Category Archives: Komputer

Mobil Kini Dilengkapi Anti Serangan Cyber


Teknologi untuk melindungi mobil dari serangan cyber telah dikembangkan oleh dua ahli yang pernah memaparkan cara meretas Toyota Prius dan Ford Escape. Chris Valasek dan Charlie Miller, dua ahli tersebut, pernah membeberkan berbagai cara melakukan serangan cyber terhadap kendaraan, misalnya langkah untuk memanipulasi rem pada Prius dan Escape yang sedang melaju.

Dua orang tersebut membeberkan celah serangan itu saat konferensi peretas Def Con di Las Vegas musim semi lalu. Kini, kepada Reuters, Valasek mengatakan dia dan Miller akan memamerkan purwa rupa “alat pencegah gangguan” untuk kendaraan. Keduanya akan memamerkan karya pada konferensi peretas Black Hat di Las Vegas pekan depan.

Komponen-komponen elektronik dalam alat itu jika ditotal harganya sekitar 150 dolar AS. Tapi, yang utama dari alat tersebut adalah satu set algoritma komputer yang mendengarkan lalu lintas jaringan pada kendaraan sehingga mengetahui yang wajar. Jika terjadi serangan cyber ke kendaraan, alat tersebut akan mendeteksi adanya anomali lalu memblokir aktivitas yang tidak wajar itu, kata Valasek.

Valasek dan Miller, dua tokoh yang dikenal sebagai ahli komputer, mengaku bahwa mereka membuat alat itu untuk membantu pabrik-pabrik kendaraan menemukan cara melindungi sistem komputer mobil. “Kalau internet saya diretas atau kartu kredit saya dicuri, itu bukan masalah besar,” kata Valasek. “tapi, membuat mobil tabrakan adalah masalah nyawa. Kami ingin berperan serta untuk solusi.”

Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) pada pernyataan hari Selasa mengemukakan tidak ada data tentang kecelakaan yang diakibatkan peretasan sistem kendali pada kendaraan. Industri otomotif sejak beberapa tahun terakhir memperkuat usaha untuk mengetahui dan mengukur potensi risiko pada keamanan cyber.

“Keamanan dunia cyber adalah masalah global dan menjadi ancaman yang semakin besar untuk semua industri termasuk otomotif,” kata Jack Pokrzywa, manajer standar kendaraan darat global dari SAE International. Sementara itu, wakil dari Ford belum memberikan komentar terkait teknologi itu sedangkan pihak Toyota belum bisa dihubungi untuk memberikan komentar, kata Reuters.

Joanne Milne Umur 39 Tahun Yang Lahir Tuli dan Buta Kini Bisa Mendengar Karena Kemajuan Teknologi


Joanne Milne dari Gateshead, Inggris, lahir dalam kondisi tuli karena sindrom Usher. Hal ini juga membuatnya kehilangan penglihatannya ketika ia berusia 20-an tahun. Dia sekarang buta juga.

Namun berkat dokter di Queen Elizabeth Hospital, Birmingham, Milne pulih dari ketuliannya. Sekitar empat minggu lalu, ia menjalani operasi untuk implan koklea. Minggu ini, ia kembali ke rumah sakit untuk mengaktifkan implan itu.

Dalam video yang diambil keluarganya, Milne duduk di hadapan seorang karyawan rumah sakit yang memperingatkan dengan bahasa isyarat bahwa pendengaran pertamanya mungkin akan agak asing baginya. Milna tersenyum, tapi air matanya meleleh.

“Bisakah Anda mendengar suara Anda sendiri?” tanya petugas. Ia menjawab, “Bisa.”

Video Milne kini diunggah ke Youtube, dan dengan cepat mendulang hingga 1,43 juta pengunjung dalam hitungan hari. Banyak komentar memuji Milne untuk keberaniannya serta kemajuan teknologi medis.

“Mendengar untuk pertama kalinya begitu emosional. Saya tidak bisa berhenti menangis,” kata Milne mengatakan kepada The Journal. “Selama 48 jam terakhir aku mendengar seseorang tertawa di belakangku, burung-burung berkicau…mereka tidak harus menyentuh lengan saya untuk memanggil saya. Ini merupakan lompatan besar.”

Milne sekarang gemar mendengarkan musik. Lagu pertama yang Milne dengar adalah Imagine John Lennon.

Software 3D Autodesk Mampu Prediksi Bencana Jika Digunakan Secara Tepat


Teknologi Building Information Modeling (BIM) Autodesk diklaim mampu menerima beragam informasi sebelum suatu perusahaan melaksanakan proyek konstruksi. Informasi ini termasuk analisis soal kemungkinan adanya potensi bencana alam di sekitar lahan yang akan dibangun.

“Potensi bencana selalu menjadi pertimbangan untuk merancang bangunan yang dapat diketahui melalui pemanfaatan tiga dimensi (3D),” ujar Regional BIM Manager Lend Lease Asia, Phil Lazarus, di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2014.

Lend Lease sudah memanfaatkan teknologi BIM untuk sejumlah proyeknya, di antaranya pembangunan INSEAD Business School dan Stamford American School, keduanya berlokasi di Singapura. Lazarus menyebutkan, teknologi 3D juga memiliki kemampuan antisipasi terhadap suatu lahan. Teknologi ini diklaim mampu menganalisis volume tanah agar kelak dalam pembangunan volume ini dapat direduksi hingga 50 persen.

BIM juga memungkinkan perusahaan untuk mengukur tata letak instalasi listrik dan saluran pembuangan. “Intinya agar proyek infrastruktur dapat lebih efisien,” kata Lazarus.

Dia mengatakan penggunaan 3D merupakan tahap yang paling penting dalam mengawali proses konstruksi. Sebab, tahap ini terdiri atas proses ekstraksi dokumen, data, dan titik koordinat bangunan.

Adapun Country Manager Autodesk Indonesia, Achirul Jamal, mengatakan BIM dapat digunakan untuk proyek dalam berbagai skala. “Bahkan pernah digunakan untuk proyek pembangunan jalan sepanjang lima kilometer, jadi tidak hanya yang skalanya besar,” katanya, di tempat yang sama.

Achirul mengatakan perusahaan di Tanah Air yang sudah memanfaatkan teknologi BIM di antaranya adalah perusahaan dari sektor infrastruktur, arsitektur, manufaktur, minyak dan gas, serta industri alat berat. “Kontribusi terbesar berasal dari perusahaan arsitektur dan manufaktur,” ujarnya.

Namun Jamal enggan menyebutkan berapa jumlah perusahaan dari kedua sektor tersebut serta persentasenya terhadap pemasukan Autodesk di Indonesia. “Prediksinya tahun ini pemanfaatkan BIM akan semakin tumbuh di Indonesia,” katanya.

Google Kembangkan Lensa Kontak Komputer


Google kembali menunjukkan ambisinya dalam mengembangkan perangkat teknologi yang dapat dikenakan (wearable technology). Perusahaan mesin pencarian Internet terbesar itu, Kamis, menyatakan sedang mengembangkan lensa kontak pintar. Menurut USAToday, lensa tersebut mengukur glukosa dalam air mata menggunakan chip nirkabel dan sensor glukosa mini.

Pada tahap awal, Google berharap teknologi ini dapat membantu mengelola diabetes penggunanya dengan lebih baik. Proyek ini merupakan penemuan terbaru yang muncul dari unit perusahaan Google X yang bekerja dalam waktu jangka panjang.

Teknologi ini beresiko tidak akan sukses secara komersial, namun berpotensi mengubah cara hidup seseorang secara drastis. Google X juga telah menghasilkan mobil yang bisa mengemudi sendiri (self-driving) dan Google Glass.

Google menyatakan go public dengan proyek lensa kontak pada tahap awal karena tengah mencari mitra ahli yang dapat membawa teknologi ini ke pasar di masa mendatang.

NSA Ciptakan Super Komputer Quantum Untuk Pecahkan Enkripsi Apa Saja Dalam Hitungan Detik


Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) tengah mengambil langkah untuk menciptakan satu “komputer kuantum” yang bisa memecahkan enkripsi apa saja, lapor Washington Post, Kamis waktu setempat atau Jumat WIB ini. Laporan The Post yang didasarkan dari dokumen-dokumen yang dibocorkan buronan NSA Edward Snowden itu menyebutkan komputer tersebut akan membuat dinas rahasia mampu memecahkan enskripsi yang digunakan untuk melindungi catatan-catatan bank, medis, bisnis dan pemerintah di seluruh dunia.

Komputasi kuantum menjadi salah satu sasaran perusahaan-perusahaan komersial seperti IBM karena bisa memanfaatkan energi atom dan molekul untuk meningkatkan kecepatan dan keamanan komputer serta perangkat-perangkat lainnya. Namun para pakar menilai tak mungkin NSA menciptakan mesin seperti itu tanpa sepengetahun komunitas ilmuwan.

“Mustahil NSA bisa jauh di depan dunia terbuka tanpa ada yang mengetahuinya,” kata Scott Aaronson dari Institut Teknologi Massachusetts kepada The Post. The Post menyebutkan, berdasarkan dokumen-dokumen bocor itu, NSA menyelenggarakan riset di ruangan besar terselubung yang disebut Sangkar Faraday yang dirancang untuk mencegah energi elektromagnetis masuk atau keluar.

Karena kekuatan komputasinya yang cepat, komputer kuantum yang tengah bekerja dapat memecahkan tool-tool enkripsi terkuat yang dipakai saat ini untuk kegiatan-kegiatan online, termasuk bank dan email. Sejumlah perusahaan IT seperti Google dan Yahoo beberapa pekan terakhir menyatakan tengah mengenkripsi komunikasi mereka menyusul laporan bahwa NSA telah memecahkan standard-standard enkripsi yang sekarang berlaku.

Laporan bulan September lalu dari New York Times, ProPublica dan The Guardian yang juga didasarkan dari dokumen yang dibocorkan Edward Snowden menyebutkan, dinas rahasia AS dan Inggris mampu membaca data dengan ekspripsi paling aman sekali pun. Dokumen-dokumen bocor itu mengungkapkan bahwa NSA, bekejasama dengan mitranya dari Inggris GCHQ, membobol enkripsi itu dengan memanfaatkan superkomputer, perintah pengadilan dan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan IT.

Jika laporan ini benar, maka program super rahasia ini akan mengalahkan apa pun yang digunakan untuk membuat data aman dan privasi dalam internet, dari email sampai chat dan komunikasi via ponsel pintar. Tahun lalu para peneliti IBM mengaku telah mencapai kemajuan dalam komputasi kuantum yang dapat mengalahkan superkomputer mana pun yang sekarang ada.

Tipe komputasi baru ini memanfaatkan informasi yang dikodekan menjadi bit-bit kuantum atau qubit, dengan mengaplikasian satu teori yang selama berdekade-dekade dibahas para ilmuwan. Komputasi kuantum memperluas bagian informasi paling dasar yang biasa dimengerti komputer sehingga bisa melakukan jutaan penghitungan sekaligus, demikian AFP.

Lulusan IT Kebanyakan Tidak Siap Kerja Karena Banyak Dosen Tidak Punya Pengalaman Kerja


Pakar Teknologi Informasi dari ITB, Budi Rahardjo. menyatakan banyak lulusan program IT tak siap menghadapi dunia kerja.

“Mereka tidak siap karena memang ada kesenjangan materi yang diajarkan di kampus dan apa yang dibutuhkan di industri,” kata Budi di Jakarta, Kamis.

Budi menjelaskan banyak dosen yang sebenarnya tidak mengerti kebutuhan industri sehingga tak bisa memberikan materi yang diperlukan dalam dunia kerja.

“Kebanyakan dosen lulus langsung jadi dosen, mereka belum pernah mencoba sendiri bekerja di dunia industri, selain itu soft skill sulit diajarkan di kampus karena keterbatasan waktu,” katanya.

Budi menyarankan mahasiswa untuk memanfaatkan program magang di perusahaan-perusahaan selama kuliah sehingga saat lulus mereka memiliki bekal talenta memadai.

“Kerja sama industri dan perguruan tinggi harus ditingkatkan dalam mengadakan program internship agar mahasiswa nantinya punya kesempatan mengenal lapangan sebelum lulus,” kata dia.

40 Persen Pasangan Masih Tetap Berponsel Ria Sambil Bercinta


Kecanduan teknologi telah memberikan dampak di hampir segala sendi kehidupan, tak terkecuali terhadap kehidupan seks pasangan suami istri. Saking tidak bisa lepas, 40 persen pasangan masih sempat memainkan ponsel sembari bercinta dan dari jumlah tersebut 60 persen dilakukan ketika memberi/menerima oral seks bahkan sebanyak 20 persen mengabadikan aksinya untuk kenang-kenangan atau ditunjukan pada teman selingkuhnya.

Sebuah studi yang dilakukan perusahaan teknologi Jumio mengungkap betapa teknologi, khususnya ponsel begitu ‘nyandu’ di kehidupan manusia modern. Selain bercinta, menyetir mobil juga dilakukan sambil memainkan ponsel oleh 55 persen responden.

Hasil pengamatan terhadap 1.102 responden pengguna ponsel alias telepon seluler menunjukkan, orang dewasa muda paling susah melepaskan diri dari ketergantungan tersebut. Di kelompok usia 18-34 tahun, 37 persen responden berhubungan seks sambil memainkan ponsel.

Ketergantungan terhadap teknologi juga bisa diamati dalam kegiatan lain yang tidak kalah privat, yakni saat mandi. Sebanyak 12 persen responden dalam studi tersebut mengatakan tidak pernah lupa membawa ponsel dan memainkannya di kamar mandi.

Lebih dari 30 persen responden mengecek ponselnya meski saat sedang asyik nonton di bioskop, sementara 19 persen juga melakukannya saat sedang ibadah. Bahkan saat sedang berkencan dengan pasangan untuk makan malam, 33 persen tidak bisa menjauhkan jemarinya dari ponsel.

“Orang melihat ponsel sebagai kepanjangan dari hidupnya. Mereka membawanya ke manapun mereka pergi, mulai dari kamar mandi hingga di kendaraan umum, dari kencan makan malam sampai kamar tidur,” kata Marc Barach dari Jumio seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (12/7/2013).

Penelitian lain yang melibatkan 2.021 pengguna ponsel menunjukkan bahwa kecanduan teknologi sebenarnya sangat mengganggu kehidupan pribadi. Sebanyak 12 persen responden menilai, pasangan yang tak bisa berhenti mengecek ponsel adalah sebuah masalah.

Acer, Asus, dan Toshiba Luncurkan Tablet Windows 8 Harga Murah


Tiga vendor perangkat mobile, yakni Asus, Acer dan Toshiba, sedang menyiapkan tablet yang berjalan dengan sistem operasi Windows 8. Ketiga vendor akan memamerkan tablet Windows 8 mereka di pameran Computex, pekan depan di Taiwan.

Tablet Windows 8 dari Acer akan menggunakan prosesor Intel, Toshiba menggunakan prosesor berarsitektur ARM dari Texas Instruments. Sementara Asus, akan memakai prosesor Tegra dari Nvidia yang berarsitektur ARM.

Menurut seorang sumber yang menginformasikan hal ini kepada Bloomberg, Jumat (1/6/2012), Asus juga akan membuat tablet dengan prosesor Intel.

Wakil Presiden Microsoft Steven Guggenheimer, akan membawa tablet Asus dalam presentasinya di acara Computex yang akan digelar mulai tanggal 6 Juni mendatang. Tablet dari Asus ini akan disertai keyboard dock seperti seri Transformer Prime.

Dengan ketiga vendor itu mengadopsi Windows 8 untuk perangkat tablet mereka, maka pasar tablet global akan semakin kuat. Tablet Android yang selama ini mendominasi pasar akan menemui pesaing baru.

Melihat sepak terjang Intel yang semakin gencar di industri perangkat mobile, AMD tak mau tinggal diam.

Perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, AS ini tengah menyiapkan prosesor ultra-low-voltage (ULV) hemat daya yang ditujukan untuk perangkat tablet dengan sistem operasi Windows 8.

Prosesor hemat-daya untuk tablet tersebut diberi kode nama “Hondo” dan dibuat menggunakan arsitektur “Bobcat” dengan fabrikasi 40 nanometer seperti pada APU seri C dan seri E dari produsen yang bersangkutan.

Konsumsi dayanya diklaim hanya sebesar 4-5 watt, bersaing dengan Intel Atom Z2670 (Clover Trail) yang juga ditujukan untuk tablet Windows 8.

“Kami menyasar segmen industri yang paling tepat (sweet spot),” ucap general manager Unit Bisnis Global AMD, Lisa Su, seperti dikutip dari Metro Companion Apps. “Sasarannya termasuk mainstream, entry -dan, ya, tablet juga sangat diperhatikan karena kami percaya pertumbuhan pasar ada di situ.”
Peluncuran “Hondo” dijadwalkan untuk kuartal empat tahun ini, berdekatan dengan waktu rilis tablet Windows 8 yang pada Oktober.

AMD juga sudah merencanakan penerus Hondo, “Tamesh”, dengan basis arsitektur x86 “Jaguar”, yang akan datang pada 2013.

Penelitian Harvard Business Review Menunjukan Bahwa Bill Gates Lebih Baik Dari Steve Jobs Untuk Diteladani


- Bill Gates dan Steve Jobs. Dua nama ini paling populer di dunia teknologi.

Gates merupakan pendiri Microsoft, sebuah perusahaan software raksasa dan masuk daftar orang terkaya sejagad. Sementara Jobs adalah bos Apple Inc, yang fenomenal karena mampu menghasilkan produk yang nyaman dipakai.

Sejak meninggal dunia pada 6 Oktober lalu, Jobs mendapat banyak simpati dan pengakuan dari seluruh pencinta teknologi di seluruh dunia. Dia dianggap berjasa karena mampu menciptakan teknologi baru melalui produk Apple.

Namun, menurut penilaian Harvard Business School, bukan Jobs yang layak dijadikan panutan bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha di bidang teknologi alias teknopreneur. Adalah Bill Gates yang lebih tepat untuk mendapat pengakuan sebagai teknopreneur yang baik dan layak ditiru.

Penilaian itu diambil dari tulisan Maxwell Wessel, seorang peneliti di Harvard Business School, yang sedang menulis untuk Forum for Growth and Innovation.

Wessel menilai, meskipun Steve Jobs adalah seorang visioner dan kemungkinan menjadi pemimpin generasi yang paling penting dalam dunia bisnis, Bill Gates merupakan orang yang lebih baik untuk dijadikan model pebisnis secara keseluruhan.

“Saya tidak yakin kita harus mengidolakan Steve Jobs,” kata Wessel seperti dikutip situs teknologi PC World, Senin, 7 November 2011.

Alasannya sederhana, Bill Gates memberikan warisan utama untuk membantu orang lain dan mengubah dunia melalui filantropi. Adapun Jobs membentuk warisan utamanya dengan sebuah bangunan perkantoran besar.

Untuk membuktikannya, Wessel sampai mengutip pernyataan Gates yang disampaikan kepada komunitas Harvard.

“Saya harap Anda merefleksikan perilaku dari bakat dan energi yang Anda miliki. Saya harap Anda tidak hanya memposisikan diri pada prestasi profesional Anda, tetapi juga menunjukkan seberapa besar Anda bisa bekerja untuk mengatasi ketidakadilan dan memperlakukan orang lain dari sudut pandang yang sama dan kemanusiaan,” kata Gates.

Wessel menambahkan, sebagaimana cintanya kepada Apple Inc, dia akan dengan senang hati menyerahkan iPhone kesayangannya untuk memberi makan anak-anak yang kelaparan.

Memori Super Komputer Dari Kaca Bagaikan Difilm Superman Ditemukan Oleh Southampton University


ANDA tentu ingat kristal memori dalam film Superman?

Benda ajaib itu ternyata menginspirasi sejumlah peneliti di Southampton University mengembangkan hard drive yang terbuat dari kaca.

Mereka menggunakan laser guna mengatur ulang atom dalam potongan kaca dan membentuknya menjadi memori komputer jenis baru. Alat penyimpan memori yang terbuat dari kaca diklaim dapat menahan suhu hingga 982 derajat celsius dan tahan air sehingga dapat bertahan ribuan tahun tanpa kehilangan data.

”Informasi dapat ditulis, dihapus dan ditulis ulang ke dalam struktur molekul kaca menggunakan laser,” kata Ketua Peneliti Martynas Beresna seperti dikutip telegraph.co.uk.

Proses pengubahan perjalanan cahaya melalui kaca juga menciptakan pusaran cahaya yang terpolarisasi, lalu dapat dibaca dalam banyak cara sebagai data dalam serat optik.

Menurut Beresna, memori kristal yang bentuknya tidak lebih besar dari layar ponsel mampu menampung data setara blu-ray disc berkapasitas 50GB.

Proyek penelitian Optoelektronik di Southampton University itu sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Applied Physics Letters.