Arsip Kategori: War Machine

Spesifikasi Pesawat Intai Tanpa Awak Angkatan Bersenjata Singapura Yang Akan Digunakan Mengintai Indonesia

Perkembangan teknologi pembuatan pesawat intai nirawak (unmanned aerial vehicle) yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel memicu Singapura mengembangkan teknologi serupa. Melalui perusahaan Singapore Technologies Engineering, Singapura, mengembangkan tiga tipe pesawat intai nirawak: Fan Tail, Skyblade III, dan Skyblade IV.

Tipe pertama adalah Fan Tail, yakni pesawat intai mini yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal serta terbang dalam cuaca berangin. Pesawat ini sangat ideal untuk aplikasi pengawasan di daerah perkotaan. Kemampuannya terbang secara vertikal dan bergerak horizontal meningkatkan fleksibilitas pesawat ini.

Fan Tail tidak hanya digunakan untuk keperluan sipil, tapi juga untuk misi pengintaian militer, pengawasan daerah perbatasan, peringatan dini terhadap ancaman militer, dan mengukur tingkat kerusakan pascaperang. Pesawat berbentuk kapsul vertikal setinggi 115 sentimeter dengan bagian tengah menggembung ini memiliki tiga “kaki” sebagai penyangga. Bobotnya 6,5 kilogram dan mampu terbang selama 30 menit dengan jangkauan jarak sejauh 8 kilometer.

Pesawat intai tipe kedua adalah Skyblade III dengan badan berbentuk mirip capung sepanjang 1,4 meter dan bentang sayap 2,6 meter. Pesawat berbobot maksimum 5 kilogram ini mampu terbang selama satu jam penuh dan mencapai ketinggian hingga 1.500 kaki (457 meter). Kecepatan maksimum sebesar 40 knot dan mampu menjelajah hingga sejauh 8 kilometer.

“Skyblade III harus diterbangkan dengan alat pelontar,” kata perancang pesawat intai dari ST Engineering, Wong Wei Yang, dalam pameran kedirgantaraan Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre, Kamis, 16 Februari 2012.

Dia mengatakan Skyblade III dapat digunakan untuk aplikasi sipil maupun militer, mulai dari pengawasan daerah perkotaan hingga misi pengintaian. Dilengkapi kamera pengawas tunggal di bagian moncong, pesawat berwarna abu-abu ini dapat mengambil gambar secara detail.

“Tapi, karena kameranya hanya satu, jika beda waktu, harus ganti jenis kamera,” ujar Yang. Kamera siang tidak bisa digunakan untuk malam hari. Harga satu unit Skyblade III beserta kamera pengawasnya bisa mencapai SIN$ 100 ribu (Rp 705 juta).

Tipe ketiga dan paling besar adalah Skyblade IV. Pesawat intai ini memiliki bentuk mirip Hermes 450 buatan Elbit Systems asal Israel. Pada kondisi cuaca cerah, Skyblade IV mampu menjelajah hingga radius 100 kilometer dari lokasi peluncuran. Pesawat ini mampu terbang mencapai ketinggian 15 ribu kaki (4.575 meter) selama 6-12 jam.

Yang mengatakan, selain untuk misi militer, pesawat sepanjang 2,4 meter dengan bentang sayap 3,7 meter ini bisa digunakan untuk mencari lokasi kebakaran, mengukur suhu udara suatu daerah, serta pengambilan foto udara. Skyblade IV dilengkapi parasut yang mengembang ketika melakukan pendaratan.

Pesawat intai ini dilengkapi dua kamera beresolusi tinggi, masing-masing untuk siang dan malam hari, serta satu illuminator. Illuminator adalah sensor untuk menentukan target pengawasan atau pengintaian. Kamera dapat menangkap dan memperbesar gambar target secara detail dengan warna yang tajam. Sensor lain juga bisa ditambahkan, seperti sensor suara dan sensor panas. “Harga pesawat ini bisa mencapai SIN$ 1 juta,” kata Yang.

Menilik Kecanggihan Pesawat Intai Tanpa Awak Israel Hermes 450

Rencana Kementerian Pertahanan membeli dua unit pesawat intai nirawak senilai US$ 16 juta dari Kital Philippine Corp asal Filipina masih memicu kontroversi. Penggunaan pesawat intai impor dikhawatirkan justru dapat membocorkan rahasia negara ke negara tempat produsen pesawat tersebut maupun ke negara lain.

Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan teknologi pesawat intai nirawak mutakhir, Tempo menyambangi stan Elbit Systems di Singapore Airshow, Rabu, 15 Februari 2012. Elbit adalah salah satu perusahaan teknologi pertahanan asal Israel, negara pesaing terkuat Amerika Serikat dalam pengembangan teknologi pesawat intai nirawak.

Elbit bersama beberapa perusahaan Israel lainnya, seperti Aeronautics, Israel Aerospace Industries, dan Innocon, mengembangkan dan memproduksi belasan merek pesawat intai nirawak yang dikembangkan menjadi 39 tipe. Semuanya dapat digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil.

Pesawat-pesawat itu antara lain Hermes, Heron, Skylark, ETOP, Harop, MikroB, Picador VTOL UAV, Mosquito, Ghost, Bird Eye 650, Micro Falcon, Orbiter 2, Aerostar UAV, Searcher III, Blue Horizon, Harpy, Hunter, dan Air Mule.

Elbit memproduksi tiga merek pesawat intai yang cukup terkemuka di dunia, yakni Hermes, Heron, dan Skylark. Tiap merek dikembangkan menjadi beberapa tipe pesawat dengan spesifikasi dan kemampuan berbeda. Hermes, misalnya, dikembangkan menjadi Hermes 90, Hermes 180, Hermes 450, Hermes 900, dan yang terbaru adalah Hermes 1.500. Adapun Heron dikembangkan menjadi Heron I dan Heron TP.

Wakil Presiden Program Pesawat Nirawak Elbit Systems Jonathan Sinay mengatakan spesifikasi tiap tipe pesawat intai meliputi ukuran dan berat pesawat, kemampuan terbang, daya jelajah, dan daya tahan pesawat berada di udara.

Menurut Sinay, pesawat intai tipe terbaru tidak serta-merta menjadikannya paling ideal untuk digunakan. Optimal tidaknya penggunaan pesawat intai bergantung pada kondisi lapangan yang dihadapi sehingga dibutuhkan pesawat dengan spesifikasi yang sesuai.

Pesawat intai tipe apa yang paling cocok dan sesuai dengan Indonesia? Mempertimbangkan kondisi geografis, Sinay menyebutkan Hermes 450 sebagai tipe pesawat intai nirawak yang paling ideal digunakan di Indonesia. “Saya rasa untuk Indonesia dengan banyak pulau dan laut, Hermes 450 sudah cukup,” katanya.

Hermes 450 adalah “pendahulu” Hermes 900 dengan kemampuan tidak kalah canggih. Pesawat berbadan mirip tabung berwarna abu-abu ini memiliki bobot seberat 150 kilogram dan sayap terbentang horizontal sepanjang 10,5 meter serta ekor berbentuk seperti huruf “V” tegak. Hermes 450 mampu terbang hingga ketinggian 18 ribu kaki selama 20 jam. Jangkauan terbangnya mencapai jarak 60-100 kilometer.

Karena ukurannya yang relatif besar, Hermes 450 menggunakan satu roda di bagian depan dan dua roda di belakang, sehingga memerlukan landasan untuk penerbangan dan pendaratannya. Baling-balingnya terletak di bagian belakang pesawat. Adapun kamera pengintai terpasang di bagian tengah-bawah badan pesawat, di antara roda depan dan belakang. Kamera yang terpasang di dalam selubung berbentuk setengah bola itu siap mengawasi sasarannya.

Daftar Spesifikasi Tank Kelas Berat Main Battle Tank MBT Terbaik Di Dunia

Tank kelas berat identik dengan bobot yang berat, meriam yang besar dan daya hancur yang tinggi. Dalam pertempuran, tank ini memegang peran besar untuk menyerang atau bertahan. Ini dia 10 tank terbaik di dunia.

1. Leopard 2A6
Ini tank buatan Jerman yang sekarang ramai menjadi perdebatan di tanah air. Situs www.military-today.com dan beberapa situs militer lainnya sepakat menobatkan tank ini sebagai salah satu tank kelas berat terbaik di dunia. Tank Leopard 2A6 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Bobotnya 62 ton, dipersenjatai dengan meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan melaju hingga 72 km. Tank ini juga memiliki daya jelajah 550 Km. Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol menggunakan tank ini sebagai andalan.

2. Challenger 2
Panser dan Tank buatan Inggris dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Begitu pula dengan Tank Kelas Berat Challenger 2. Tank ini memiliki proteksi yang sangat baik dalam menahan gempuran musuh. Challenger 2 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Tank ini memiliki berat 62,5 ton. Dipersenjatai meriam kaliber 120 mm yang efektif digunakan pada jarak 3.000 meter, namun mampu mencapai jarak 5.000 meter. Daya jelajah 450 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

3. MIA2 Abrams
MIA2 Abrams! Ini tank andalan Amerika Serikat untuk melibas musuh-musuhnya di seluruh dunia. Baju besinya dilapisi uranium, sementara lapisan dalam tank dilapisi Kevlar untuk menjamin keselatan kru tank. MIA2 Abrams dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Senjatanya mengandalkan meriam M256 120mm. Mampu menghancurkan tank lain dalam radius 4 Km. Tiga senapan mesin menambah seram tank berbobot 62,5 ton ini. MIA2 Abrams memiliki daya jelajah 400 km dan kecepatan maksimun 67 Km.

4. K2 Black Panther
K2 Black Panther diharapkan untuk menggantikan seluruh tank K1 Korea Selatan. Disebut-sebut inilah tank paling mahal saat ini. Mengusung perlindungan seperti M1A2 Abrams milik Amerika Serikat, namun dengan bobot yang lebih ringan, hanya 55 ton. Tank K2 dioperasikan 3 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, dengan dua senapan mesin. Daya jelajah 430 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam. K2 akan membuat Kavaleri Korea Utara berfikir dua kali sebelum bertempur head to head dengan tank ini.

5. Tank T-90
Tank T-90 menjadi andalan Rusia di era pasca Perang Dingin. Tank ini merupakan pengembangan dari Tank T-72 semasa perang dingin. Tank T-90 dioperasikan 3 awak dengan berat 46,5 ton. Senjatanya meriam kaliber 125 mm, dan dua senapan mesin. Daya jelajah 550 km dengan kecepatan maksimum 60 km/jam. Ada beberapa varian Tank T-90, selain digunakan untuk pertempuran, Rusia juga membuat varian penyampu ranjau dan keperluan zeni konstruksi. India membeli lisensi dari Rusia untuk membuat tank kelas beratnya sendiri, Bhisma. Rusia kini sedang mengembangkan T-95, sebuah monster kelas berat berlapis baja yang lebih canggih.

6. Tank Merkava Mk IV
Bobot tank produksi Israel ini mencapai 65 ton. Paling berat di antara sesama tank kelas berat. Tank Merkava Mk IV mulai digunakan tentara Israel sejak tahun 2004. www.military-today.com menobatkan Merkava sebagai tank yang memiliki proteksi paling kuat terhadap serangan saat ini. Tidak hanya di bagian atas tank, bagian bawah pun dilapisi baja cukup tebal untuk menahan ledakan ranjau darat. Wajar saja, Israel selalu waspada terhadap serangan lawannya dari jazirah Arab. Tank Merkava Mk IV dioperasikan 4 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, mortir 60 mm, satu senapan mesin 12,7 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Daya jelajah 500 km dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

7. Tank Tipe 99 China
Tidak puas dengan Tank Tipe 90, China mengembangkannya menjadi Tank Tipe 99. Tank Tipe 99 masuk dinas militer tahun 2001. Tank Tipe 90 memiliki perlindungan 1.000-1 200 mm. Cukup tebal untuk menahan gempuran dalam pertempuran antar tank kelas berat. Bobotnya 54 ton dan dioperasikan 4 awak. Untuk senjata, China berkolaborasi dengan Rusia. Tank Tipe 90 dilengkapi meriam kaliber 125 mm dan cocok digunakan dengan misil 9K119 Refleks yang dikenal sebagai pembuhun tank kelas berat. Tank ini memiliki daya jelajah 600 km, dengan tanki tambahan. Kecepatan maksimum 60 km/jam di jalan offroad dan 80 km di jalan raya. Cukup ngebut untuk ukuran tank kelas berat.

8. Tank KIA1
Ancaman peperangan dengan Korea Utara membuat Korea Selatan serius membangun angkatan perangnya. Salah satu andalan KRL untuk tank kelas berat adalah KIAI. Tank KIAI mulai beroperasi di AD Korsel sejak tahun 2001. Tank berbobot 54,5 ton ini, dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Untuk persenjataan dan teknologi, KIAI tidak jauh berbeda dari Tank M1A1 Abrams milik Amerika Serikat yang merupakan sekutu mesra Korsel. Tank ini mengusung meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin. Komandan Tank mengoperasikan senapan mesin 12,7 mm dan penembak mengurusi senapan mesin 7,62 mm. Tank ini memiliki daya jelajah 500 km dan kecepatan maksimum 65 km/jam.

9. Tank Tipe 90 Jepang
Tank ini merupakan salah satu andalan pasukan bela diri Jepang dan mulai digunakan sejak tahun 1992. Tank ini dioperasikan 3 awak. Beratnya 50,2 ton, dan dipersenjatai meriam kaliber 120 mm dengan kapasitas 40 peluru serta senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm. Tank Tipe 90 memiliki daya jelajah 400 km, dan kecepatan maksimum 70 km/jam. Mesinnya menggunakan Mitsubishi 10ZG Disel yang mampu menghasilkan 1.500 tenaga kuda. Rencananya, secara perlahan Jepang akan mengganti Tipe 90 ini dengan tank TK-X yang lebih ringan namun memiliki sejumlah keunggulan manuver dan proteksi.

10. Tank Leclerc
Tank Leclerc diproduksi GIAT Industries di Perancis. Menurut situs www.military-today.com, pertama kali prototipenya dibuat tahun 1989. Kemudian mulai masuk dinas militer Perancis tahun 1992. Selain Perancis, Arab Saudi juga memiliki ratusan tank ini. Bobotnya 56 ton dan dioperasikan 3 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan, penembak dan pengemudi. Untuk senjata, Leclerc diperkuat meriam 120 mm dan senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm. Daya jelajah mencapai 650 km dengan tanki cadangan, 550 km tanpa tanki cadangan, Kecepatan maksimum 72 km/jam. Tank Leclerc menggunakan mesin disel turbo VD V8X-1500 berkekuatan 1.500 tenaga kuda. Lapisan perlindungannya terdiri dari baja, keramik and Kevlar. Salah satu keunggulannya mudah diperbaiki jika terkena tembakan.

Indonesia Segera Miliki Kapal Perang Super Canggih “Trimaran” Dari Bahan Serat Karbon

Indonesia segera memiliki satu kapal perang canggih berpeluru kendali “Trimaran” yang merupakan produk dalam negeri.

“Kapal ini terbuat dari serat karbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai peluru kendali yang memiliki jarak tembak 120 kilometer,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai meninjau industri kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Ia mengatakan, dalam lima bulan mendatang kapal perang canggih yang merupakan prototipe itu langsung bisa dioperasionalkan memperkuat jajaran armada tempur TNI Angkatan Laut.

“TNI Angkatan Laut memesan empat unit kapal, dan dalam lima bulan mendatang sudah jadi satu kapal perang `Trimaran`, sedangkan tiga unit lainnya akan segera dibangun secara bertahap hingga 2014,” kata Sjafrie menambahkan.

Satu unit kapal “Trimaran” dihargai sekitar Rp114 miliar yang diambil dari APBN 2011.

“Jika proyek pengadaan ini berhasil maka ini merupakan sejarah bagi Indonesia karena telah berhasil membuat kapal perang dengan komposit serat karbon, dan ini akan dipatenkan dan diekspor ke luar negeri,” kata Sjafrie.

Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, mengatakan pihaknya telah melakukan ujicoba terhadap kapal dengan panjang sekitar 62,52meter tersebut.

“Ini merupakan kapal `Trimaran` pertama yang dibuat dari serat karbon. Amerika pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter namun dari bahan alumunium atau baja.

Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat airbus Boeing-777 dan mobil formula 1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja.

Kapal cepat berpeluru kendali itu memiliki panjang keseluruhan 62,53 meter, panjang “water line”, 50,77 meter panjang “water draft” 1,17 meter, bobot mati 53,1 GT, kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, dengan mesin utama 4X marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Inilah Data Data Pesawat Siluman AS Sentinel RQ-170 Yang Bakal Dirilis Iran Ke Publik Agar Dapat Ditiru

Iran menyatakan akan merekayasa ulang sebuah pesawat siluman AS Sentinel RQ-170 yang jatuh di wilayahnya. Namun hal itu diragukan oleh Barat yang menganggap Iran tak memiliki kemampuan teknologi untuk melakukannya. Mampukah Iran mengkloning pesawat itu?

Nick Brown, pemimpin redaksi Jane’s International Defence Review, mengatakan hal itu tergantung pada kondisi pesawat saat mereka mendapatkannya.

“Bisa saja pesawat itu jatuh dan hancur. Versi yang terlihat di klip video bisa saja hasil rekonstruksi. Tapi jika pesawat ini relatif utuh, Anda bisa mengambil sedikit manfaat.”

Satu hal yang mungkin dilakukan Iran adalah mengujinya dengan radar di ruang bebas gema untuk mengukur seberapa terdeteksi benda itu. Iran juga bisa belajar beberapa bentuk dan bahan pesawat yang dapat mengecoh radar.

Beberapa bagian dari RQ-170 telah dilepas dari pesawat, sehingga tidak akan menawarkan banyak hal yang baru. “Tapi tambang emas yang sebenarnya mungkin muatannya. Kita tidak tahu muatan apa saja di sana, tapi mungkin ada sinyal intelijen, sensor elektro-optik atau radar.”

“The RQ-170 tidak membawa senjata dan dua gundukan di bagian atas pesawat adalah sebuah pemindai atau struktur pelindung uplink satelit yang mengirim informasi dari sensor ke stasiun pengendali pesawat.”

Untuk RQ-170 itu sendiri tantangannya bukan pada membangunnya, tapi membuatnya layak terbang, kata Brown.

“Ada algoritma rumit yang mengendalikan pesawat. Membuat obyek berbentuk bumerang terbang sesuai dengan keinginan Anda adalah susah dan hanya benar-benar mungkin dengan model penerbangan lanjutan, komputer, dan perangkat lunak yang bagus.”

“Jadi, jika tidak memiliki informasi yang diperoleh dari perangkat keras dan sirkuit pesawat, Anda tidak akan dengan mudah dapat melakukan apa-apa, tapi Anda hanya akan membangun sesuatu yang berbentuk sama.”

Semua algoritma kontrol dienkripsi, sehingga tidak semudah membaca hard drive dan kemudian mereplikasinya, tambahnya.

Mungkinkah Iran melakukannya?

Menurut Brown, Iran cukup menguasai rekayasa ulang dan mereka mempunyai banyak kemampuan tanpa bantuan pihak lain. Namun dengan berbagi platform itu Iran bisa mendapatkan manfaat politik.

“Apa pun mungkin dan secara teoretis Iran dapat meniru cukup banyak dari platform dasar, tapi kontrol dan avionik yang membuatnya dapat digunakan.”

Teknologi pesawat tak berawak sangat penting bagi Iran, Rusia, dan Cina, kata Elizabeth Quintana, seorang peneliti senior di Royal United Services Institute.

“Tapi seberapa besar manfaatnya tergantung pada seberapa utuh pesawat itu, dan apakah dia punya kemampuan merusak dirinya sendiri, atau memiliki mekanisme penonaktifan sendiri. Saya menduga ia memilikinya. Tampaknya itu di satu bagian.”

Jika mampu membukanya, ujarnya, cukup banyak informasi di pesawat itu–bagaimana ia bekerja, bagaimana ia berkomunikasi dengan satelit dan bagaimana Amerika mengoperasikannya. Juga mengidentifikasi material yang memungkinkan pesawat menyerap energi yang dipancarkan–bukan membalikkannya–yang akan sangat berguna.

“Saya tidak tahu tingkat keahlian ilmiah yang ada di Iran. Tapi jika benar Rusia dan Cina telah mengirim delegasi, maka mereka memiliki keahlian itu.”

Kapal Pendarat Amfibi Angkatan Laut AS USS San Antonio/LPD-17 Bermasalah Karena Sering Kebocoran Oli

Kapal perang amfibi serang kelas Angkatan Laut Amerika Serikat kelas San Antonio (USS San Antonio/LPD-17) resmi masuk dalam dinas angkatan bersenjata negara itu. Harga kapal perang berteknologi terkini itu mahal, bahkan untuk ukuran Amerika Serikat.

Dalam kabar yang dirilis situs militer di Amerika Serikat, antara 10 dan 11 unit kapal itu diluncurkan dari 41 unit yang dipesan. Secara fisik, kapal itu lebih besar dari pendahulunya dengan misi membawa, mengangkut, mendaratkan, dan mendukung elemen tempur Kekuatan Pendarat Korps Marinir Amerika Serikat.

Yang berubah adalah ukurannya, biaya pembangunan kapal, dan kemampuan serta teknologi yang digunakan untuk mendukung misi militer itu. Dari semua tambahan itu, kapal dirancang ulang untuk mendukung operasionalisasi wahana pendarat MV-22 Osprey dari Marinir serta wahana lapis baja pengangkut personel amfibi AAV7 Amtrac.

Walau dianggap lebih canggih, ada sejumlah kritik bagi kapal perang baru itu. Di antaranya adalah penunjukan galangan kapal di New Orleans, yang memerlukan waktu hingga 2,5 tahun sejak kapal dipesan hingga dioperasikan Angkatan Laut Amerika Serikat. USS San Antonio/LPD-17 diketahui juga sandar di Bahrain karena ada kebocoran oli dan dia bukan satu-satunya kapal perang yang mengalami hal serius seperti itu.

Bukan apa-apa, biaya pembangunannya mahal juga untuk Amerika Serikat yang sedang dilanda resesi ekonomi, yaitu 1,7 miliar dolar Amerika Serikat per unit. Biaya ini diketahui tiga kali lebih mahal ketimbang kapal kelas LPD yang lain, semisal kelas Rotterdam. Bahkan 10 kali lebih mahal ketimbang kapal serupa milik Singapura berbobot 6.600 ton, kelas Endeavor

Amerika Serikat Gunakan Helikopter Siluman Anti Radar dan Tidak Bersuara Untuk Misi Osama Bin Laden

DIREKTUR CIA Leon Panetta menyebutkan, dua helikopter Blackhawk digunakan untuk mengangkut tim penyerang rumah Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, Senin lalu. Namun, reruntuhan helikopter yang jatuh sama sekali tak menunjukkan ciri-ciri helikopter Blackhawk.

Foto-foto reruntuhan helikopter AS yang jatuh dan kemudian diledakkan oleh anggota pasukan khusus Navy SEALs membuat heboh kalangan pengamat dunia penerbangan di internet. Sisa-sisa bagian ekor, yang menunjukkan baling-baling belakang, sirip tegak, dan sayap horizontal, sama sekali tak menunjukkan ciri-ciri bagian ekor helikopter MH-60 Blackhawk, yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan khusus AS.

Salah satu perbedaan paling mencolok adalah di bagian sayap horizontal. Pada Blackhawk biasa, bagian sayap ini berbentuk membulat di bagian depan seperti umumnya sayap pesawat terbang, dengan guratan garis-garis melintang di sepanjang sayap. Sementara di reruntuhan helikopter ini, ciri-ciri bentuk sayap Blackhawk itu tak ditemukan.

Alih-alih, bagian helikopter di Abbottabad ini justru mengingatkan pada bentuk khas pesawat-pesawat “stealth”, seperti F-117, yakni permukaan yang mulus berlapis bahan berwarna gelap, dengan bentuk-bentuk menyudut di bagian sisi. Di bagian motor baling-baling terdapat lapisan penutup menyerupai perisai. Jumlah bilah baling-baling pun lebih banyak daripada jumlah bilah baling-baling Blackhawk standar.

Seketika muncul dugaan, pasukan khusus yang menyerbu rumah Osama itu datang menggunakan helikopter baru berteknologi siluman, yang belum pernah diketahui publik.

“Sekarang kita tahu mengapa sulit mengidentifikasi helikopter yang jatuh itu. Itu adalah helikopter siluman yang dikembangkan secara rahasia, yang kemungkinan adalah versi modifikasi lanjut dari seri H-60 Blackhawk,” tutur Bill Sweetman, editor majalah penerbangan Aviation Week.

Tak terdeteksi

Bahan pelapis dan bentuk-bentuk menyudut khas pesawat siluman itu bertujuan untuk memperkecil bidang pantul radar sehingga pesawat ini sulit dideteksi radar. Sementara jumlah bilah baling-baling yang lebih banyak dan lapisan penutup baling-baling, menurut Sweetman, bertujuan mengurangi kebisingan suara khas helikopter. “Bilah baling-baling yang lebih banyak mengurangi suara ’whop-whop’ (akibat kibasan baling-baling) yang khas,” tutur Sweetman.

Salah satu saksi di Abbottabad, yang diwawancara ABC News, mengaku, ia sama sekali tak mendengar suara helikopter-helikopter itu mendekat. Suara helikopter baru terdengar setelah berada tepat di atas kepala. Penggunaan helikopter berteknologi siluman menjelaskan bagaimana pasukan AS bisa masuk jauh hingga pedalaman wilayah Pakistan dan kemudian keluar ke Afganistan tanpa terdeteksi sistem radar pertahanan udara negara itu.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Pakistan Salman Bashir mengaku, Angkatan Udara Pakistan menerbangkan dua pesawat F-16 sekitar 35 menit setelah mendeteksi aktivitas asing di wilayah udaranya. Namun, terbukti pesawat-pesawat tersebut tak berhasil menemukan helikopter-helikopter AS.

Pemakaian helikopter yang sangat rahasia itu menunjukkan bagaimana AS memandang misi ini sangat penting dan sensitif. Meski demikian, terungkapnya proyek helikopter siluman ini mengejutkan para pengamat penerbangan.

AS pernah mengembangkan helikopter berteknologi siluman RAH-66 Comanche pada pertengahan 1990-an. Namun, proyek ini dibatalkan pada 2004 karena biayanya yang terlalu tinggi.

Departemen Pertahanan AS waktu itu berjanji akan menerapkan teknologi Comanche untuk melengkapi armada helikopter yang sudah mereka miliki.

Hingga saat ini tak ada konfirmasi resmi dari pejabat AS tentang helikopter misterius di Abbottabad itu.

UKM Indonesia Temukan Cara Membuat Tank, Kapal Ampibi dan Bom Sukhoi Dari Industri Skala Rumah Tangga

Pekerja membawa bom tipe P-100L yang baru diproduksi di industri pembuatan bom PT Sari Bahari di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (5/4). Industri itu memanfaatkan komponen dalam negeri. Membuat persenjataan tidak hanya dilakukan badan usaha milik negara, sejumlah pengusaha kecil dapat berkarya dalam industri pertahanan (ordinance). Pabrik bom, perahu komando, perangkat amfibi untuk helikopter, dan rantai tank dapat diproduksi oleh sejumlah industri rumahan.

Industri rumahan semacam itu bisa dilihat di Malang, Jawa Timur, dan Bogor, serta Depok, Jawa Barat.

Saat berkunjung ke Malang, Jawa Timur (5-6/4), puluhan karyawan PT Sari Bahari sibuk membubut perkakas mesin, tabung las karbit, dan menyelesaikan tabung bom latih ukuran 100 kilogram. Itulah suasana bengkel yang semula memproduksi knalpot lalu berganti membuat bom latih dan bom ledak (live bomb) yang digunakan di pesawat tempur pengebom Sukhoi 27 dan Sukhoi 30 milik TNI AU.

Bom yang digunakan pesawat canggih buatan Rusia itu, dirakit di bengkel sederhana milik Ricky H Egam yang ada di Kota Malang. Proses pencetakan (forging), penekuk pelat untuk membentuk cone (ujung runcing pada live bomb) dan sirip bom, dibuat dengan teliti menggunakan perkakas mekanik yang dibuat sendiri oleh Ricky dan pengawas tekniknya, Ahmad Hadi dan Ho Widianto.

”Kami belajar membuat bom sewaktu menjadi rekanan PT Pindad selama beberapa tahun. Kandungan lokal bom kami lebih dari 75 persen,” ujar Ricky.

Industri itu dirintis sejak tahun 2005 dengan membuat bom latih yang diuji statis dan dinamis. Secara teknis, pengembangan bom tersebut dikerjakan bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI Angkatan Udara.

Ricky memilih membuat bom karena memiliki pengalaman di bidang metalurgi, dan penasaran terhadap tidak adanya persenjataan lengkap yang dimiliki jet tempur Sukhoi saat baru tiba di Indonesia.

Setelah berhasil menguji coba bom latih di tahun 2007, pengembangan dilakukan lebih lanjut membuat bom hidup. Uji coba bom hidup berhasil dilakukan dalam pengeboman di Sangatta, Kalimantan Timur, akhir tahun 2010.

Bom yang dibuat Ricky diberi alur di bagian dalam sehingga saat terjadi ledakan, serpihan (shrapnel) terukur. Kawah (crater) yang ditimbulkan oleh bom ukuran 100 kilogram (250 lbs) itu memiliki radius hingga dua puluh meter dengan kedalaman empat meter. Kerusakan tersebut memadai untuk menghancurkan landasan udara musuh dalam sebuah operasi tempur.

Ricky juga mengembangkan bom latih ukuran 250 kilogram (500 lbs). Bom lainnya seperti ranjau laut turut dikembangkan bekerja sama dengan TNI AL.

Dia mengaku ada permintaan bom itu dari sejumlah negara asing. ”Namun kami menanti izin pemerintah,” ujar Ricky.

Rantai tank

Usaha rumahan serupa juga dirintis di Kampung Sidamukti, Depok Timur, Jawa Barat. Edy Suyanto, seorang mantan pekerja pabrik ban berhasil mengembangkan rantai tank untuk varian tank AMX buatan Perancis, BTR Rusia, dan ban tahan peluru untuk kendaraan angkut personel (Armored Personnel Carrier-APC) VAB Perancis hingga panser BMP Rusia.

”Saya pernah mempelajari rantai tank M-1 Abrams saat tugas belajar di Amerika Serikat tahun 1980-an. Saat itu, saya bekerja di pabrik ban investasi Amerika Serikat di Bogor. Pengetahuan yang didapat membuat saya bisa mengembangkan rantai tank,” kata Edy.

Pembuatan rantai tank semakin serius ditekuni setelah Indonesia diembargo oleh Inggris, terkait penggunaan tank Scorpion dalam penerapan Darurat Militer di Aceh Tahun 2003.

Kini, sebuah distributor suku cadang AMX yang berbasis di Belgia sudah meminta Edy untuk memasarkan rantai tank buatannya melalui mereka.

Tidak jauh dari Depok, di kawasan Kedung Halang Talang, Kota Bogor, sebuah toko perlengkapan olahraga luar ruang (outdoor) terlihat ramai dikunjungi pembeli. Anas Ridwan, pemilik Toko Boogey memeriksa produksi perahu karet di workshop yang terletak tidak jauh dari tokonya.

Sebuah Rigid Inflatable Boat (RIB) terlihat diletakan di luar workshop. RIB jenis Sea Raider itu adalah salah satu produksi industri rumahan yang pernah digunakan dalam operasi khusus TNI AL. ”Semula kami diminta merawat Sea Raider buatan Avon dari Inggris yang lazim digunakan pasukan elite Inggris seperti SAS dan SBS. Kami kembangkan sendiri-Sea Raider-dan ternyata berhasil. Kami membuat selusin Sea Raider yang digunakan TNI AL. Kecepatan Sea Raider bisa mencapai 30 knot. Kapal jenis ini pernah digunakan dalam operasi militer di Aceh,” ujar Anas.

Selain itu, Boogey membuat perahu karet Landing Craft Rubber (LCR), perahu karet komando yang dengan mesin khusus dapat mencapai kecepatan 100 kilometer per jam, rumah sakit lapangan yang dapat digelar dalam 10 menit, dan flotation gear (alat pendarat di air) yang digunakan helikopter Super Puma. Anas Ridwan yakin pengadaan alutsista di Indonesia bisa membuat negeri ini tidak bergantung pada produksi asing.

Jerman Luncurkan Kapal Selam Super Stealth Berbahan Bakar Hidrogen Pertama

Kapal selam baru buatan Jerman U-212 A ini hampir tidak bersuara. Juga hampir tidak memancarkan radiasi panas dan sepenuhnya terbuat dari logam nonmagnetik.

Kendati canggih kapal selam ini bukan sebuah kapal selam nuklir, tetapi juga bukan kapal selam diesel. U-212 A merupakan kapal selam tercanggih di dunia karena menggunakan sel bahan bakar hidrogen yang dikembangkan oleh galangan kapal angkatan laut Jerman Howaldtswerke Deutsche Werft, yang mengklaim itu menjadi “puncak teknologi kapal selam Jerman.”

Kapal super-stealth ini adalah yang pertama dari jenisnya yang akan diaktifkan oleh sel bahan bakar hidrogen revolusioner yang memungkinkan itu pelayaran tanpa kebisingan atau knalpot panas.

Itu penting, karena menurut Bernd Arjes, seorang kapten di Angkatan Laut Jerman. ”Kami beroperasi di perairan pesisir sekitar Eropa dan kapal selam ini dirancang khusus untuk menemukan kapal selam. Jika Anda ingin menemukan kapal selam lain tentu saja anda harus tak bersuara,” katanya. Dengan teknologi terbaru, ia menambahkan, “Kapal selam ini hampir tidak terdeteksi.”

U-212 A tidak seperti kapal selam konvensional, yang perlu udara untuk membakar solar, fuel cell tidak memerlukan oksigen untuk beroperasi.
Ini berarti dapat tetap terendam selama berminggu-minggu – menahan napas berkali-kali lebih lama dari sepupu kapal selam yang menenggak solar.

Sebagai kapal selam pemukul kapal selam dipersenjatai 12 torpedo kelas berat yang dipandu, masing-masing mampu menghancurkan sebuah kapal perang atau menonaktifkan sebuah kapal induk.

“Sebuah kapal induk tidak mungkin dapat dirusak dengan satu torpedo tapi mungkin mengenai kemudi atau sesuatu kemudian kapal induk mungkin tidak bisa bermanuverdan untuk menggunakan pesawat,” kata Arjes.

Jerman, yang tidak memiliki senjata nuklir atau kapal bertenaga nuklir sendiri, adalah eksportir ketiga terbesar di dunia barang pertahanan.

Edisi Ekspor telah dijual kepada angkatan laut Yunani, Portugal dan Korea Selatan. Dengan perangkat otomat, kapal selam hanya membutuhkan sedikit kru karenanya ada sedikit kenyamanan bagi mereka di kapal. Meskipun begitu kehidupan awak kapal selam masih tetap menjadi salah satu tempat tinggal terbatas

Seiring Dengan Maraknya Demontrasi Anarkis Kini Tersedia Teknologi Anti Demonstran

Pertengahan Februari lalu, di tengah maraknya aksi demo prodemokrasi di sejumlah negara Timur Tengah, di kolom ini diketengahkan teknologi yang berperanan dalam mendukung aksi demo (Kompas, 16/2). Saat itu, dua teknologi yang dimaksud—seperti telah banyak diberitakan—adalah internet dan seluler. Keduanya merupakan teknologi yang kini sering disebut sebagai ICT/TIK (teknologi informasi dan komunikasi).

TIK memang potensial untuk mengomunikasikan ide, rencana aksi, koordinasi, pengumpulan dana, dan sebagainya. Karena peranan strategisnya, TIK menjadi tulang punggung revolusi (yang didukung oleh teknologi) digital. Selain untuk mendukung demo, TIK juga potensial untuk mendukung aktivitas prodemokrasi, yang dicirikan oleh pemerintahan yang transparan.

Kini, ketika ada banyak pemerintahan yang risau melihat perkembangan di Timur Tengah, TIK yang potensial untuk mendukung aksi demo tersebut juga coba ditangkal.

Antidemo konvensional

Pada masa lalu, aksi demo lazim ditangkal dengan semprotan meriam air.

Sarana lain adalah gas air mata. Gas yang juga dikenal dengan nama lakrimator ini menyebabkan mata perih dan mengucurkan air mata. Selain untuk membubarkan kerumunan massa, gas ini juga bisa digunakan dalam perang kimia. Pengguna melontarkan gas ini dalam wadah bertekanan, bisa juga dalam wujud granat, yang dilemparkan atau diluncurkan dari senapan khusus.

Masuk dalam jenis ini adalah gas yang bisa membuat orang batuk-batuk hebat dan mata tak bisa melihat, yang hilang efeknya bila korban lalu menghirup udara segar. Efek gas ini memang tidak menetap. Gas pelepuh, seperti mustar atau gas saraf, jauh lebih berbahaya dan bisa menyebabkan luka permanen atau bahkan kematian.

Berikutnya, aparat juga tidak jarang menggunakan peluru karet. Meski diklaim tidak mematikan, ada juga korban peluru jenis ini yang meninggal. Karena karet berpotensi memantul dengan arah yang sulit dikontrol, bahan ini pun kemudian diganti dengan bahan lain.

Kini, ketika lebih banyak aparat ditugaskan untuk memelihara perdamaian dan melumpuhkan demonstrasi, senjata mematikan sebenarnya merupakan pilihan yang jarang, kecuali seperti dilakukan oleh loyalis Moammar Khadafy di Libya. Sejak awal dekade ini pun Pentagon lebih banyak mencurahkan dollar untuk penelitian dan pengembangan senjata yang bisa mengejutkan, menakutkan, memusingkan, atau apa saja kecuali yang mematikan (Time, 21/7/2002).

Hanya, pengembangan senjata semacam ini tak lepas dari kritik, sebagian besar dari aktivis hak asasi manusia yang berpandangan bahwa teknologi seperti itu akan lebih banyak digunakan untuk menindas para pembangkang, selain melanggar kesepakatan senjata internasional.

Antidemo nonkonvensional

Perhatian terhadap upaya menangkal aksi demo modern tentu saja kini banyak diberikan oleh rezim yang merasa diri rawan dari aksi semacam itu. China adalah salah satunya. Salah satu jendela untuk mengintip kesiapan China dalam penangkalan aksi demo berbasis TIK adalah pameran perlengkapan militer IDEX, yang pekan silam berlangsung di Abu Dhabi.

Kalau saat menghadapi aksi demo di Lapangan Tiananmen tahun 1989 China mengerahkan tentara dan tank, kini ada banyak cara untuk membubarkan massa, bahkan untuk mencegah mereka berkumpul, tulis Jeremy Page di harian The Wall Street Journal (1/3).

Di antara perlengkapan yang dipamerkan China adalah peralatan pengintaian canggih, juga peralatan untuk pengendalian massa.

Adapun yang secara khusus ditujukan untuk menangkal pemanfaatan TIK, baik oleh aktivis prodemokrasi maupun kelompok perlawanan lain, adalah alat pemacet internet dan telepon seluler.

Di antara perusahaan China yang memproduksi peralatan semacam ini adalah CETC International. Perusahaan ini, seperti disinggung dalam laporan The Wall Street Journal di atas, juga mengiklankan alat pengendali massa yang menyerupai senjata bunyi (sonic weapon) yang ditawarkan kepada kepolisian.

Dialektika

Di luar aspek politik, ketika menyimak teknologi yang digunakan baik oleh pihak perlawanan maupun penguasa, kita melihat adanya perkembangan dialektis yang sebelum ini juga menjadi ciri dalam penerapan iptek.

Salah satu contoh populer dari prinsip yang dulu acap digunakan oleh mendiang teknolog Iskandar Alisjahbana ini adalah insektisida. Ketika menghadapi hama wereng, petani menggunakan insektisida untuk membasminya. Namun, seiring dengan waktu, wereng mengembangkan resistensi terhadap insektisida tadi sehingga selanjutnya insektisida tidak efektif lagi dan manusia harus menemukan insektisida baru dengan teknologi yang lebih canggih. Hal serupa bisa dikatakan untuk antibiotik.

TIK sendiri pada dasarnya juga bukan teknologi yang imun dari tantangan. Ada virus yang harus dihadapi dengan antivirus dan dalam teknologi militer dikenal adanya electronic counter measures (ECM) manakala ada upaya untuk memacetkan sistem atau peralatan. ECM bahkan sempat dilawan dengan electronic counter-counter measures (ECCM).

Saat ini, pendemo masih bisa menikmati kecanggihan TIK untuk menggalang dan mengoordinasikan demo. Akan tetapi, manakala aparat rezim yang diktatorial dan represif juga menguasai TIK dan sistem penangkalnya, bisa jadi TIK yang menjadi andalan para aktivis antirezim totaliter bisa kurang atau bahkan tidak efektif lagi.

Dalam kaitan inilah aktivis dan pendemo juga perlu mengembangkan sumber daya manusia TIK untuk mendukung kegiatannya.

Benar seperti yang sering disinggung mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, dewasa ini yang berlaku adalah brainwarfare, adu pintar di antara pihak-pihak yang punya kepentingan berseberangan. Dalam kaitan adu pintar ini pula, pendemo modern juga perlu memahami bahwa kenyataannya pada TIK juga terkandung titik lemah. Tanpa menyadari hal ini, bisa terjadi aksi yang sudah dirancang rapi untuk momen yang menentukan tidak bisa dijalankan karena TIK yang mendukungnya telah di-hack, di-crack, atau dimacetkan lawan.