Arsip Kategori: Gadget

Spesifikasi Mobil Esemka Buatan Siswa SMK Solo Yang Langsung Dipakai Walikota Solo Sebagai Mobil Dinas

Bagi Wali Kota Solo, Joko Widodo, mobil Kiat Esemka, produksi siswa SMK di Solo lebih bagus dari mobil manapun.
“Dari segi desain, kualitas, maupun mesinnya, mobil ini menang semuanya. Mau mobil Amerika, Jepang isih apik iki,” ujarnya usai menjajal mobil Kiat Esemka di halaman Balai Kota Solo, Senin (2/1/2012).

Mobil karya siswa SMK tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu memproduksi mobil dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk asing.

Dengan alasan untuk mendukung produk lokal, wali kota yang akrab disapa Jokowi tersebut akhirnya mau mengganti mobil dinasnya. Sebelumnya, mobil Toyota Camry keluaran tahun 2002 warisan wali kota terdahulu selalu menemani Jokowi dalam menjalankan tugas.

Bahkan pada November 2011 lalu, dirinya pernah marah kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo karena menganggarkan mobil dinas baru untuk pejabat Pemkot Solo di APBD 2012.

Jokowi marah lantaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Solo mengusulkan anggaran Rp 5 miliar untuk pengadaan mobil operasional Pemkot Solo, satu di antaranya mobil dinas baru untuk wali kota.

Mobil Kiat Esemka merupakan mobil lokal hasil karya siswa SMK di Solo yang bekerjasama dengan perusahaan perakitan mobil, Kiat Motor di Kabupaten Klaten. Kepala Sekolah SMK 2, Susanta menjelaskan, diperlukan waktu sekitar 2 bulan untuk merakit mobil-mobil itu. “Siswa kami yang merakit dengan dukungan dari Kiat Motor yang menyediakan tempat dan peralatannya,” katanya.

Wali Kota Solo, Joko Widodo berubah pikiran untuk mengganti mobil dinasnya dengan mobil baru buatan siswa SMK Negeri 2, SMK Negeri 5, dan SMK Warga, Solo. Untuk mengganti Toyota Camry tahun 2002 yang selama ini setia menemaninya, pilihan Jokowi, panggilan akrabnya, jatuh pada mobil Kiat Esemka.

“Karena mobil ini bikinan anak SMK di Solo. Dari segi desain, kualitas, maupun mesinnya mobil ini menang semuanya. Mau mobil Amerika, Jepang, tetep apik iki,” ujarnya usai serah terima mobil Kiat Esemka di Balai Kota Solo, Senin (2/1/2012).

Berdasarkan spesifikasinya, mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) berbahan bakar bensin tersebut memiliki panjang 4,8 meter, lebar 1,74 meter, tinggi 1,84 meter dan mampu memuat tujuh penumpang. Mesin mobil tersebut menggunakan mesin berseri SK EV 1.5 injection, memiliki kapasitas 1500cc dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 102 PK. Mobil baru Jokowi tersebut memiliki 5 transmisi kecepatan dan satu gigi mundur dan mampu digeber dengan kecepatan maksimal hingga 180 km/jam.

Sebagai awalan, mobil tersebut akan digunakan sebagai mobil dinas wali kota dan wakil wali kota terlebih dahulu.
Namun, dirinya tidak menutup kemungkinan mobil lokal tersebut akan diproduksi secara massal. “Kalau izin sudah komplit, bisa jadi industri. Komponennya dibuat industri rumahan, dirakitnya di pabrik oleh anak-anak SMK,” lanjutnya.

Menonton Film 3D Terbukti Membuat Kepala Pusing dan Tidak Meningkatkan Pengalaman Menonton

Meski harga tiketnya lebih mahal, film tiga dimensi mungkin tidak memberikan kepuasan seperti apa yang diharapkan para penontonnya.

Orang yang menyaksikan film 3D tidak mengalami reaksi emosional yang lebih intens atau perasaan “berada di lokasi” yang lebih besar ketimbang mereka yang menonton film dua dimensi. Sebuah studi menunjukkan bahwa versi 3D juga tidak membantu Anda mengingat film itu lebih baik daripada versi 2D.

Film 3D justru memiliki risiko tak menyenangkan bagi para penontonnya. Dibandingkan dengan penonton film 2D, penonton film 3D berpeluang tiga kali lipat mengalami mata lelah, pusing, atau bermasalah dengan penglihatannya.

Peneliti studi tersebut mengatakan beberapa orang mungkin memilih untuk menyaksikan film 3D karena mereka menyukai film itu untuk alasan lain, semisal efek khusus yang hebat. “Tapi Anda akan meningkatkan peluang untuk mengalami sesuatu yang tidak nyaman,” kata L. Mark Carrier, peneliti dari California State University di Dominguez Hills, yang mempelajari pengaruh teknologi terhadap proses psikologis.

“Konsumen harus tahu mereka tidak akan menerima manfaat dalam memahami film itu dengan lebih baik atau membuat film itu lebih bermakna,” kata Carrier.

Carrier dan timnya meminta pendapat 400 orang yang menonton film Alice in Wonderland, Clash of the Titans, atau How to Train Your Dragon, entah versi 2D atau 3D. Para penonton diminta mengukur seberapa realistik film itu serta pengalaman emosi dan sensasi yang mereka rasakan.

Survei memperlihatkan tak satu pun kelompok itu yang mengingat film tersebut lebih baik ketimbang yang lain. Itu menunjukkan bahwa penonton film 3D tidak mengalami perasaan “tenggelam” dalam dunia film, juga tidak lebih berkonsentrasi pada film itu ataupun mengalami emosi lebih dalam.

Sebelumnya film 3D atau dunia virtual dianggap dapat mendorong kemampuan belajar dan memori. Salah satu hipotesis menyatakan bahwa lingkungan 3D lebih menarik, terutama bagi anak-anak, dan ketertarikan ini berpengaruh pada peningkatan minat dan motivasi untuk belajar.

Beberapa perusahaan yang sudah membangun lingkungan virtual berusaha mendorong penggunaan alat itu untuk pendidikan.

“Tapi 3D tampaknya tidak memperkuat memori sama sekali,” kata Carrier. “Itu implikasi yang tidak menguntungkan.”

9 Bahaya Nyata Akibat Terlalu Banyak Mengirim SMS dan BlackBerry

Dewasa ini remaja makin ketagihan SMS dan BlackBerry hingga betah berjam-jam menyendiri. Terlepas dari apapun materi Short Message Service (SMS), aktivitas tersebut menimbulkan banyak dampak buruk.

Sebuah studi oleh Case Western Reserve School of Medicine di Cleveland, Ohio, AS menemukan efek buruk bagi remaja yang telah mengirim lebih dari 120 SMS dan BlackBerry message sehari. Para remaja itu cenderung akan merokok, minuman keras dan melakukan hubungan seks bebas.

DAMPAK BURUK SMS dan BlackBerry Message
- Merokok
- Minuman Keras
- Seks bebas
- IQ menurun
- Kurang konsentrasi
- Stress
- Kurang tidur dan kurang belajar
- Rawan kecelakaan
- Cidera persendian lengan

Selain itu, remaja kebanyakan SMS dan BlackBerry Message juga akan menderita stress, kurang tidur dan terganggu konsentrasi belajarnya. Belum lagi persendian tulang di pergelangan tangan juga terancam cidera. Ini merupakan temuan terbaru terkait perkembangan maraknya para remaja keranjingan SMS dan BlackBerry Message di seluruh dunia.

Penelitian yang melibatkan 4.000 remaja di Amerika Serikat ini juga terungkap, terlalu banyak SMS dan BlackBerry Message menurunkan kemampun IQ. Hal ini diketahui setelah diadakan tes IQ kepada remaja yang berSMS dan BlackBerry Message ria dibanding dengan yang tidak ketagihan, diketahui remaja yang banyak SMS dan BlackBerry Message hasil tes IQ menurun.

Sedangkan dari sisi lalulintas kendaraan, SMS dan BlackBerry Message menjadi pemicu tinggi bagi bertambahnya angka kecelakaan. Penelitian ini juga bersesuaian dengan survey sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti dari Monash University di Melbourne, Australia.

Seorang profesor ilmu syaraf, Baroness Susan Greenfield dari Universitas Oxford mengatakan, orang yang terlalu banyak SMS akan mengganggu konsentrasi dan perhatiannya.

Jika di usia remaja, otak sudah terkontaminasi dengan gangguan over SMS maka di usia dewasa dan tua akan makin parah efeknya. Demikian ditulis the sun (1/12)

Dr Richard Graham juga mengakui, saat ini remaja lebih mahir menggunakan teknologi hingga orang dewasa dan orangtuanya kesulitan mengikutinya. Remaja yang terlalu banyak SMSan dan menggunakan jaringan internet berlebihan justru membuat lambat dalam memberikan respon, lalai dalam membaca SMS penting, terutama yang tidak menyenangkan.

Dalam kaitan ini, di beberapa negara sudah mengurangi layanan SMS gratis demi menekan risiko yang akan ditimbulkan bila para remaja terlalu banyak SMSan.

Dr Graham menyarankan, agar membatasi penggunaan ponsel untuk SMS pada waktu tertentu dan di tempat tertentu agar dampak buruk bisa dihindarkan. Dan lebih utama, para remaja dianjurkan untuk melepas headset saat akan tidur.

Cara Mencegah Ledakan Pada Tabung Gas Elpiji 3 Kg Pertamina

Ledakan gas petroleum cair yang marak terjadi akibat kebocoran dari sistem kompor gas elpiji mendorong upaya pencegahannya. Salah satunya dengan memasang sistem detektor gas dan memasang cip di tabung gas.

Desain prototipe sistem elektronik untuk deteksi telah dibuat Pusat Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sistem ini dilengkapi sensor gas. Seperti detektor api, sistem detektor ini dihubungkan dengan alarm yang akan berbunyi ketika sensor ”menangkap” gas.

Uji coba detektor yang dirancang tim BPPT sudah dilakukan dengan hasil yang baik untuk mendeteksi adanya kebocoran gas. Penerapan selanjutnya, menurut Arya Rezavidi, Kepala Pusat Audit Teknologi BPPT, perlu bekerja sama dengan industri untuk memproduksinya.

Sementara itu, BPPT juga mendesain sistem pelacakan tabung gas (automated inventory tracking system). Sistem ini terdiri dari cip elektronik, backbone data akuisisi, transmiter, penerima data, prosesor, dan basis data.

Cip ini dapat melacak keluar masuknya tabung silinder ke lokasi penyimpanan. Cip berfungsi sebagai pengidentifikasi tabung yang berisikan informasi perihal identitas tabung, tanggal pembuatan, nama pembuat tabung, kode pelanggan, kode distributor, karakteristik tabung, jenis regulator atau selang, tanggal pengetesan, tanggal terakhir diisi, serta rekam jejak maintenance terakhir. Pengisian data pada memori cip dengan radio frekuensi.

Dengan adanya pengelolaan data pada cip elektronik, dapat diperoleh reliabilitas dari perintah tentang pengisian tabung serta pelacakan pihak yang melakukan pengisian tabung, melakukan pemeliharaan, pengujian ulang, dan pendeteksi kebocoran.

Sistem pendeteksi telah berhasil diterapkan di India sejak Maret 2008, yaitu untuk 500.000 tabung elpiji pada tahap awal. Kini, sistem tersebut telah dijual di pasaran. ”Setiap cip harganya Rp 8.000,” ungkap Arya.

Dalam penggunaannya, cip dipasang di botol baru oleh Pertamina. Dengan penggunaan sistem cip ini, dapat dilacak pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.

”Jika terjadi ledakan dapat diketahui pengisian terakhir. Karena itu, alat ini dapat menjadi barang bukti. Semua ikut bertanggung jawab, termasuk agen,” kata Arya yang menjadi Ketua Tim Teknis Perbaikan Sistem Kompor Elpiji.

”Penggunaan sistem deteksi ini juga untuk menghindari penggunaan botol selundupan. Seperti black box pesawat. Dalam Standar Nasional Indonesia yang diamandemen telah dimasukkan kewajiban pemasangan sistem deteksi ini. Penggunaannya sendiri telah disetujui Pertamina,” ujar Arya.

Insentif Khusus bagi Industri Pengguna Riset Aplikasi Penelitian

Untuk memacu pemanfaatan hasil-hasil penelitian perguruan tinggi ataupun lembaga penelitian, pemerintah perlu memberikan insentif khusus bagi industri yang menggunakan hasil riset dalam negeri. Insentif bagi industri itu akan turut mendorong berkembangnya penelitian dan penyediaan dana riset bagi para peneliti.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton J Supit di Jakarta, Selasa (31/8), mengatakan, tidak sinkronnya hubungan antara hasil penelitian dan industri sudah berlangsung sejak lama. Kondisi itu salah satunya terlihat dari tidak termanfaatkannya temuan benih-benih unggulan berbagai jenis tanaman, seperti padi atau jagung, yang dihasilkan sejumlah lembaga penelitian.

Menurut dia, peneliti dan industri yang memanfaatkan hasil penelitian atau membiayai riset perlu mendapatkan insentif khusus dari pemerintah. Insentif itu diperlukan untuk merangsang para peneliti mau melakukan penelitian secara berkesinambungan dan industri mau terus mendanai penelitian tersebut.

Insentif bagi peneliti dapat diberikan dalam bentuk pengadaan dana-dana penelitian yang memadai dan berkesinambungan. Sedangkan bagi industri, insentif dapat diberikan dalam bentuk potongan pajak.

Kebijakan pemerintah, menurut Anton, seharusnya mendorong semua pengusaha untuk mau memanfaatkan kemampuan para peneliti dalam negeri. Langkah ini akan menggerakkan roda perekonomian sekaligus mengembangkan dunia penelitian dan pendidikan.

”Perlu aturan jelas yang mengatur pemanfaatan hasil penelitian perguruan tinggi atau lembaga penelitian dengan industri,” katanya.

Kurang komunikasi

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Wawan Gunawan A Kadir mengatakan, kecilnya jumlah penelitian yang dimanfaatkan industri merupakan akibat lamanya waktu yang diperlukan bagi hasil riset perguruan tinggi untuk dapat diterapkan di dunia industri, antara 5 dan 25 tahun. Lamanya waktu dan besarnya biaya riset membuat industri memilih membeli lisensi produk asing untuk diproduksi di Indonesia.

Komunikasi antara peneliti dan pelaku industri juga dinilai Wawan sangat kurang. Para dosen harus aktif mendekati industri agar mau memanfaatkan kemampuan atau menggunakan hasil riset mereka. Sedangkan permintaan riset dari industri juga lebih banyak memanfaatkan hubungan personal mereka dengan dosen-dosen tertentu saja yang telah mereka kenal.

Selain itu, kecilnya rasio hasil riset yang dimanfaatkan industri dengan jumlah perguruan tinggi disebabkan riset-riset yang termanfaatkan masih didominasi oleh hasil penelitian lima perguruan tinggi besar. Perguruan tinggi itu adalah ITB, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

”Butuh kemauan politik untuk mendorong industri agar mau memanfaatkan hasil riset dalam negeri serta mendorong perguruan tinggi agar melakukan riset yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Teknologi Kendali Absen Sidik Jari Harus Dipakai Di DPR

Ketika teknologi pemindaian sidik jari disinggung sebagai bagian dari upaya meningkatkan tingkat kehadiran anggota parlemen di republik ini dan sampai sekarang tidak diterapkan di DPR, kita melihatnya ada ketakutan karena anggota DPR yang terhormat tidak bisa bolos lagi.

Sebenarnya, teknologi pemindai sidik jari bukan teknologi baru dan menjadi bagian penting meningkatkan produksi di skala perusahaan. Sekaligus sebagai alat bantu manajemen untuk mengatur ketertiban administrasi perusahaan yang rumit seperti uang makan, uang lembur, dan menghitung efisiensi tenaga manusia dalam produksi.

Pada skala DPR, pemindai sidik jari bukan hanya memastikan kehadiran anggota DPR, melainkan juga menjadi pertimbangan politik penting ketika sebuah rapat mencapai kuorum atau tidak. Karena sebuah rancangan undang-undang ketika harus disahkan tidak mencapai kuorum akan menghasilkan dampak politik berkepanjangan.

Atau dalam proses pembahasan rancangan undang-undang, ketidakhadiran anggota akan menyebabkan produk hukum negara ini compang-camping karena tidak dibahas secara serius dan ekstensif. Dan, mungkin ini sebabnya banyak produk perundang-undangan yang ternyata tidak mampu menyerap aspirasi rakyat.

Kendali keamanan

Penggunaan pemindai sidik jari adalah teknologi yang mudah digunakan, dan pemasangannya pun tidak terlalu sulit. Salah satu di antaranya di pasaran sekarang adalah buatan Chiyu Technology Limited. Produk buatan Taiwan ini terdiri dari dua jenis, yakni BF-630, pemindai sidik jari berbasis web (foto kiri), dan WebPass IP Reader (foto kanan atas) menggunakan kartu sensor radio atau elektromagnetik.

Kedua sistem pemindai elektronik ini dikendalikan melalui teknologi protokol internet (IP), yang memungkinkan untuk mengatur kendali keamanan melalui situs web lokal. Perangkat BF-630 memiliki kapasitas untuk memuat data 950 orang, sedangkan WebPass IP Reader sampai dengan 20.000 orang menggunakan kartu pas.

Sistem pemindai jari BF-630, selain mengandalkan sidik jari, juga bisa menggunakan kombinasi keamanan tambahan, termasuk angka PIN (personal identification number), serta menggunakan kartu pas yang memanfaatkan teknologi RFID (radio frequencies identification). Sistem WebPass juga bisa menggunakan kombinasi PIN.

Kemudahan instalasi dan kecanggihan sistem algoritma kedua perangkat merek Chiyu ini bisa menjadi alat bantu keamanan serta mesin absensi digital yang menarik untuk digunakan di berbagai lingkungan. Harganya yang terjangkau dan pemasangannya yang mudah akan memudahkan sistem administrasi sumber daya manusia yang cepat dan efisien untuk digunakan di sektor mana pun termasuk DPR

Nokia Meluncurkan 4 Ponsel Murah dan Charger Ponsel Hp Sepeda

Nokia Oyj, Kamis, meluncurkan empat ponsel murah model baru, dan sebuah charger ponsel berdaya dinamo sepeda pertama buatannya, untuk membantu melindungi pangsanya yang dominan di pasar yang sedang tumbuh.

Nokia menguasai lebih dari 50 persen penjualan ponsel di India dan Afrika dan memiliki posisi yang kuat di pasar-pasar baru.

“Puluhan juta produk ini akan dijual, tetapi persaingan semakin ketat karena vendor Cina agresif menargetkan biaya rendah,” kata Ben Wood, direktur penelitian di CCS Insight, dikutip Reuters.

“Semua fokus pada kegagalan ponsel pintar dan melupakan bahwa Nokia adalah kekuatan dalam produk entry level.”

Nokia telah bersaing dengan kompetitor lain seperti Apple dan RIM di pasar high-end, namun kegagalannya menawarkan ponsel pintar telah menyakiti harga sahamnya selama beberapa bulan terakhir.

Empat model ponsel baru dijual murah, sudah termasuk subsidi operator dan pajak pemerintah. Harga ponsel itu berkisar 30 euro (36,9 dolar) hingga 45 euro.

Dua ponsel baru dengan harga paling murah 30 euro, memungkinkan penggunaan dua SIM card berbeda–membantu berbagi komunikasi telefon antara anggota keluarga atau teman.

Nokia juga mengenalkan pengisi baterai (charger) yang mengadopsi cara kerja dinamo sepeda yang diperuntukkan bagi konsumen dengan akses listrik yang terbatas dan mungkin akan dijual seharga 15 euro, tergantung pasar, pada akhir tahun ini, kata juru bicara perusahaan.

Charger yang berbentuk dinamo sepeda–sebagai sumber daya listrik–itu dapat dipasang di roda sepeda dan memungkinkan penggunanya mengisi baterai ponsel sembari mengendari alat transportasi yang dikayuh itu.

Hebat Anak Indonesia Punya Ide Besar Menciptakan Robot

Setiap kali pulang dari bepergian seusai liburan, akuarium Sayyidathu Thifal Atqiyya (16) selalu kotor dan terkadang ikannya mati karena tak terurus. Itu pula yang dialami Zuraidah Hanifah (15).

Setelah berpikir panjang mencari solusi, kedua siswi sekolah-rumah (homeschooling) Madrasah Techno Natura, Depok, itu akhirnya membuat simulasi robot ekosistem yang bisa mengatur kelembaban udara, daratan, dan temperatur air di akuarium.

”Oleh karena itu, ia kami namakan robot ekosistem atau Eco-Bot. Ide awalnya sederhana, ya, bermula dari masalah akuarium itu. Kami kemudian mencari cara gimana biar akuarium enggak kotor lagi kalau ditinggal pergi,” kata Thifal, siswa sekolah-rumah yang kini duduk di bangku sekolah setara kelas II SMA itu, sambil tersenyum.

Meski tak persis sama, Leuan Andalver Noble dan Habib Adib Wahono—keduanya juga siswa sekolah-rumah Techno Natura—memiliki pengalaman relatif serupa dengan masalah yang dihadapi Thifal dan Zuraidah. Lantaran setiap kali hendak memakai teleskop di sekolah harus bergantian dengan teman lain, Leuan dan Adib kemudian berpikir untuk membuat teleskop robotik (T-Bot).

”Maklum, teleskop milik sekolah mereka terbatas,” kata Leuan Andalver.

Guna mengatasi keterbatasan itu, mereka lalu membuat teleskop robot yang dihubungkan dengan laptop. Dengan begitu, para siswa tidak perlu saling berebut atau harus bergantian mengintip obyek melalui lubang teleskop. Dengan T-Bot yang mereka buat hanya dalam waktu dua minggu tersebut, para siswa akhirnya bisa sama-sama melihat hasil ”bidikan” teleskop yang ”dipancarkan” melalui layar laptop. Meski belum sempurna, gerakannya masih relatif kasar, satu langkah besar sudah mereka tancapkan.

Impian Eco-Bot

Thifal dan Zuraidah memakai media terarium (biosfer buatan paling alami karena fungsi biologis yang terjadi mirip dengan di alam) untuk menyelesaikan masalah perawatan akuarium. Terciptalah miniatur ekosistem tertentu, seperti ekosistem danau dan sungai lengkap dengan daratannya.

”Kami atur temperatur atau kelembaban udara, daratan, dan volume air dengan robot yang dipasangi sensor,” tutur Zuraidah, yang duduk di bangku sekolah setara kelas III SMP itu.

Semua pengaturan dilakukan otomatis oleh robot dengan bantuan sensor yang dipasang di beberapa titik. Jika, misalnya, kondisi air terlalu panas dan dideteksi sensor, robot akan menghidupkan kipas angin untuk mendinginkan airnya. Sebaliknya, jika udaranya terlalu kering, robot akan mengeluarkan uap air.

Proyek Eco-Bot ini baru tergarap 80 persen dan sempat terbengkalai karena Thifal dan Zuraidah sibuk belajar pelajaran lain. Paling tidak, menurut mereka, perlu waktu 4-6 minggu untuk menyelesaikan Eco-Bot dalam akuarium berukuran 1 meter x 1 meter.

Keduanya yakin, jika menggunakan teknologi yang kian canggih, Eco-Bot yang lebih canggih bisa dibuat untuk kepentingan lebih luas. Taruhlah seperti untuk digunakan di kebun binatang. Bahkan, Thifal punya impian Eco-Bot bisa dipakai untuk mencegah kepunahan ekosistem atau bencana tanah longsor.

Keempat siswa Techno Natura itu berkesempatan memamerkan proyek robot mereka bersama delapan siswa dari dua SMA di Jakarta (SMA Negeri 28 dan SMA Labschool) ketika berbincang santai dan akrab dengan 12 siswa di California, Los Angeles, AS, melalui digital video conference (DVC) dengan jaringan satelit, akhir April lalu, di Kedutaan Besar AS, Jakarta.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Amerika Serikat dan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) itu, para siswa bertukar informasi dan pengalaman menggarap proyek robotik hingga ngobrol hal-hal ringan, seperti makanan favorit dan hobi masing-masing.

Kegiatan DVC ini, kata Direktur Komunikasi Strategis dan Direktur Bidang Pendidikan Pusat Penelitian Penerbangan Dryden milik NASA John R O’Shea, termasuk langkah awal untuk mengeksplorasi peluang kerja sama AS-Indonesia melalui bidang sains dan teknologi. ”Semoga kita bisa kontak terus untuk menindaklanjuti kemungkinan melakukan proyek robotik bersama,” ujarnya.

Bagi David E Alexander, Koordinator NASA Digital Learning Network untuk Pusat Penelitian Penerbangan Dryden-NASA, berbagi pengalaman antarsiswa penting untuk membuka kesempatan dan wawasan agar siswa termotivasi mewujudkan impiannya melalui sains dan teknologi. ”Pesan NASA untuk anak-anak, salurkan bakat dan potensi yang ada dan bekerja keraslah. Hanya itu satu-satunya cara mewujudkan impian,” ujarnya

Sindrom Stres Komputer Disebabkan Gangguan Teknologi Dan Koneksi Internet Yang Lambat

Mesin macet, proses lambat dan penderitaan saat berurusan dengan dukungan teknis membuat orang di Era Digital menderita Sindrom Stres Komputer, demikian hasil satu studi yang disiarkan “daring” (dalam jaringan), Selasa (27/4).

“Konsumen yang bergantung atas teknologi digital hari ini kian terbenam dan sedih terhadap masalah dan gangguan teknis dalam kehidupan mereka sehari-hari,” demikian pernyataan kelompok pemikir industri komunikasi di dalam laporan yang berjudul “Combating Computer Stress Syndrome”.

Laporan itu mengidentifikasi sumber kepedihan orang sebagai “peralatan dan komputer yang rumit dan mengecewakan, serta kegagalan teknis, serangan virus dan waktu menunggu yang lama untuk menyelesaian semua masalah pendukung”.

Semua temuan dilandasi atas survei terhadap lebih dari 1.000 orang di Amerika Utara oleh Dewan Pengalaman Pelanggan yang diciptakan oleh ketua Dewan Pejabat Pemasaran untuk meneliti cara membuat pelanggan tetap senang di sektor komunikasi yang menghadapi persaingan ketat.

“Kenyataannya ialah banyak masalah yang terus berlangsung mengganggu sebagian besar pengguna komputer, sehingga menciptakan kecemasan dan penderitaan yang tak perlu,” demikian temuan studi itu, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Prancis, AFP.

“Pemakai yang bergantung pada peralatan digital kian jemu dan kecewa dengan kondisi tekanan saat ini yang berkaitan dengan komputer, dan jelas sedang mencari cara yang lebih baik untuk menangani serta menguranginya,” katanya.

Sebanyak 94 persen mereka yang ditanyai mengatakan mereka tergantung atas komputer dalam kehidupan pribadi mereka.

Hampir dua-pertiga pemakai komputer harus menghubungi pendukung teknis atau telah mengalami Sindrom Stres Komputer (CSS) dalam satu tahun belakangan, kata studi tersebut.

“Para pengguna menghadapi kondisi tantangan dan kecemasan teknis yang terus-menerus seperti memasang produk komputer baru, mengikuti bertambah-modernnya perangkat lunak dan pindah ke sistem operasi dan aplikasi baru, serta menghadapi penularan perangkat jahat, ancaman jejaring, pencurian identitas dan lain-lain,” kata studi itu.

Empat-puluh persen pengguna komputer telah mengalami kerusakan sistem dalam satu tahun belakangan dan lebih separuh dari mereka dipaksa mengulurkan tangan untuk meminta bantuan guna memperbaiki gangguan teknis, kata Pew Center Research yang dikutip di dalam laporan tersebut.

“Karena semua itu sangat penting bagi kami, komputer adalah pedang bermata-dua,” kata Murray Feingold, dokter AS yang bertugas mengerjakan studi itu.

“Ketika semuanya berfungsi secara layak, peralatan itu sangat luar biasa. Tetapi ketika ada kesalahan, kami jadi panik. Ini lah yang saya sebut Sindrom Stres Komputer,” katanya.

Studi tersebut menyoroti betap penting membuat penggunaan peralatan modern tak terlalu menjengkelkan, kata wanita jurubicara dewan itu Liz Miller.

“kami kira sudah tiba waktunya bahwa banyak perusahaan teknologi ini benar-benar mulai memberi perhatian pada di mana pengguna komputer menghadapi tekanan dan kepedihan akan menciptakan pengalaman yang lebih baik,” kata Miller

Apple Akhirnya Mengakui Produk iPad Ternyata Banyak Masalah Dan Buruk

Puja puji kehebatan dan kecanggihan iPad masih terngiang pada hari ketiga iPad diluncurkan. Tetapi disela pujian itu pun masalah mulai bermunculan. Masalah penerimaan sinyal wi-fi menjadi topik yang paling hangat dibicarakan para pemilik gadget baru ini.

Seseorang yang memakai akun Dr JB mengeluhkan penerimaan wi-finya sangat lemah dengan kecepatan unduh yang lambat pula. “Hanya dapat satu bar sedangkan MBPku mendapat sinyal kuat. Saya menggunakan airport extreme base station,” ujarnya.

Rupanya Dr JB tak sendirian. Bahkan postingan Dr JB ini sudah dilihat lebih dari 21 ribu orang dan ditanggapi 173 komentar. Para pemilik baru iPad pun berbagi rasa mengeluhkan masalah penerimaan koneksi tersebut. Puluhan mungkin ratusan orang dari seantero Amerika Serikat yang tergabung di Forum Diskusi Apple bisa mengetahui masalah yang muncul. Lihat saja komentar yang lain soal penerimaan koneksi wi-fi ini.

“Saya hanya mendapat satu atau dua bar di iPad dalam ruangan di mana iPhone, iPod touch, Macbook Pros, Apple TV, dan Playstation mendapat layanan jaringan penuh,” ujar seorang komentator di situs Apple.

Seorang komentator yang mempunyai akun ‘tdbc’ juga mengeluhkan koneksi wi-finya ini. iPad berkapasitas 16 GB miliknya menangkap sinyal yang sangat lemah. Padahal di ruangan itu sinyal router sangat kuat. Komputer yang ada menangkap sinyal penuh meski berjarak 20-30 meter dari router.

“Meski saat saya berdiri di depan router wLan, sinyal naik turun dari kuat ke lemah,” ujarnya di Forum Apple Support.

Komentar-komentar senada tentang penerimaan koneksi di forum itu ternyata sudah mencapai enam halaman. Di setiap pertanyaan pun kadang-kadang ditanggapi beragam. Ada yang tidak berbalas namun ada pula yang ditanggapi hingga ratusan komentar. Tanggapan yang diposting baik memberikan informasi atau mengeluhkan masalah yang sama. Mereka pun bahkan terbuka menyebutkan nomor IP dan juga merek router wi-fi yang dipakai. Belum jelas benar seberapa besar sebaran masalah ini terjadi.

Kendati Apple telah mengeluarkan halaman pendukung namun tampaknya hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Banyak pengguna yang tidak melihat masalah yang mungkin timbul. Masalah lain yang muncul terkait soal pengisian ulang batere iPad. Namun jauh-jauh hari Apple sudah menginformasikan iPad ini mempunyai persyaratan yang lebih kuat ketimbang iPhone atau iPod.

Meski tak sedikit yang mengeluhkan kekurangan perangkat baru itu, ada pula yang mengaku tak ada masalah dengan penerimaan koneksi wi-finya. Seperti yang dikatakan John Paczkowski

Kepada Digital Daily dia mengatakan tak ada masalah dengan iPad barunya. “Saya menonton film Netflix dengan streaming dari pinggir jalan di rumahku. Dan tidak ada masalah dari informal pooling kepada teman atau kolega yang mempunyai iPad,” ujar Paczkowski.

Apple Inc. hari ini mengkonfirmasi memperhatikan masalah pada jaringan Wi-Fi iPad. Perusahaan ini menyarankan sejumlah langkah perbaikan kepada para pemilik iPad.

Pada kondisi tertentu, iPad mengalami kondisi tak secara otomatis terhubung jaringan Wi-Fi yang digunakan setelah restart atau bekerja setelah status sleep. Ini dapat diselesaikan dengan menggunakan jaringan Wi-Fi cadangan dual band, ketika menggunakan nama jaringan sama untuk setiap jaringan dan menggunakan setting keamanan berbeda untuk setiap jaringan.

Untuk resolusi masalah, Apple menyarankan membuat nama jaringan Wi-Fi terpisah untuk mengidentifikasi setiap band. Ini bisa dilakukan muda dengan memberikan satu atau lebih karakter pada nama jaringan tertentu.

Apple mencontogkan penambahan huruf G pada jaringan 802.11b/g dan N pada nama jaringan 802.11n. Pastikan kedua jaringan menggunakan tipe keamanan sama seperti WEP, WPA, WPA2 dan seterusnya.

Jika masih mengalamai kesulitan, reset setting jaringan menggunakan Settings > General > Reset > Reset Network Settings.

Apple memberi catatan untuk selalu memastikan firmware Wi-Fi router selalu mengikuti perkembangan terbaru.

iPad dengan jaringan Wi-Fi mengalami masalah setiap 10 menit sekali. Masalah ini dilemparkan pengguna di forum Apple.

“Sinyal Wi-Fi lemah dengan proses pengunduhan lambat. Dapat satu bar ketika MBP medapat sinyal kuat. Saya mempunyai stasiun basis kuat Airport. Apakah ada yang mengalami masalah Wi-Fi yang sama?” kata salah satu anggota Apple Support Mr JB dalam forum diskusi.