Informasi Tentang Dunia Teknologi Terkini

Entries categorized as ‘Transportation’

Mari Belajar Dari Semut Agar Tidak Macet Saat Berkendaraan

November 26, 2008 · & Komentar

Pernahkah Anda terpesona oleh kemampuan semut naik-turun merayapi jalan sempit tanpa pernah baku tabrak?.

Tim ilmuwan dari Jerman mencari tahu bagaimana semut-semut itu bisa menghindari bertabrakan, dengan maksud agar lalu lintas gaya semut itu bisa diterapkan untuk lalu lintas jalan raya.

Para ilmuwan itu membangun “rumah semut” istimewa yang dilengkapi dengan jalan, jembatan dan berbagai bentuk kota semut, kemudian melakukan pengamatan sistem lalu lintas serangga tersebut untuk dimasukkan dalam komputer.

Dirk Helbing bersama tim dari Institut Teknologi Dresden itu merancang jalan bebas hambatan dengan dua arah dari sarang semut menuju ke kolam sirup gula, demikian menurut laporan yang sudah disiarkan oleh New Scientist.

Seperti yang sudah diduga, jalur sempit yang disiapkan dengan segera menjadi macet, namun apa yang membuat para ilmuwan itu terkesima adalah tepat sebelum jalur itu tersumbat, semut-semut yang keluar dan masuk saling menyilang untuk menciptakan jalur baru sehingga tidak terjadi kemacetan.

Para peneliti Jerman itu menerapkan hasil studinya dari serangga tersebut untuk menciptakan model pada komputer guna merancang jaringan jalan yang lebih rumit.

Mereka menemukan fakta bahwa semut-semut itu melakukan hal yang sama, yaitu semut yang akan masuk beralih untuk melewati jalur yang lebih sepi dan meskipun jalur tersebut lebih panjang, mereka tetap dapat mencapai ke pusat makanan dengan cepat dan praktis.

Cara itu sedang dipelajari untuk mengungkapkan bagaimana para semut tersebut menyebarkan informasi laporan lalu lintas antar mereka.

Menurut para ahli itu, jika mereka sudah bisa mengungkapkan misteri tersebut, mungkin manusia akan bisa melakukan tukar informasi ketika berlalu lintas dengan jalur jalan dua arah guna menghindari jalan macet, demikian DPA melaporkan

Kategori: Biology · Cognitive Science · Transportation

Hasil Riset BPPT Mulai Dilirik Pengusaha dan Kalangan Industri

November 7, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hasil riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT mulai dilirik industri. Pemilik perusahaan Ciputra Grup, Ciputra, dan PT Martina Berto, Martha Tilaar, Kamis (6/11), menandatangani nota kesepakatan dengan BPPT untuk mengembangkan riset aplikatif.

”Ciputra Grup mengharapkan riset kantong aspal yang tahan panas sampai 120 derajat Celsius. PT Martina Berto mengharapkan riset pengembangan alat ekstraksi tanaman untuk minyak aroma herbal,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPPT Wahono Sumaryono dalam konferensi pers seusai penandatanganan nota kesepakatan atau letter of intent (LoI) tersebut.

Menurut Wahono, momentum ini mempertemukan inventor (penemu) dengan investor yang jarang terjadi. Selama ini banyak temuan-temuan BPPT yang kurang dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, termasuk kalangan industri. Temuan tersebut merupakan hasil kerja keras periset BPPT yang sekitar 500 orang berjenjang pendidikan doktor dan sekitar 600-700 orang berjenjang pendidikan master.

Harus dipasarkan

Ciputra mengatakan, hasil-hasil riset BPPT jangan cuma didokumentasikan, tetapi harus bisa dikomersialkan. Caranya, bisa saja BPPT menawarkan hasil risetnya ke pasar, atau mencari tahu riset apa yang dibutuhkan pasar. Ciputra tidak menyalahkan sepenuhnya periset yang lebih berorientasi kepada riset, tanpa berorientasi komersial.

”Pendidikan di Indonesia memang lebih suka melahirkan akademisi semata. Seharusnya, juga mendidik entrepreneur yang bisa mengomersialisasikan hasil-hasil riset,” kata Ciputra.

Martha Tilaar mengkritik, selama ini banyak periset sampai tingkat profesor pun masih menyimpan hasil-hasil risetnya sendiri. ”Tidak ada upaya untuk menjadikan hasil-hasil riset tersebut sebagai komoditas yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ujar dia.

Wahono mengungkapkan, perspektif riset sekarang cenderung terbatas pada kepentingan periset, karena minimnya dana dan infrastruktur. Semestinya dalam kondisi seperti sekarang, riset lebih berorientasi pada kebutuhan pasar.

”Peneliti atau perekayasa masih banyak yang mengejar kepuasan batin semata. Ke depan, ini tinggal diarahkan saja supaya penelitian bisa bersinergi dengan kebutuhan entrepreneur, termasuk kalangan industri, sehingga bisa lebih berguna bagi masyarakat,” kata Wahono.

Paten lama

Menurut Wahono, kendala aplikasi riset untuk menunjang sektor industri terletak pada proses memperoleh paten yang sangat lama. Dalam 10 tahun terakhir, misalnya, BPPT hanya memperoleh 79 paten dari ratusan temuan yang diusulkan patennya.

”Proses pengajuan paten tidak pernah dijawab dengan tegas, bisa atau tidak. Seperti hasil riset saya, sudah delapan tahun tidak pernah jelas bisa memperoleh paten atau tidak,” kata Wahono.

Kesulitan memperoleh paten juga dialami Martha Tilaar. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan yang dipimpinnya mengusulkan 29 paten, tetapi baru satu paten yang diperoleh.

”Teknologi yang berkembang sangat cepat, semestinya bisa diimbangi dengan proses memperoleh paten yang cepat pula,” kata Martha Tilaar.

Menurut Wahono, pengujian untuk memperoleh paten paling cepat 18 bulan. Waktu ini dinilai terlalu lama

Kategori: Bio Fuel · Biology · Energy · Environment · Food · Gadget · Health · Math · Medicine · Telecomunication · Transportation

Gambar Perahu Makassar Ditemukan Dalam Gua Aborigin Pertanda Orang Makassar Lebih Dulu Kontak dengan Aborigin

Oktober 30, 2008 · & Komentar

Gambar perahu phinisi khas Makassar dalam lukisan cadas di Australia menunjukkan interaksi Suku Abvorigin dengan pelayar Bugis atau Makassar sudah lama berlangsung. Hal ini juga menunjukan kebesaran peradaban makassar pada masa lampau yang mungkin melebih kejayaan kerajaan Majaphit yang peninggalannya tidak dapat ditemukan diluar wilayahnya.

Suku Aborigin yang merupakan penduduk asli benua Australia mungkin sudah melakukan interaksi begitu lama dengan para pelayar Bugis atau Makasan dari Makassar. Hal tersebut dapat dilihat dari lukisan cadas yang baru-baru ini ditemukan di Australia utara.

Lukisan tersebut bisa jadi mengubah sejarah nasional Australia yang banyak menjadi referensi selama ini yang cenderung mengagungkan kulit putih. Suku Aborigin umumnya diyakini terisolasi dengan kebudayaan luar sebelum pendatang kulit putih mendiami benua tersebut. Namun, penduduk asli di utara ternyata telah berhubungan dengan orang Makassar. Mungkin ratusan tahun lebih dulu daripada orang-orang Eropa yang datang ke sana tahun 1700-an.

Orang-orang Avorigin bahkan kemungkinan pernah berlayar ke Makassar untuk melihat kebesaran kerajaan Makasar yang ada pada waktu itu. Ini dapat dilihat dari lukisan monyet di atas pohon yang hanya dapat dilihat di Pulau Sulawesi. Gambar rumah-rumah adat Makassar dan perahu phinisi juga tampak di antara ribuan lukisan cadas yang dinding gua dan batuan yang tersebar di kawasan adat Aborigin, Arnhem Land. Lukisan lain menggambarkan tentara-tentara perang dunia II, satwa yang kini telah punah, termasuk barang-barang modern seperti sepeda, pesawat, dan mobil. Lukisan-lukisan tersebut berusia antara 15.000 tahun hingga 50 tahun.

“Satu kawasan yang sebelumnya belum pernah didokumentasikan ini merupakan situs lukisan paling besar di Australia,” ujar Paul Tacon, profesor antropologi dari Universitas Griffith, Queensland, Australia. Situs yang disebut Djulirri itu dilaporkan pertama kali tahun 1970-an oleh pakar batuan George Chaloupka namun belum pernah diteliti. Tacon baru melakukan ekspedisi ke sana pada Agustus 2008 bersama tetua Suku Aborigin, Ronald Lamilami.

Suku Aborigin kental dengan budaya lisan. Namun, mereka suka menggambar di batuan cadas sebagai gambaran kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan turun-temurun dan tekniknya terus berubah dari generasi ke generasi. Pada beberapa situs, lukisan sampai 17 lapisan. Saat ini, hanya orang-orang tua yang memiliki hak menggmabar di cadas.

Kategori: Archeology · Geology · Transportation

Para Ilmuwan Inggris Berhasil Membuat Mobil Lebih Cepat Dari Peluru

Oktober 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Para peneliti Inggris sedang berencana membuat mobil yang secepat, bahkan bisa lebih cepat dari tembakan peluru.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, kecepatan kendaraan roda empat itu bisa 1600 kilometer perjam dengan biaya pembuatan sekitar 12 juta pounds.

Mobil “Bloodhound SSC” itu, jika berhasil dibuat, tentunya akan memecahkan rekor mobil tercepat saat ini yaitu 400 kilometer per jam. Bloodhound SSC adalah nama yang diambil dari Rudal supersonik Inggris di zaman perang dingin.

Para ahli itu bahkan menyebut mobil mereka dapat ditingkatkan kecepatannya hingga 1690 kilometer per jam — artinya, lebih cepat dari peluru yang melesat dari revolver 357 Magnum.

Menurut koran Guardian, proyek tersebut dikerjakan secara rahasia sejak 18 bulan lalu di hangar pesawat di Bristol. Mobil itu adalah impian dari Drayson, seorang pecinta mobil yang ingin mengilhami generasi baru Inggris agar tertarik menjadi ilmuwan dan insinyur. Inggris saat ini sangat kekurangan tenaga untuk dua bidang tersebut.

Tim Bloodhound rencananya akan menyelesaikan proyek mereka kurang dari setahun lagi.team plans to have the car built within a year, with the land speed record attempt expected in three years.

Mobil itu memadukan mesin jet Eurofighter Typhoon dengan roket sehingga menghasilkan dorongan 20 ribu kilogram.

“Ini kesempatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa di bidang permesinan dan untuk memecahkan rekor kecepatan di darat,” kata seorang ahli matematika sekaligus pilot pesawat tempur, Andy Green. Dia adalah pemegang rekor kecepatan tertinggi di darat yaitu 1228 kilometer perjam pada tahun 1997.

Green bekerja sama dengan Richard Noble, yang mengepalai usaha pemecahan rekor tahun 1997 itu.

Green adalah seorang komandan pilot di salah satu kesatuan AU Inggris (RAF). Dia akan menggunakan akselerator untuk menyalakan mesin jet hingga kecepatan 563 kilometer per jam, setelah itu kecepatan ditambah dengan cara menyalakan “solid rocket booster”.

Mesin balap A V-12 mulai memompa lebih dari satu ton hidrogen peroksida ke dalam “booster” sehingga mobil itu dalam waktu 20 detik akan melesat hingga 1660 kilometer perjam .

“Saat itu akan tidak nyaman. Tempat saya duduk persis di bawah ‘intake’ mesin jet, jadi pasti sangat bising,” kata Green.Rem mobil itu adalah dua parasut dan “airbrakes

Kategori: Physics · Transportation

Amerika Serikat Mengembangkan Pesawat Siluman Yang Bisa Terbang, Berlayar dan Menyelam Untuk Operasi Pasukan Khusus

Oktober 25, 2008 · & Komentar

AS ingin mengembangkan pesawat yang mampu menyelam dan dapat terbang ratusan mil laut jauhnya, menerjang laut ganas dan kemudian menyelam untuk mendaratkan pasukan komando di pantai musuh.

Badan Proyek Riset Lanjut Pertahanan AS (DARPA) mengakui pihaknya belum pernah melakukan hal ini sebelumnya, “karena persyaratan desain bagi pesawat yang dapat menyelam dan pesawat biasa secara diametris bertentangan.”

Namun demikian, dalam sebuah permintaan bagi usulan seperti ini pada bulan ini, pihaknya menyatakan sedang mencari “teknologi baru yang radikal yang mampu memberikan kemampuan seperti itu kepada Departemen Pertahanan bagi penyusupan tim-tim kecil secara diam-diam di pantai lawan.

DARPA sangat terkenal sebagai pelopor dari banyak inovasi paling revolusioner Pentagon, mulai dari Internet hingga teknologi siluman yang mendukung pembom siluman B-2.

Usulan-usulannya membutuhkan studi kelayakan dan eksperimen untuk membuktikan konsep pesawat yang dapat menyelam dengan kecepatan dan jangkauan seperti pesawat biasa, kemampuan menjelajah seperti perahu dan sifat siluman seperti kapal siluman.

Pesawat yang diusulkan itu harus mampu menerbangkan pasukan komando sejauh 1.000 mil laut atau 1.850 kilometer ke medan operasi, terbang dekat permukaan laut sejauh 185 kilometer lainnya dan kemudian bergerak di bawah air sejauh 22 kilometer.

Dan pesawat tersebut dapat melakukan semua itu selama delapan jam.

Pesawat itu juga akan mampu berkeliaran selama tiga hari di laut dengan ombak setinggi empat meter.

Bukan itu saja. Pesawat harus memiliki bahan bakar yang cukup untuk menjemput pasukan komando dan membawa mereka titik pertemuan 185 kilometer jauhnya.

Banyak kontradiksi

“Mengingat banyaknya persyaratan yang berbeda dan pertimbangan rancangan, jelas berbagai kesulitan menghadang dalam pengembangan pesawat yang mampu menyelam, kata DARPA, sebagaimana dilaporkan AFP.

Pesawat dirancang seringan mungkin dan dapat mengapung. Sebaliknya, kapal selam perlu bobot untuk tetap berada di bawah air, serta bekulit tebal agar mampu menahan tekanan di bawah air.

Usulan DARPA tersebut menyatakan berbagai upaya sebelumnya mengalami kegagalan karena perhatian mereka lebih terfokus pada kapal selam terbang.
“Amat sulit untuk menciptakan sistem propulsi yang mampu membuat pesawat dengan bobot seperti kapal selam mengudara, sebaliknya boleh jadi hal yang mungkin bagi anjungan seringan pesawat terbang untuk dapat menyelam ke dalam air asalkan kedalaman operasi dapat diminimalkan.”

Kategori: Computer · Physics · Transportation · War Machine

Manusia Pertama Melintasi Selat Inggris Dengan Terbang Seperti Burung

Oktober 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Petualang Swiss, Yves Rossy, terbang dari Prancis ke Inggris, Jumat, dengan jetpack yang dipasang pada punggungnya, sehingga dia menjadi orang pertama yang melintasi Selat Inggris dengan cara demikian.

Rossy, seorang pilot yang biasa menerbangkan pesawat Airbus, melintasi selat selebar 35 kilometer antara Calais dan Dover itu dengan kecepatan 200 kilometer per jam dalam waktu 13 menit, kata jurubicaranya, seperti dilaporkan Reuters.

Ketika karang putih di Dover tampak, ia membuka parasut biru dan kuningnya dan melayang turun saat angin sepoi-sepoi untuk mendarat di sebuah lapangan di Inggris, tempat para penyambutnya telah menunggu.

“Segala sesuatu berjalan sempurna,” ujarnya kemudian. “Saya memperlihatkan bahwa terbang seperti burung bukan merupakan hal yang mustahil.”

Rossy menapak tilas rute penerbang Prancis Louis Bleriot, yang menjadi orang pertama yang terbang melintasi Selat Inggris dengan sebuah pesawat pada 1909.

Saat paling menegangkan

Pilot Swiss itu terbang dengan dorongan empat mesin jet berbahan bakar minyak tanah yang dipasang pada sebuah sayap pada punggungnya.

Dia menyalakan mesin jetnya dalam sebuah pesawat sebelum meloncat keluar pada ketinggian lebih dari 8.000 kaki (2.400 meter) di atas permukaan tanah.

Setelah melewati periode terjun bebas, ia membuka sayap tersebut dan terbang di atas permukaan air. Dengan tanpa alat pengendali, satu-satunya cara untuk mengubah arah adalah seperti burung, menggerakkan kepala dan punggungnya.

Pria berusia 49 tahun itu, yang menyebut dirinya sebagai “Fusion Man”, mengemukakan kepada BBC saat yang paling menegangkan ialah ketika dia meloncat dari pesawat “karena saya mengalami banyak masalah pada saat-saat sebelumnya.”

Namun saat ini dia melakukan lompatan yang sempurna dan segera memperbaiki arah menuju karang Selat Dover.
Rossy biasanya menerbangkan pesawat A-320 Airbus milik Swiss International antara Zurich dan Heatrow dan dia mengembangkan sendiri peralatan yang didorong jet itu.

Sayap itu, yang merentang sepanjang delapan kaki, terbuat dari komposit karbon dan beratnya sekitar 55 kilogram, termasuk bahan bakar.

Rencana mendatangnya antara lain terbang di atas Grand Canyon atau Ngarai Besar, dengan lepas landas dari posisi berdiri di permukaan tanah dan melakukan gerak akrobatik.

Kategori: Physics · Robotics · Transportation

Rusia Membuat Mobil Super Offroad Dengan 8 Buah Roda Untuk Menaklukan Siberia

September 10, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Produsen ban Rusia, Avtoros, bermaksud memamerkan super SUV delapan ban dan empat pengerak untuk menjelajah alam liar Siberia di Moskow Motor Show.

Berkelir oranye menyala, prototipe Avtoros Z-83 membuat Unimog atau Hummer menjadi terlihat seperti bayi. Super SUV ini memiliki panjang 6,2 meter, berat 3,7 ton, dan digerakkan mesin diesel 2,4 liter yang mampu menyemburkan tenaga 96 kW/130 hp.

Dengan ban yang lebih besar, kolong lebih tinggi dan ban yang lebih lebar mengurangi tekanan terhadap permukaan tanah,” kata Vladimir Volchonsky dari Avtoros dalam presentasinya di Moskow.

Dia menekankan bahwa Z-83 masih merupakan protipe dan perlu ujicoba. Jika berhasil, pabrik ban ini berencana untuk memproduksi sekitar 590 kendaraan tahun depan. Harga super SUV ini dipatok 2,5 juta roubel (sekitar 65.000 euro atau 96.000 dolar AS).

Namun dengan kecepatan maksimum hanya 80 km per jam di jalanan umum, Z-83 ini di Rusia disertifikat sebagai traktor, demikian dpa.

Kategori: Transportation