Arsip Kategori: Nyamuk Demam Berdarah

Daftar Tanaman Anti Nyamuk Yang Membuat Nyamuk Pergi dan Mati

Selain memberi kesejukan, tanaman tertentu memang bisa membantu mengusir nyamuk, terutama di bagian luar rumah. Cara ini mungkin efektif untuk dicoba.

Di tengah cuaca panas saat ini, serbuan nyamuk sangat menjengkelkan. Selain gatal, gigitannya juga bisa menimbulkan penyakit berbahaya seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Daripada mengobati, lebih baik mencegahnya dengan menanam beberapa tanaman pengusir nyamuk berikut ini;

Geranium

Tanaman bernama latin pelargonium citrosa yang umumnya ditanam di luar rumah ini mengandung zat citronella yang mampu mengusir nyamuk. Cara mengusir nyamuk adalah dengan cara menggoyang-goyangkan helaian daun atau tertiup angin dan menghasilkan aroma khas. Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni citrosa mosquito fighter, cirosa queen of lemon, dan citrosa lady diana.

Lavender

Selain tampilannya menarik berwarna keunguan, bunga lavender mengeluarkan aroma wangi yang dapat menghindari gigitan nyamuk. Caranya, gosok-gosokkan saja bunga lavender ke kulit. Tubuh pun akan relatif terlindung dari gigitan nyamuk. Karena aromanya wangi, lavender juga sering dipakai sebagai aromaterapi.

Serai wangi

Tanaman serai tak hanya andal di dapur sebagai bumbu masak, batang dan daunnya ternyata bisa juga dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Perlu diketahui, tanaman serai wangi mengandung zat-zat, seperti geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama adalah sitronelal.

Sitronelal memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak, sitronelal dapat menyebabkan kematian nyamuk akibat kehilangan cairan secara terus-menerus.

Zodia

Tanaman zodia (evodia suaveolens) ini dikenal berasal dari Papua. Masyarakat Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan zodia tertentu sebelum masuk ke hutan agar terlindungi dari serangan serangga, khususnya nyamuk.

Zodia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool yang dapat membantu mengusir nyamuk.

Biasanya, tanaman ini ditanam dalam pot dan merupakan tanaman yang ditanam dalam ruangan (indoor plant). Namun, tidak ada masalah jika tanaman ini ditumbuhkan di halaman rumah.

Rosemary

Tanaman bunga ini mampu mengeluarkan aroma khas yang dibenci nyamuk. Tanaman ini akan tumbuh baik di bawah sinar matahari dan membutuhkan air yang cukup. Bunga rosemary cocok ditanam di pot atau tanah di dekat jendela atau pintu.

Kecombrang

Tumbuhan yang juga memiliki sebutan kantan, kincung (Medan), siantan (Malaysia), kaalaa (Thailand) atau honje ini merupakan sejenis tumbuhan rempah. Bahkan, bunga, buah, serta biji kecombrang ini kerap kali dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Bunga ini dikenal dapat mengusir nyamuk.

Akar wangi

Tumbuhan ini dikenal dapat mengendalikan populasi nyamuk demam berdarah. Apalagi jika bukan karena bau menyengat yang menjadi aroma khas akar wangi. Jika obat pengusir nyamuk bisa digunakan di dalam ruangan, sejumlah tanaman ini bisa menjadi “tameng” Anda saat melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa terganggu nyamuk. Anda dan keluarga pun bisa bernafas lega tanpa khawatir gangguan nyamuk

Kaos Kaki Bekas dan Bau Terbukti Merupakan Obat Nyamuk Malaria Yang Paling Mujarab

Tahukah Anda, ada yang lebih efektif untuk mengusir nyamuk selain obat semprot atau kelambu, yakni kaus kaki bekas. Ya, kaus kaki bekas yang baunya mungkin tak sedap itu sangat disukai nyamuk malaria.

Adalah Dr.Bart Knols, ilmuwan dari Belanda, yang pertama kali mengetahui bahwa nyamuk tertarik pada bau kaki manusia. Ia sengaja berdiri telanjang di dalam kamar gelap untuk mengetahui bagian tubuh mana yang paling disukai nyamuk untuk digigit. Ternyata bagian kaki adalah favorit nyamuk.

Akan tetapi selama 15 tahun, “ilmu” tersebut belum banyak membantu para ilmuwan dalam mencegah gigitan nyamuk, terutama yang bisa menimbulkan penyakit seperti halnya nyamuk malaria.

Kemudian Dr.Fredros Okumu, kepala projek riset dari Tanzania Ifakara Health Institute, menciptakan campuran 8 jenis zat kimia untuk menemukan bau yang paling tepat untuk menarik nyamuk.

Nyamuk-nyamuk yang dipancing dengan bau seperti bau kaus kaki bekas itu kemudian masuk dalam perangkap lalu diberi zat racun. Cara ini cukup efektif untuk membunuh 95 persen nyamuk. Jebakan itu diletakkan di luar ruangan.

“Jebakan dengan bau khas kaki manusia itu menarik nyamuk empat kali lebih banyak,” kata Okumu yang mengerjakan projek ini selama 2 tahun.

Ia menjelaskan penelitian masih akan dilanjutkan untuk mengetahui tempat yang paling cocok untuk meletakkan jebakan. Bila diletakkan terlalu dekat dengan manusia maka ada kemungkinan nyamuk lebih tertarik untuk menggigit manusia, tapi jika jaraknya terlalu jauh jebakannya akan kurang efektif.

Prototipe jebakan yang dibuat Okumu masih cukup mahal karena itu ia berharap ada pabrik yang bisa memproduksi jebakan itu secara mahal sehingga bisa dijangkau masyaraktat luas.

Atas inovasinya ini Okumu yang tahun lalu menerima dana riset 100.000 dollar Amerika mendapat tambahan 775.000 dollar AS dari Yayasan Bill and Melinda Gates untuk melanjutkan projeknya dalam pencegahan penyakit malaria.

Walau pun secara global infeksi penyakit malaria telah berkurang tetapi masih ditemukan 220 juta kasus malaria baru setiap tahunnya. PBB menyebutkan dari jumlah tersebut 800.000 orang meninggal dunia, terbanyak adalah anak-anak.

UGM Temukan Alat Mekanik Pembunuh Jentik Nyamuk Dalam Bak Mandi

Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menciptakan alat isap jentik nyamuk elektrik mekanik sederhana yang diberi nama Gama Kuras.

“Gama Kuras adalah alat untuk membersihkan jentik nyamuk di bak mandi atau bak penampungan air tanpa menguras atau membuang air yang ada di bak,” kata Ketua Tim Pencipta Gama Kuras, Tri Baskoro Unggul Saptoto di Yogyakarta, Jumat.

Alat itu, menurut dia dapat digerakkan mengikuti sasaran jentik nyamuk yang akan dituju. Alat ini tanpa menggunakan bahan kimia racun pembunuh jentik nyamuk.

Ia mengatakan keunggulan Gama Kuras antara lain sebagai alat isap elektrik mekanik dengan sistem resirkulasi air yang mampu menangkap 50 jentik nyamuk dalam waktu 140 detik.

“Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi membuang air dengan sia-sia saat menguras bak untuk membersihkan jentik nyamuk,” kata Ketua Minat Entomologi Kedokteran Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM ini.

Menurut dia, pembuatan prototipe Gama Kuras sangat sederhana. Alat itu menggunakan pompa aerator dengan daya isap maksimum, dan dihubungkan dengan sebuah botol plastik berlubang kecil pada dindingnya dengan dibalut kain yang berfungsi sebagai penyaring (filter).

“Jentik yang terisap kemudian akan masuk ke perangkap saringan, sedangkan air akan kembali ke bak penampungan, sehingga tidak ada air yang terbuang. Semua komponen lokal tersebut disatukan di sebuah pipa pralon yang berfungsi sebagai pegangan,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya berharap ada mitra usaha yang bisa bekerja sama untuk menyederhanakan bentuk dan memproduksi alat tersebut.

Dengan demikian, menurut dia, alat itu dapat diproduksi dalam jumlah banyak, guna menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.

“Penggunaan alat ini merupakan cara yang efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue, karena membersihkan jentik nyamuk di tempat apa pun merupakan cara paling jitu dalam menurunkan populasi nyamuk penular penyakit itu,” katanya.

Amerika Serikat Berhasil Membasmi Demam Berdarah Dari Cayman Island Dengan Rekayasa Genetika

Ilmuwan Amerika Serikat mengembangkan teknologi rekayasa genetika untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah di Kepulauan Cayman. Prevalensi penyakit itu di kepulauan ini dilaporkan sangat tinggi.

Uji coba kali ini adalah yang pertama dilakukan di alam terbuka setelah selama beberapa tahun dikembangkan dalam skala laboratorium dengan sejumlah hitung-hitungan kalkulasi.

“Uji coba lapangan ini akan menjadi sebuah lompatan besar,” kata Andrew Read,  profesor biologi dan entomologi di Pennsylvania State University. Langkah untuk meniadakan serangka yang menjadi perantara penyakit, katanya, sangat menguntungkan bagi kehidupan.

Penyakit demam berdarah dimulai dari gigitan seekor nyamuk yang terinfeksi, menyebabkan demam, sakit pada persendian, dan berujung pada pecahnya membuluh darah. Sebanyak 2,5 miliar warga dunia berada dalam risiko demam berdarah, menurut data WHO, dan setidaknya 50 juta kasus ditemukan tiap tahun. Hingga saat ini, tak ada vaksin yang mampu mencegahnya. Berbeda dengan malaria, kejadian luar biasa demam berdarah tak bisa diprediksi.

Bagaimana sistem kerja nyamuk anti-demam berdarah ini? Peneliti di Oxitec Limited merekayasa nyamuk jantan steril dengan memanipulasi susunan DNA-nya. Di kepulauan Cayman ini, peneliti melepaskan 3 juta nyamuk jantan untuk menemui betina dari jenis yang sama. Perkawinan keduanya tak akan menghasilkan keturunan. Asal tahu saja, nyamuk pengisap darah hanyalah nyamuk betina yang tengah hamil.

Dalam sepekan, para ilmuwan melepaskan nyamuk secara bertahap sebanyak tiga kali di area seluas 40 acre. Di gugus Kepulauan Karibia ini, demam berdarah memang tengah mewabah. Diharapkan, nyamuk mandul ini akan mampu menekan kasus demam berdarah hingga 80 persen.

Namun langkah ini ditentang sebagian besar aktivis lingkungan. Mereka mengkhawatirkan akan lahir nyamuk mutan — hasil mutasi gen yang tak dikehendaki — yang justru akan membahayakan manusia dan lingkungan.

Kenali Ciri Ciri Aksi Jahat Dari Virus Demam Berdarah Dengue Yang Mematikan

Demam berdarah dengue masih menyisakan berbagai pertanyaan menggantung. Termasuk di dalam keluarga Bain (49), warga Jakarta Timur, yang baru terserang penyakit itu bersamaan dengan putranya, Anan (18), beberapa waktu lalu.

Kesannya, demam berdarah itu bisa remeh, tetapi juga dapat mematikan. Lebih baik tidak ambil risiko,” ujar Bain yang sempat dirawat lima hari di sebuah rumah sakit. Begitu merasa demam, tanpa pikir panjang, Bain yang sudah tiga kali dihinggapi demam berdarah dengue itu memeriksakan diri ke dokter. Kekhawatiran utamanya, demam berdarah.

Sepak terjang penyakit demam berdarah kian mengkhawatirkan. Penyakit yang satu ini tidak pilih-pilih korban dan tak hanya menyerang anak-anak saja, seperti sebelumnya dikenal.

Penyakit berbahaya itu tak lepas dari aksi virus dengue di dalam darah. Dengue berasal dari bahasa Swahili, ki denga pepo, atau serangan tiba-tiba berupa kejang yang disebabkan roh jahat. Dalam bahasa Spanyol kemudian disebut dengue. Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu menjadi wabah di Indonesia pada 1968.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Karya Bhakti, Bogor, Adi Teruna Effendi, mengatakan, demam dengue disebabkan oleh virus dengue (VDEN). Namun, infeksi virus dengue dalam dinamikanya sering menimbulkan ragam gambaran klinik, seperti demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), dan dengue shock syndrom (DSS). Virus dengue mampu memperbanyak diri sehingga menimbulkan penyebaran yang selanjutnya menentukan arah berkembangnya infeksi.

Keberadaan virus di dalam darah memicu sistem imunitas yang ditandai dengan demam akut. ”Hanya saja, terkadang demam itu tidak dirasakan karena tengah bepergian, sibuk, atau kelelahan,” ujar Adi.

Selain itu, pemecahan virus dengue akan melepaskan protein nonstruktural yang nantinya mendorong replikasi virus lebih jauh lagi. Kondisi itu menyebabkan meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah dan dapat menyebabkan terjadinya kebocoran.

Dokter spesialis anak dari Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Alan Roland Tumbelaka, menambahkan, peningkatan hematokrit menjadi salah satu penanda akan adanya ancaman kebocoran plasma yang dapat menyebabkan shock dan berbahaya. ”Dibandingkan dengan nilai trombosit, nilai hematokrit jauh lebih penting dalam menentukan kegawatan suatu kasus demam berdarah dengue,” ujarnya.

Terjadinya shock bergantung pada jenis tipe virus dengue (dikenal dengan serotipe) yang masuk ke tubuh anak. Terdapat empat serotipe, yakni Dengue 1, Dengue 2, Dengue 3, dan Dengue 4. Tingkat kejahatan virus juga berperan. ”Respons kekebalan tubuh dari setiap penderita ikut juga menentukan terjadinya shock atau tidak,” kata Alan.

Perbedaan

Alan menjelaskan, kebocoran plasma (plasma leakage) membedakan antara demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue. Pada DBD terjadi kebocoran plasma karena keluarnya cairan plasma darah dari pembuluh darah seseorang ke jaringan di luar pembuluh darah. Kebocoran itu menyisakan zat padat dalam darah atau sel darah yang ditandai oleh kadar hematokrit (kekentalan darah) meningkat. Kebocoran plasma yang biasanya pada hari ke-3 hingga ke-4 itu dapat dikenali dengan nilai hematokrit (Ht).

Sebagian cairan plasma masuk ke ruang di luar pembuluh darah, seperti ruang antara selaput paru (pleura) atau ke antara selaput pembungkus jantung (perikardium), atau ke ruang antara usus manusia (peritonium). Lantaran keluarnya cairan itu, rongga pembuluh darah menjadi relatif kosong dan tekanannya jadi berkurang. Hal ini memberi gejala turunnya tekanan dalam pembuluh darah dan berakibat fatal shock atau renjatan. ”Inilah komplikasi DBD yang ditakuti orang dan merupakan perbedaan demam berdarah dengue dengan demam dengue,” ujarnya.

Peningkatan hematokrit sekaligus tanda penderita memerlukan tindakan darurat berupa infus yang cepat dan tepat cairan kristaloid atau koloid, tergantung keburukan serta evaluasi situasi yang terjadi. Tidak jarang kemudian penderita memerlukan perawatan di ruang rawat intensif (ICU).

Pada penderita demam berdarah dengue dapat pula terjadi pendarahan karena adanya gangguan fungsi trombosit sehingga terjadi gangguan pembekuan darah. Jumlah trombosit yang menurun (di bawah 100.000 per mm) juga berpengaruh terhadap terjadi perdarahan. Selain itu, timbul gangguan pemakaian fungsi trombosit sehingga mudah terjadi perdarahan. Nilai trombosit mulai menurun pada masa demam dan mencapai nilai terendah pada masa renjatan atau shock.

Menurut Alan, hal lain yang juga penting ialah keterangan infeksi virus dengue tersebut terjadi pertama kali atau tidak. Infeksi pertama kali, berarti virus dengue belum pernah masuk ke tubuh anak sebelumnya dan merupakan infeksi primer. ”Inilah yang terjadi pada demam dengue. Pada infeksi berikutnya, penderita dapat terinfeksi oleh virus dengue kembali, tetapi dari jenis atau serotipe yang berbeda. Biasanya gejalanya lebih berat. Ini yang disebut infeksi sekunder dan biasanya disebut DBD,” ujarnya.

Pada dasarnya, infeksi virus dengue merupakan self limiting infection disease yang akan berakhir 2-7 hari. Lantaran tidak ada obatnya, penanganan pasien dengan memberikan cairan cukup guna mengurangi rasa haus dan dehidrasi.

Pada anak, jika volume darah si anak tidak sampai berkurang pada saat terjadi kebocoran plasma, kebocoran itu dapat dihadapi tubuhnya. Biasanya itu dikarenakan anak mempunyai kesempatan dan kesanggupan minum cukup. Sedangkan anak yang tidak bisa minum, atau sering muntah, mempunyai tendensi mudah menjadi shock. Monitor dan perhatian khusus terhadap derajat kehausan dan kemampuan minum si anak sangat penting.

Selain itu, dapat pula diberikan obat penurun panas dengan berhati-hati. Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (1997), pemakaian obat antidemam golongan parasetamol lebih tepat untuk menurunkan demam berdarah dengue.

Asam asetilsalisilat ataupun obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen, mempunyai indikasi kontra pada demam dengue ataupun DBD yang dapat menimbulkan risiko perdarahan. Namun, tetap saja kecepatan deteksi dan penanganan ikut menentukan keselamatan penderita dari lubang maut.

Obat Malaria Baru Dalam Satu-Dosis Ditemukan

Para periset menemukan obat malaria baru yang menjanjikan, berpotensi mengatasi sifat resistensi penyakit mematikan dalam satu-dosis, menurut studi terbitan jurnal Sains, Kamis.

Obat itu mungkin siap menjalani ujicoba klinis paling cepat akhir tahun ini dan nampaknya lebih ampuh daripada obat yang saat ini digunakan, kata para periset.
“Kami sangat tertarik oleh senyawa barunya,” kata pengarang studi tersebut, Elizabeth Winzeler, profesor di Scripps Research Institute dan anggota Genomics Institute of the Novartis Research Foundation.
“Obat itu memiliki banyak fitur bagus sebagai calon obat, termasuk profil keamanan efektif dan potensi penyembuhan dengan satu dosis secara oral.”
Metode pengobatan terkini mengharuskan pasien minum obat antara satu hingga empat kali sehari selama tiga hingga tujuh hari. Melalui pengurangan pengobatan hingga hanya dengan satu dosis memperkecil kesempatan parasit mengembangkan resistensi terhadap obat, kata para periset.
Kurang lebih terdapat 247 juta kasus malaria pada 2008 yang menyebabkan sekitar satu juta kematian, terutama diantara anak-anak di Afrika, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Malaria ditularkan ketika orang digigit nyamuk yang terinfeksi parasit yang disebut Plasmodium.
Parasit itu menyebabkan panas dan muntah dan dapat dengan cepat mengancam jiwa dengan mengganggu pasokan darah ke organ vital.
Parasit mengembangkan resistensi terhadap sejumlah obat malaria di banyak tempat di dunia dan telah berlangsung lebih dari satu dasawarsa sejak obat malaria jenis baru mulai digunakan secara luas.
“Malaria tetap menjadi momok,” kata Mark Fishman, presiden Novartis Institutes for BioMedical Reseach.
“Parasit tersebut telah mempertontonkan kemampuan yang membuat frustrasi dengan mengelabuhi obat-obatan baru, dari kina sampai toleransi yang kian mengganggu kini terhadap turunan artemisinin,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Kami senang bahwa para ilmuwan kami mampu memberikan terapi malaria baru potensial ini, didasarkan pada struktur kimia yang belum pernah ada dan diarahkan pada sasaran baru dan berbeda.”
Obat tersebut diujikan pada tikus-tikus yang terinfeksi jenis malaria yang bisa membunuh mereka dalam waktu satu minggu.
Satu dosis besar obat itu menyembuhkan kelima tikus yang terinfeksi itu. Tiga dari enam tikus penerima dosis lebih sedikit disembuhkan dan tingkat kesembuhan naik menjadi 90 persen ketika tikus itu diberi tiga dosis jumlah-kecil tadi.
Pengembangan obat malaria baru itu sedikit memiliki insentif ekonomis karena penyakit itu terutama menghantam negara-negara termiskin di dunia.
Senyawa, dengan sebutan NITD609, dikembangkan melalui kemitraan yang melibatkan raksasa farmasi Novartis, sejumlah organisasi nirlaba, badan pemerintah AS dan Singapura dan para periset di berbagai universitas di Amerika Serikat, Swiss, Thailand, dan Inggris Raya.
Obat itu ditemukan melalui pemindaian 12.000 produk alami dan senyawa sintetis dari perpustakaan Novartis untuk mendapatkan senyawa aktif melawan kebanyakan parasit malaria paling mematikan.
Pemindaian pertama menghasilkan 275 senyawa dan kemudian dari daftar itu dipersempit menjadi 17 calon potensial.
“Dari awal, NITD609 menonjol karena dia kelihatannya berbeda, dalam hal struktur dan kimiawinya, dari semua obat antimalaria yang digunakan sekarang,” kata Winzeler dalam sebuah pernyataan.
“Obat malaria baru yang ideal bukan hanya merupakan modifikasi dari obat-obatan yang ada, tetapi yang memiliki fitur dan mekanisme aksi baru serta berbeda secara keseluruhan. NITD609 memilikinya.”

Berbagai studi lebih jauh terhadap binatang sedang berjalan dan para periset sedang dalam proses mendapatkan persetujuan bagi percobaan tahap-awal pada manusia.

Huang Mampu Menangkap 4 Juta Nyamuk Per Bulan

Seorang perempuan Taiwan meraih rekor dunia sebagai penangkap nyamuk. Tak tanggung-tanggung, ia menangkap empat juta nyamuk dalam sebulan. Perempuan itu pun diganjar hadiah berupa uang tunai senilai 1.900 poundsterling.

Huang Yuyen, dari daerah Yunlin di Taiwan selatan, mengalahkan 72 saingannya dalam kontes menangkap nyamuk yang diselenggarakan Imbictus International, perusahaan pembuat perangkap serangga. Telegraph, Senin (2/8/2010), melaporkan, total berat nyamuk yang tertangkap mencapai 1,5 kilogram. Jumlah yang dicapai Huang itu lebih banyak dua kali lipat dari yang berhasil ditangkap saingan terdekatnya.

Imbictus International telah mengirimkan usulan ke Guinness World Records untuk meminta agar prestasi Huang diakui sebagai rekor dunia.

Sebagai informasi, nyamuk menjadi bahaya utama kesehatan masyarakat Taiwan, terutama sebagai pembawa malaria sampai dengan tahun 1965, sebelum nyamuk malaria dibasmi di pulau itu. Namun, sampai saat ini nyamuk masih berbahya, terutama dalam penyebaran demam berdarah

Puluhan Ternak Dibunuh Oleh Nyamuk Kepala Putih

Puluhan ternak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mati akibat serangan nyamuk berkepala putih yang hingga kini jenisnya belum bisa teridentifikasi.

“Puluhan ternak kebanyakan kambing dan sapi telah mati akibat serangan nyamuk berkepala putih. Tapi kita belum tahu apa jenis nyamuk tersebut karena masih diteliti di laboratorium,” kata Kepala Dinas Perternakan Provinsi Riau, Patrianov, di Pekanbaru, Kamis (7/1/2010).

Serangan nyamuk berkepala putih mulai terjadi di Inhu sejak Desember 2009. Umumnya, hewan yang diserang nyamuk itu adalah ternak kambing dan sapi, namun ditemukan juga pernah mematikan ternak ayam.

Ukuran nyamuk tersebut tidak jauh berbeda dengan nyamuk biasa, namun kepalanya berwarna putih. Serangga ini menyerang ternak warga menjelang malam hari.

Bahkan, warga yang panik akibat serangan nyamuk berkepala putih terpaksa memasang kelambu di kandang untuk ternak mereka.

Namun, Patrianov mengatakan usaha tersebut tidak berhasil. “Nyamuk tersebut banyak menyerang di kandang ternak. Walaupun sudah diberi kelambu di kandang tersebut, tapi nyamuk tersebut masih bisa menyerang dan menyebabkan kematian,” ujarnya.

Menurut dia, nyamuk kepala putih diduga berkembang biak pada saat banjir datang.

Seorang warga Inhu, Ruli (26) mengatakan nyamuk kepala putih juga menyerang manusia. Namun, hingga kini belum menyebabkan korban jiwa.

“Bila nyamuk itu hinggap di tubuh dan menggigit dia akan lengket, nyamuk tidak mau diusir. Gigitannya juga sakit melebihi gigitan nyamuk biasa,” katanya.

Cara Mengusir Nyamuk Dengan Cara Alami

Obat penyemprot nyamuk yang terbuat dari bahan-bahan kimiawi DEET sebenarnya tak baik untuk tubuh manusia. Disebutkan oleh situs Intent, beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide) pada obat penyemprot terkait dengan kerusakan pada otak. Nah, daripada menggunakan zat berbahaya di rumah, lebih baik pilih yang alami, kan?

Berikut adalah beberapa zat alami yang mampu mengusir nyamuk-nyamuk membandel.

* Citronella. Ini adalah salah satu yang paling terkenal mampu mengusir nyamuk. Untuk dioleskan, pilih minyak esensial citronella murni, jangan minyak pewangi ruangan (fragrance oil). Minyak pewangi yang digunakan untuk membakar tidak cukup untuk dioleskan dan menghalau nyamuk.

* Minyak kedelai. The New England Journal of Medicine melaporkan, bahwa minyak kedelai juga sama efektifnya dengan obat nyamuk DEET. Harga minyak kedelai pun lumayan terjangkau, plus baik sebagai pelembap kulit. Riset lain mengatakan, bahwa kandungan dalam kedelai bisa memperlambat pertumbuhan rambut pada tubuh ketika dioleskan.

* Catnip. Sejenis tumbuhan harum bernama catnip ditengarai memiliki efektivitas 10 kali lebih baik dibanding DEET dalam menghalau nyamuk.

* Minyak biji neem, yang diekstrak dari tanaman yang tumbuh di India dikabarkan lebih efektif ketimbang DEET. Riset ini dikeluarkan oleh Institut Malaria di India.

* Lavender. Minyak lavender juga memiliki wangi yang harum dan memiliki efek menenangkan, baik untuk mengusir nyamuk. Carilah minyak esensial lavender untuk dibalurkan pada tubuh. Atau, sabun beraroma lavender.

* Bawang putih. Nyamuk tak tahan bau bawang putih. Jika Anda benar-benar terganggu dengan nyamuk, coba makan banyak bawang putih, aromanya akan keluar lewat kulit Anda. Tentu jika Anda tak masalah dengan memiliki bau badan ini.

Walikota Jakarta Pusat (Jakpus), Sylviana Murni, mengimbau warganya untuk memulai menanam sebanyak mungkin tanaman kemangi di halaman rumah masing-masing. Jenis tanaman perdu yang biasa jadi lauk lalapan sebagian masyarakat ini ternyata bisa menjadi pengusir nyamuk termasuk nyamuk aedes aegypti penyebar penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Jika warga ingin terhindar dari gigitan maut nyamuk itu, mulai sekarang harus menanam sebanyak mungkin Kemangi di halaman rumah masing-masing. Menurut hasil penelitian, tanaman ini dapat mengusir nyamuk penebar DBD,” ujar Sylviana saat memberikan arahan dalam kegiatan keliling penanggulangan DBD di Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jumat (17/4).

Sylviana mengatakan, selain kemangi, tanaman jahe dan lengkoas juga termasuk tanaman yang tak disukai nyamuk tersebut.

PSN

Menurut Sylviana, penanaman tiga tanaman tersebut merupakan cara alternatif untuk mengusir nyamuk. Namun, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI ini, pemberantasan nyamuk tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan PSN secara rutin yang harus dilakukan semua komponen masyarakat secara serempak.

“Jika ada satu rumah saja yang tak mau mengikuti PSN padahal di rumahnya terdapat nyamuk, maka PSN akan sia-sia dan percuma saja. Satu rumah yang terdapat nyamuk akan mengigit warga lainnya dan DBD akan kembali menyebar,” papar Sylviana.

Mantan None Jakarta tahun 1981 itu mengatakan, sesuai data angka kasus DBD di Jakpus masih tetap tinggi. Pada tahun 2007 kejadian kasus mencapai 3876 jiwa meninggal 7, tahun 2008 kasus mencapai 3452 jiwa meninggal 2, dan 2009 sejak Januari hingga 16 April mencapai 1163 jiwa meninggal 3 orang. Bahkan dari 44 Kelurahan 9 kelurahan diantaranya masuk dalam peta zona merah atau rawan dengan korban berturut-turut 3 minggu mencapai diatas 9 jiwa.

Lurah Johar Baru, Maksum Saragih, mengakui, wilayahnya meduduki peringkat ke 3 kasus DBD tertinggi di Jakarta Pusat. Tahun 2009, sejak Januari hingga pertengahan April jumlah kasus mencapai 197 jiwa. Tingginya kasus diantara akibat banyaknya lahan kosong bersemak, banyaknya bangunan kosong, dan tingkat kepedulian masyarakat yang masih relatif rendah.

Ciri Ciri Manusia Yang Disukai Oleh Nyamuk

Meski kecil tapi gigitan si nyamuk bisa berbahaya. Bukan cuma menimbulkan gatal tapi juga penyakit yang membahayakan nyawa. Sebenarnya kalau diperhatikan ada orang-orang tertentu yang disukai nyamuk.

Fenomena pilih-pilih sasaran oleh nyamuk ini rupanya menarik bagi para ahli. Menurut Jerry Butler, PhD, profesor emeritus dari Universitas Florida, sekitar 1 dari 10 orang adalah favorit nyamuk. Tetapi darah yang dihisap bukan untuk makanan. Nyamuk betina, nyamuk jantan tidak menggigit, membutuhkan darah manusia untuk mengembangkan sel telur.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mencari tahu ciri-ciri tertentu yang disukai nyamuk. “Ada bebauan tertentu yang disukai nyamuk,” kata Joe Conlon, PhD, penasehat ahli dari American Mosquito Control Association. Namun dengan adanya 400 jenis bau yang diuji, butuh waktu panjang untuk memecahkan misteri ini.

Menurut para ahli, ada elemen kimia tertentu dalam kulit kita yang menarik nyamuk untuk mendekat. “Orang-orang dengan kadar steroid yang tinggi juga kolesterol yang ada di permukaan kulit sangat disukai nyamuk,” kata Butler.

Nyamuk juga diketahui menyukai orang yang kelebihan zat asam, seperti asam urat. “Zat kimia ini merangsang penciuman nyamuk dan memikat nyamuk untuk mendarat di kulit,” kata John Edman, PhD, juru bicara Entomological Society of American.

Ditambahkan oleh Edman, nyamuk sudah tertarik untuk menggigit seseorang jauh sebelum ia mendarat. “Nyamuk bisa mencium mangsanya dari jarak 50 meter,” ujarnya. Karbondioksida yang dihembuskan dari napas kita juga memancing liur nyamuk. Makanya ibu hamil adalah salah satu target nyamuk untuk digigit. Ini karena saat hamil seorang wanita memproduksi karbon dioksida dalam jumlah besar.

Mengapa nyamuk suka mengerubungi tubuh dan pakaian kita? Untuk menjawab pertanyaan itu, pakar kimia ekologi Walter Lear meneliti apakah manusia menghasilkan semacam bau yang mengundang nyamuk. Ia dan para koleganya menemukan zat yang mereka cari, yakni nonanal, zat yang dihasilkan manusia dan burung-burung yang mengeluarkan aroma yang mengundang nyamuk Culex.

Ia awalnya melakukan percobaan pada dirinya sendiri. “Aku mengukur kadar pada diriku sendiri,” kata Leal. Rekannya menempelkan alat seperti suntikan pada kulitnya, lalu dibungkus dengan aluminium foil agar terisolasi. Setelah sejam, ujung suntikan itu dimasukkan ke suatu alat untuk mengukur kadar nonanal.

“Ternyata tubuhku menghasilkan cukup banyak (nonanal),” kata Leal, “Saya rasa tubuh saya melepaskan 20 nanogram (nonanal) per jam. Itu termasuk tinggi.”

Kini Leal sadar bahwa inilah alasan kenapa dulu ketika ia di Meksiko, walaupun sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, ia tetap diburu nyamuk.

“Banyak sekali nyamuknya, saya hampir tak percaya,” ia bernostalgia, “Aku menyemprotkan Deet (anti nyamuk) di mana-mana, sampai di rambutku. Dan waktu pagi aku sadar nyamuk-nyamuk bahkan menggigit menembus kaos kakiku, padahal cukup tebal. Kalau kelewatan satu titik saja, maka pasti ditemukan nyamuk, lalu digigit. Nyamuk bahkan bisa menggigit menembus jeans, selama mereka tahu di baliknya ada pembuluh darah. Mereka juga bisa mendeteksi panas tubuh.”