Untuk Hindari Virus Korona Calon Haji Diharapkan Vaksin Influenza dan Pneumonia


Ibadah haji tahun ini diwarnai dengan kewaspadaan infeksi virus korona baru. Virus yang menyerupai flu babi ini sudah mulai muncul di Arab Saudi sejak September tahun lalu dan hingga kini belum ditemukan obatnya.

Penyakit yang memiliki risiko kematian 50 persen ini menyerang pernapasan manusia. Gejala yang muncul dari infeksi ini adalah demam, sesak napas, dan penumpukan cairan di saluran pernapasan.

Menyadari risikonya, pemerintah Arab Saudi meminta kepada pemerintan negara asal jamaah haji untuk mendapat vaksin influenza dan pneumonia disamping vaksinasi meningitis yang sudah disyaratkan sebelumnya. Namun Kementerian Kesehatan RI merasa keberatan.

“Untuk vaksinasi meningitis saja sebenarnya kami sudah menggunakan APBN. Jika harus diminta melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia, kami merasa keberatan. Maka kami himbau kepada jamaah haji untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia sendiri,” kata dr Fidiansyah, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI.

Dalam acara jumpa pers yang digelar di gedung Kementerian Kesehatan Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/8/2013), Fidiansyah menjelaskan bahwa alasan pemerintah Arab Saudi mengeluarkan anjuran tersebut lantaran New Corona Virus menyerang saluran pernapasan yang lemah.

Virus diketahui dapat menyerang apabila kondisi ketahanan tubuh sedang lemah. Dengan adanya penyakit influenza dan pneumonia, maka daya tahan seseorang akan menurun dan membuatnya rentan terserang virus, termasuk virus baru yang mematikan ini.

“Sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara influenza dan pneumonia terkait dengan virus corona. Hanya saja kedua penyakit ini akan membuat tubuh lebih rentan. Namun yang perlu digarisbawahi, vaksinasi influenza dan pneumonia juga belum sepenuhnya ampuh,” terang Fidiansyah.

Pasalnya, Fidiansyah menerangkan, vaksin influenza yang ada saat ini hanya diciptakan untuk jenis virus flu tertentu yang dianggap paling umum dan berbahaya. Padahal virus influenza selalu berkembang dan memiliki banyak jenis. Jadi jangan heran jika ada orang yang masih terkena flu walau sudah mendapat vaksinasi.

Hal yang serupa juga berlaku pada pneumonia, yaitu untuk mengatasi virus penyebab radang paru-paru. Vaksin ini tidak akan mampu menghalau penyakit seperti asma atau gangguan paru-paru lainnya. Oleh karena itu, Kemenkes menekankan pada aspek promotif dan preventif.

“Jadi sistemnya jemput bola. Ada petugas kami yang terdiri dari seorang dokter dan 2 perawat tiap hari mengunjungi kamar jamaah untuk memeriksa kesehatannya. Bisa malam hari sehabis sholat atau sebelum subuh,” jelas Fidiansyah.

Sampai sejauh ini, sudah ada 24 kasus infeksi New Corona Virus yang dikonfirmasi oleh WHO dengan 16 di antaranya meninggal dunia. Pemerintah Arab Saudi juga mengkonfirmasi ada 7 kasus infeksi baru di rumah sakit bagian timur negara tersebut dengan 5 orang meninggal dunia dan 2 orang berada dalam kondisi kritis.

Untuk mencegah penularannya masuk ke Indonesia, Kemenkes berencana menaruh thermal scanner untuk menyeleksi jamaah haji sepulang dari tanah air. Mereka yang bersuhu badan di atas 36 derajat Celcius akan diperiksa kondisinya terkait dengan kemungkinan risiko infeksi.

“Sebab orang demam bukan berarti kena infeksi virus. Bisa juga karena sebab lain,” terang Fidiansyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s