dr Ferry menuturkan bahwa ada beberapa tanda orang yang mengalami orgasme. Pertama, beberapa saat sebelum orgasme, tubuh akan mengejang sehingga semua otot terasa kaku dan berkontraksi. Kedua, semua otot tersebut akan mengalami relaksasi, yaitu saat terjadinya puncak orgasme.

“Bisa dikatakan saat orgasme, orang tersebut akan ‘lupa segalanya’ dan untuk sementara beberapa fungsi organ di tubuhnya berhenti,” ucap dr yang akrab disapa Ferry ini kepada detikHealth seperti ditulis pada Rabu (18/9/2013).

dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, spesialis andrologi dari RS Fatmawati, mengamini pernyataan dr Ferry. Dalam perbincangan dengan detikHealth, dia menjelaskan bahwa tanda-tanda orgasme pada umumnya adalah adanya kontraksi pada seluruh otot polos di tubuh, sehingga terlihat seperti kejang.

“Beberapa pembuluh darah di tubuh orang tersebut juga akan mengalir lebih banyak sehingga kadang tubuh maupun wajahnya akan terlihat memerah,” ucap dr Nugroho.

Sementara itu, dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi dari Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya menambahkan bahwa saat mengalami orgasme, terjadi beberapa perubahan pada sistem pernapasan, sistem pembuluh darah, dan sistem jantung.

“Selain perubahan pada otot di organ genital, organ dan kulit lain juga mengalami perubahan, seperti peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, peningkatan frekuensi napas, dan pembuluh darah melebar sehingga kulit akan terlihat memerah,” terangnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s