Informasi Tentang Dunia Teknologi Terkini

Entries categorized as ‘Electricity’

Pemerintah Denmark Tertarik Menjalin Kerjasama Efesiensi Energi BBM Dengan Indonesia Karena Sangat Menjanjikan Keuntungan Yang Besar

Maret 18, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah Denmark mengutarakan ketertarikannya menjalin kerja sama teknologi efesiensi energi atau bahan bakar minyak (BBM) dengan Indonesia khususnya dengan Sumatera Utara, karena daerah itu memiliki potensi sumber daya alam (SDA) pengganti BBM seperti crude palm oil (CPO) yang cukup besar.

Ketertarikan itu disampaikan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Borge Petersen ketika bertemu gubernur Sumut, H Syamsul Arifin di Medan, Selasa.

Menurut Petersen, Sumut memiliki potensi CPO yang melimpah dan sangat tepat untuk dimanfaatkan sebagai pengganti BBM yang sumber dayanya terus menipis. “Kita punya teknologi efisiensi energi BBM yang sudah dikembangkan dan kiranya teknologi tersebut sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Sumut,” katanya.

Sumut sendiri tercatat sebagai salah satu produsen CPO terbesar di tanah air. Pada 2006 daerah itu bahkan mengekspor 3,316 juta ton CPO senilai 1.395,44 juta dolar AS lebih, sedangkan pada 2007 Sumut mengekspor sebanyak 1,533 juta ton CPO senilai 1.451,28 juta dolar AS.

Sementara itu, pada 2008 (per-15 Desember) sumut mengekspor sebanyak 1,670 juta ton CPO dengan perolehan devisa mencapai 1.682,64 juta dolar AS.

Pada kesempatan itu Borge Petersen juga menawarkan kerja sama bidang peningkatan kualitas air minum, termasuk teknologi pengolah air limbah dan antisipasi tingkat kebocoran pipa air yang menurut penelitian mencapai 50 persen dari yang didistribusikan ke pelanggan.

Selain itu Pemerintah Denmark juga menawarkan kerja sama peningkatan produktivitas pertanian padi berikut teknologi pembibitannya. “Kami punya teknologi dan pengalaman tentang hal ini. Karenanya melalui kerja sama yang akan dijalin kelak kami berharap pihak swasta bisa dilibatkan untuk lebih menjamin keberhasilannya,” katanya.

Gubernur H Syamsul Arifin mengaku sangat menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. “Kita harapkan kabupaten dan kota se Sumut bisa menangkap peluang ini, karena daerah kita sebenarnya punya potensi yang banyak meski dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Syamsul juga mengakui alih teknologi yang ditawarkan Denmark harus bisa disikapi dengan positif. “Terus terang saya bersyukur mulai ada pandangan positif pihak luar terhadap Sumut. Besok (Rabu, 18/3) juga akan datang Dubes Kanada dan Srilanka, dan mudah-mudahan kedatangan mereka bisa membawa kebaikan untuk Sumut dan masyarakatnya,” ujarnya.

Kategori: Bio Fuel · Electricity · Energy · Environment

Chip Seks Sedang Dikembangkan Untuk Membuat Wanita Menjadi Aktif Dan Menyenangi Seks

Desember 24, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

“Chip seks” yang dapat merangsang gairah sedang dikembangkan oleh para ilmuwan.

Situs berita Telegraph melaporkan, chip itu akan ditanam di kepala dan elektroda-nya akan menghasilkan kejutan listrik sangat kecil.

Teknologi tersebut telah digunakan di Amerika Serikat untuk mengobati penyakit Parkinson.

Dalam beberapa bulan terakhir para ilmuwan berkonsentrasi pada kawasan otak di belakang mata yang disebut sebagai korteks  orbitofrontal. Daerah tersebut terkait dengan perasaan senang yang berasal dari makan dan seks.

Sebuah penelitian survei yang dilakukan oleh Morten Kringelbach dari jurusan psikiatri Universitas Oxford, menemukan bahwa korteks orbitofrontal kemungkinan dapat menjadi “sasaran stimulasi baru” untuk menolong penderita anhedonia atau ketidakmampuan merasakan kenikmatan dari kegiatan seperti makan dan seks.Temuan itu dilaporkan dalam jurnal  Nature Reviews Neuroscience.

Profesor bedah saraf, Tipu Aziz, mengemukakan : “terdapat bukti bahwa chip ini akan berfungsi. Beberapa tahun lalu ilmuwan menanam perangkat tersebut ke otak seorang perempuan yang tidak atraktif secara seksual dan dia berubah menjadi perempuan yang sangat aktif secara seksual. Dia tidak suka perubahan yang mendadak itu sehingga alat di kepalanya itu diangkat.”

Namun dia menambahkan bahwa teknologi saat ini, yang mengharuskan bedah untuk menghubungkan kabel dari alat pacu jantung ke otak, dapat menyebabkan pendarahan dan “intrusif serta kasar”.

Ia melanjutkan: “Bila teknologi ini telah semakin baik, kita dapat menggunakan stimulasi otak ini untuk berbagai area baru. Kerjanya semakin  halus dan bisa lebih dikendalikan sehingga bisa dimatikan atau dinyalakan saat dibutuhkan.

“Dalam 10 tahun mendatang akan tercipta berbagai terapi yang menakjubkan – setengahnya saja belum bisa kita bayangkan.”

Sebuah mesin elektronik, yang bernama Orgasmatron, nama yang diambil film Sleeper garapan Woody Allen 1973, sedang dikembangkan oleh seorang dokter di Carolina Utara.

Orgasmatron mengubah sebuah stimulator saraf tulang belakang untuk menghasilkan gairah pada diri perempuan.

Kategori: Cognitive Science · Computer · Electricity

Rusia Membuat Pembangkit Listrik Tenaga Jerami di Sumatera Utara Indonesia

Oktober 25, 2008 · 1 Komentar

Perusahaan asal Rusia, JSC PromSviaz Automatika, akan membangun pembangkit listrik menggunakan limbah tanaman padi, jerami, dan sekam di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pembangkit memiliki kapasitas 10 megawatt hingga 20 megawatt tergantung ketersediaan jerami dan sekam.

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (24/10), menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan pembangkit listrik itu. Penandatanganan dilakukan dengan perwakilan JSC PromSviaz, PLN Wilayah Sumatera Utara, dan perwakilan Babcock and Brown, lembaga finansial asal Australia yang rencananya mendanai pembangunan proyek itu.

Menurut Sahat M Sinaga, perwakilan Xoma Power Nusantara, perusahaan yang akan menggandeng JSC PromSviaz dan Babcock and Brown, pembangkit listrik menggunakan sumber energi dari jerami dan sekam padi adalah baru di Indonesia. Pembangkit sejenis sudah ada di Thailand dan Rusia.

”Jerami dan sekam padi punya kandungan 3.180 kalori per kilogram. Dengan teknologi yang dimiliki Rusia, pembakaran jerami dan sekam pada suhu tertentu bisa memanaskan tungku boiler untuk menggerakkan turbin,” kata Sahat.

Sekadar perbandingan, batu bara yang dijadikan sumber energi listrik memiliki 5.000 hingga 6.000 kalori per kilogram.

80 ton jerami

Sahat mengungkapkan, untuk menghasilkan listrik 10 megawatt diperlukan kurang lebih 80.000 ton jerami dan sekam. ”Saat ini kami tengah memproses studi kelayakan penggunaan jerami dan sekam di Serdang Bedagai dan kabupaten sekitarnya,” katanya.

Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi mengatakan, dengan total luas panen 78.000 hektar per tahun, daerahnya mampu memasok kebutuhan jerami dan sekam untuk pembangkit listrik tersebut. Dari 78.000 hektar luas panen, dihasilkan sekitar 400.000 ton jerami dan 80.000 ton sekam. Belum lagi dari daerah sekitar seperti Deli Serdang, Batu Bara, dan Simalungun.

General Manager PLN Wilayah Sumut Manarep Pasaribu menyambut baik kerja sama itu. Apalagi mayoritas pembangkit di Sumut berbahan bakar minyak.

Di Sulawesi Selatan, krisis listrik membuat khawatir Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar, terkait pelaksanaan pilkada di kota itu Rabu pekan depan. Dia meminta jaminan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama proses pemungutan suara.

Empat kabupaten lain yang melaksanakan pilkada Rabu pekan depan adalah Sidenreng Rappang, Pinrang, Luwu, dan Wajo, sementara pilkada Jeneponto pada Selasa

Kategori: Bio Fuel · Electricity · Energy · Environment

Banyak Hasil Riset Putra Putri Indonesia Enggan Diaplikasikan Karena Pemerintah Lebih Senang Pakai Teknologi Yang Ditemukan Bangsa Asing

September 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI berhasil mengembangkan pembangkit listrik berteknologi sel surya, angin, dan hidrogen. Meski demikian, hasil riset putra-putra bangsa ini tidak diaplikasikan pemerintah daerah.

Wakil Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan hal itu, Selasa (2/9) di Jakarta.

Secara terpisah, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Indroyono Soesilo mengatakan, inovasi energi yang dihasilkan LIPI itu sangat bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan masyarakat, antara lain, pada upaya pemenuhan kebutuhan listrik. Hal ini mengingat rasio elektrifikasi yang masih sangat rendah, yakni hanya 54 persen dengan produksi listrik terpusat di Pulau Jawa ( 80 persen) dan selebihnya di Sumatera (11 persen), serta di Kalimantan dan Indonesia Timur sebesar 9 persen.

Menurut Indroyono, pemerintah sudah meningkatkan peluang investasi penanggulangan kemiskinan di tingkat kecamatan, di antaranya melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Kebijakan ini sebagai sinergi program antardepartemen yang bisa mengakumulasikan dana penanggulangan kemiskinan per kecamatan mencapai Rp 3 miliar dalam setahun.

”Ini peluang bagi LIPI untuk menawarkan inovasi-inovasinya yang sekarang makin terbuka lebar,” kata Indroyono.

Menurut Lukman, LIPI memproduksi pembangkit listrik hibrid sel surya, angin, dan hidrogen yang pertama kali di Indonesia, yaitu di Malingping, Banten. Kapasitas listrik yang dihasilkan mencapai 3.000 watt.

Menurut Indroyono, inovasi- inovasi dari lembaga riset seperti LIPI atau Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) harus terus disempurnakan sehingga aplikatif bagi masyarakat. Jangan sampai hasil inovasi lembaga riset kalah bersaing dengan hasil inovasi masyarakat. Harus diakui, saat ini masyarakat terkadang bergerak lebih cepat dan kreatif dalam melakukan inovasi teknologi, termasuk teknologi bidang energi.

Kategori: Bio Fuel · Computer · Electricity · Environment · Food · Gadget · Health · Medicine · Physics · Robotics · Telecomunication

Maria Eleonora Pelajar SMP Petra Menemukan Charger HP Ponsel Lewat Helm

September 3, 2008 · & Komentar

Helm lebih dari sekadar pelindung kepala, setidaknya bagi Maria Eleonora, pelajar kelas II SMP Kristen 3 Petra, Surabaya, Jawa Timur. Dengan kreativitas dan modifikasi, saat berkendara pun dapat dilakukan sembari mengisi baterai telepon seluler atau HP. Lho?

Mulanya ide mengubah angin menjadi energi listrik. Kreativitas dan pengetahuan elektronika memungkinkan itu.

Lahirlah alat bernama helm charger, salah satu pemenang ajang National Youth Inventor Award-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (NYIA-LIPI) 2008. ”Masih perlu pengembangan,” kata Maria dengan seragam biru-putihnya.

Secara teknis, energi angin ditangkap lewat baling-baling kecil terhubung motor DC yang ditanam di seperangkat kecil rangkaian elektronik di atap helm.

Modifikasi itu menggerakkan motor listrik DC dan menimbulkan gaya gerak listrik yang akan diisikan ke baterai telepon genggam. Hasil uji coba menunjukkan, sepeda motor berkecepatan 60 kilometer per jam menghasilkan daya listrik 100 mili Ampere (mA).

Pada kecepatan itu butuh 7 jam berkendara untuk mengisi penuh baterai telepon seluler. Pasalnya, baterai perlu 700 mA untuk penuh. Mencari cara menuju proses pengisian yang lebih cepat, itulah fokus pengembangannya.

Pembuatan helm charger tahap II itu menghabiskan dana Rp 60.000 di luar ongkos beli helm. Kreasi itu merupakan pengembangan program helm charger I, yang dibuat bersama kakak kelasnya ketika itu, Tommas Yoehono.

”Bedanya, yang sekarang ada protektornya,” kata Maria. Protektor mencegah kelebihan tegangan pada telepon seluler yang dapat merusak baterai.

Atas kreativitasnya itu, bersama lima pemenang lainnya, ia berhak mewakili Indonesia di ajang 5th International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Taiwan, September 2008.

Karya lain terkait helm adalah karya tiga pelajar SMA Unggulan BPPT Al Fattah, Lamongan, Jawa Timur (Jatim). Helm komunikator namanya.

Temuan itu memungkinkan pengendara sepeda motor yang berboncengan saling berbincang, tanpa risiko tabrakan. Cara kerja stetoskop (alat pendeteksi detak jantung yang biasa digunakan dokter) menjadi solusinya.

Sensitivitas stetoskop menghasilkan suara jernih, sekalipun di tengah kebisingan. Caranya, menyambung dua stetoskop dan menghubungkan kedua ujungnya ke dua helm.

Menurut Puguh Sasi, salah satu pengembang helm komunikator, beberapa uji coba gagal. ”Pernah pakai selang akuarium, tapi tetap bising,” kata dia. Dua stetoskop dibelinya Rp 50.000.

Persoalan keseharian

Beberapa finalis kompetisi tingkat SMP-SMA itu menjadikan persoalan keseharian sebagai ide pemicu kreasi. Olivia Marcelina Sugiharto (16), misalnya, yang mengembangkan alat katrol galon (trolon) air, mengadopsi prinsip kerja katrol.

”Papa saya pernah kecethit (gangguan saraf otot) ketika mengganti galon air di rumah,” kata dia.

Ia mencari cara membuat alat untuk memperingan beban ayahnya atau siapa pun ketika memasang air galon. Terciptalah trolon, terdiri atas rangka besi, katrol dan kawat yang terikat pada sebuah pemutar. Prinsip kerjanya, mengangkat, membalik, dan memasang air galon.

Trolon menghabiskan dana Rp 197.000 di luar ongkos tukang las. Dengan itu, seseorang yang mengangkat air galon tak perlu menahan berat puluhan kilogram dengan risiko urat pinggang tertarik.

Beberapa inovasi lain adalah alat hambat bau kakus memodifikasi leher angsa di saluran pembuangan. Alat itu menghambat bau keluar melewati kloset karena terhambat dinding ”atap bejana”.

Ada pula miniatur mercusuar, sabun cantik dari jelantah tahu, detektor tsunami sederhana, sistem keamanan berbasis gelombang ultra, modifikasi sepeda motor ambulans, es krim labu kuning, tempat sampah otomatis, closet oil control, dan lemari pengembang roti.

Inovasi lain ditampilkan oleh dua pelajar SMA Unggulan BPPT Al Fattah, Frida Fanani Rohma dan Nailul Islahiyah Alfi, yaitu mesin cuci tanpa listrik. Mesin cuci itu mirip sepeda statis layaknya di pusat kebugaran.

Bedanya, rantai yang berputar saat dikayuh memutar tabung cucian. ”Mencuci sambil olahraga,” kata Frida.

Ide muncul di tengah keterbatasan air, waktu, dan listrik di asrama mereka. Pembuatan satu alat dengan tabung kapasitas 10 potong pakaian menghabiskan dana Rp 600.000-an. Mesin cuci manual itu di luar enam besar ajang NYIA-LIPI, tetapi bermanfaat positif.

Kreatif, murah, dan bermanfaat menjadi kata sakti para juri menilai karya finalis. Ada lagi, yaitu, berpotensi diproduksi massal dan solutif. ”Tak terlalu berguna kalau ujung-ujungnya mahal,” kata Ketua Dewan Juri NYIA-LIPI Anung Kusnowo.

Budayakan inovasi

Menurut Sekretaris Utama LIPI Rochadi Abdulhadi, pencapaian finalis membanggakan di tengah sistem pendidikan yang lebih menekankan proses belajar-mengajar. Di sisi lain, justru lemah mengembangkan budaya inovasi.

Padahal, kreativitas dan inovasi itulah yang dibutuhkan, baik bagi individu maupun daya saing bangsa. Ia berharap NYIA-LIPI turut menumbuhkan semangat berkreasi dan berinovasi. Ujung-ujungnya, tumbuh bibit peneliti/penemu muda bagi regenerasi. Namun, harapan itu mensyaratkan keterlibatan banyak pihak agar ajang serupa dapat menarik perhatian luas.

Anung Kusnowo menegaskan pentingnya merealisasikan dukungan terhadap iptek—bukan hanya sebatas wacana. ”Selama terus berwacana seperti sekarang, Indonesia tak akan maju,” katanya.

Di tengah beranjak majunya beberapa negara tetangga dengan tambahan anggaran riset, Indonesia berhenti di tempat. Anggaran riset nasional hanya 0,1 persen dari APBN. Jumlah jauh dari ideal.

Dengan menggandeng sponsor, LIPI—dengan keterbatasan anggarannya—berupaya menumbuhkan semangat inovasi di kalangan pelajar. Tanpa itu, barangkali tak akan lahir dan berkembang berbagai inovasi seperti helm charger dan lain-lain….

Kategori: Electricity · Gadget · Telecomunication

Kulkas Yang Dapat Dipasang iPod Buatan Gorenje

September 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Boleh percaya, boleh tidak, tetapi inilah kulkas ber-iPod pertama di dunia. Kulkas buatan Gorenje yang dipertunjukan di pameran consumer IFA 2008 di Berlin ini memang mendapat lisensi remsi dari Apple untuk fitur iPod-nya. Label tepatnya adalah Made for iPod.

Hmm, ini juga bukan sekadar speaker dan docking station yang ditempelkan ke bagian belakang kulkas yang hitam mengilat. Kulkas tersebut juga bisa Anda kendalikan dengan menggunakan iPod touch atau iPhone melalui aplikasi iGorenj. Aplikasi ini tidak cuma dapat mengontrol kulkas Gorenje, tetapi semua produk Gorenje – mulai dari mesin cuci sampai oven.

IGorenj memang sesungguhnya tidak dibangun untuk iPhone/iPod touch, tetapi untuk mengendalikan perangkat-perangkat Gorenje secara langsung dari portal server Gorenje. Jadi bukan cuma iPod touch yang bisa dipakai, tetapi juga sebarang perangkat Web yang ada dalam jaringan Wi-Fi rumah Anda. Program yang menggunakan GUI (graphical user interface) yang sangat bersahabat ini memungkinkan Anda untuk memprogram aneka perangkat.

Contoh, Anda bisa mengatur agar oven Anda memasak kue tertentu dengan secara visual memilih sebuah resep dan mengklik Start. Bahkan resep-resep tersebut bisa Anda dapatkan langsung dari server. Hebat bukan? Produk ini sendiri hanyalah versi uji, dan belum diproduksi secara massal. Karena itu harga dan ketersediaannya belum dipublikasikan.

Kategori: Computer · Electricity · Gadget

Tanah Di Bulan Dapat Dipakai Sebagai Bahan Bakar Nuklir

Agustus 16, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jika suatu saat manusia benar-benar berhasil membangun koloni di Bulan, sumber energi adalah salah satu masalah yang harus terpenuhi. Para ilmuwan dari badan antariksa berbagai negara tengah menyiapkan bahan bakar yang diambil dari bahan galian di perut Bulan.

Bahan bakar yang dimaksud adalah helium-3, salah satu isotop unsur gas. Helium-3 secara teori dapat dipakai sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga nuklir. Proses konversi menjadi listrik bahkan lebih ramah lingkungan daripada reaktor nuklir di Bumi karena hanya menghasilkan sedikit limbah.

Penggunaan Helium-3 berbeda dengan Uranium. Pembangkit listrik tenaga nuklir yang menggunakan uranium dilakukan melalui reaksi fisi, di mana inti atom dibelah-belah menjadi  lebih kecil untuk melepaskan energi. Sementara Helium-3 dapat dipakai dalam reaksi fusi di mana, inti atom-atomnya yang bertabrakan membentuk inti atom baru lebih besar dan melepaskan energi.

“Ia merupakan sumber energi yang lebih bersih dan aman daripada bahan bakar buklir,” ujar Gerald Kulcinski, direktur Institut Teknolog Fusion di Universitas Winconsin, Madison, AS. Sekitar 40 ton Helium-3 cukup untuk memasok kebutuhan energi di seluruh AS selama setahun.

Helium-3 sangat jarang ditemukan di Bumi namun banyak terkandung dalam tanah Bulan. Sejumlah negara yang telah memulai program eksplorasi Bulan seperti China, Rusia, dan India menjadikan Helium-3 sebagai target sumber energi masa depan untuk program ruang angkasanya.

Namun, membangun reaktor fusi lebih sulit daripada reaksi fisi karena menbutuhkan energi awal yang sangat besar. Belum ada satu pun reaktor fusi yang beroperasi di Bumi. Baru satu prototip yang tengah dibangun, yakni fasilitas yang diberi nama ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) di Cadarache, Perancis. Reaktor percobaan tersebut baru akan beroperasi mulai 2016 dan mulai menghasilkan energi 20 tahun kemudian. bahan baku yang digunakan di sana bukan Helium-3 melainkan deuterium dan tritium.

Kategori: Bio Fuel · Electricity · Geology · Nuclear · Physics · Space

Pemerintah Jepang Sangat Berminat Bangun PLTN Nuklir Di Indonesia Walaupun Berbahaya

Agustus 16, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah Jepang dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan mengundang sembilan negara sedang berkembang di Asia, termasuk Indonesia, untuk membahas lebih lanjut soal pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang berlangsung di Hanoi, Vietnam.

Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Jepang kepada ANTARA News melalui surat elektroniknya di Tokyo, Jumat, mengingat negara-negara tersebut kerap menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan lebih lanjut penggunaan nuklir untuk tujuan damai seperti keperluan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Sembilan negara itu adalah, Vietnam, Bangladesh, Indonesia, Nepal, Filipina, Malaysia, Thailand, Laos, dan Singapura. Kepada negara-negara tersebut akan diberikan manajemen energi nuklir yang berfokus pada “3S”, yaitu masalah Security (keamanan), Safety (keselamatan), dan Safeguard (pemeliharaan/perlindungan).

“Jepang akan mengirimkan sejumlah pakar nuklirnya ke seminar di Hanoi itu, untuk berbagi pandangan tentang manajemen nuklir, terutama yang menyangkut 3S tadi,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang.

Jepang bersama IAEA akan mendiskusikan pengelolaan PLTN dan juga penggunaan nuklir untuk maksud-maksud damai lainnya yang berbasis 3S.

Penyelenggaraan seminar nuklir itu merupakan tindak lanjut dari KTT G8 di Hokkaido Juli lalu, yang menyerukan inisiatif perluasan bagi penggunaan energi nuklir bagi tujuan damai dengan mengutamakan prinsip 3S

Kategori: Electricity · Nuclear · Physics

Hewlett-Packard Akan Ekspansif Kembangan Pusat Pelayanan Service POint Center Hingga 40 Cabang Akhir 2009

Agustus 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hewlett-Packard (HP) sampai pertengahan 2009 akan terus menambah pusat pelayanannya hingga mencapai 40 pusat layanan dengan menargetkan pembukaan di tiga kota pada tahun depan yakni di Gorontalo, Manokwari dan Bengkulu.

Managing Director Personal System Group, HP Indonesia Subin Joseph kepada pers usai peresmian salah satu pusat pelayanan HP di Kelapa Gading, Rabu, mengatakan, pihaknya bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Pembukaan pusat layanan HP khususnya di Jakarta ini mengusung konsep Best Personalised Service Experience yang akan membuat pelanggan nyaman, dan dapat menjadi solusi efektif bagi pelanggan untuk mengatasi permasalahnnya.

Konsep serupa sudah diterapkan di tiga lokasi lainnya di Jakarta dan secara bertahap ke beberapa pusat layanan di luar Jakarta dengan tetap melihat kondisi pasar daerah tersebut.

Menurut Subin, pusat layanan berkonsep baru tersebut dilengkapi dengan beragam layanan serta fasilitas yang lebih personal seperti konsultasi, SMS Update dan dukungan online selama 24 jam untuk memberikan informasi teraktual yang diperlukan pelanggan baik melalui telepon, SMS bahkan webchat.

HP, kata Subin, juga akan memonitor hasil perbaikan unit yang telah diterima kembali oleh pelanggan melalui layanan . Sementara untuk pelanggan yang sibuk dan tidak punya waktu untuk mengambil kembali unit yang diperbaiki bisa menggunakan fasilitas home delivery.

HP juga menjanjikan waktu perbaikan yang singkat yaitu selama 30 menit dengan ketentuan pelanggan telah menginformasikan terlebih dulu ke pusat pelayanannya mengenai kerusakan dari unit produknya.

Menurut Subin, dari sisi strategi pengembangan pasar, keberadaan pusat layanan HP di berbagai kota itu juga menjadi salah satu upaya HP memperluas jelajah geografisnya sekaligus meningkatkan pertumbuhan minat pasar terhadap TI sekaligus membuka pasar baru khusunya di luar Jakarta

Kategori: Computer · Electricity · Gadget

Revolusi Sebuah Kamera Digital Dari Lumix

Agustus 10, 2008 · 1 Komentar

Perkembangan teknologi kamera digital rasanya tidak akan pernah berhenti. Produk-produk baru terus membanjiri pasar, termasuk jenis kamera saku dengan beragam fitur baru yang memiliki kemampuan mendekati kamera digital single lens reflex (DSLR).

Akhir Juli lalu, produsen elektronik asal Negeri Sakura, Panasonic, memperkenalkan kamera saku seri terbaru, Lumix DMC-LX3. Kamera ini diluncurkan pertama kali untuk pasar Asia Pasific melalui sebuah acara seminar optik di Hongkong.

Melanjutkan sukses dari seri terdahulu, Lumix DMC-LX2, Panasonic menghadirkan Lumix DMC-LX3 yang dirancang untuk mengatasi berbagai persoalan yang umumnya dialami sebuah kamera saku.

Sering kali pengguna kamera saku mengalami kesulitan tatkala memotret sebuah obyek di ruang yang sangat sempit. Obyek foto tidak seluruhnya bisa tertangkap oleh lensa kamera, padahal kita menginginkan pengambilan gambar yang lebih luas.

Lumix LX3 yang dilengkapi dengan lensa super lebar 24 mm bisa dengan leluasa mengambil obyek foto dari sudut yang sempit sekali pun. Bila lensa standar 24 mm dirasa masih kurang lebar, Panasonic menyediakan konverter lensa tambahan DMW-LW46 yang mampu memperluas sudut pengambilan gambar hingga 18 mm.

Keunggulan lain dari lensa Leica DC Vario-Summicron 24-60 mm ini adalah memiliki bukaan diafragma yang sangat besar hingga f/2.0. Bukaan yang besar banyak membantu saat memotret dalam kondisi pencahayaan yang sangat minim.

Lumix LX3 mengalami perubahan penting pada komponen sensor CCD yang dirancang lebih peka. Sensor CCD sebagai komponen inti sebuah kamera digital memiliki fungsi penting dalam merekam cahaya dan memprosesnya menjadi sebuah gambar. Lumix LX3 menerapkan teknologi High sensitivity CCD dengan resolusi efektif hingga 10.1 megapiksel. Teknologi ini mampu menghasilkan gambar dengan sangat tajam meski mengalami croping yang sangat ekstrem. Tidak hanya itu, teknologi High sensitivity CCD ini mampu meminimalkan noise (butiran kasar pada gambar) sekalipun menggunakan iso tinggi.

Kamera saku yang memiliki dua varian warna, hitam dan silver, ini mampu merekam gambar dalam format JPEG dan RAW hingga berukuran maksimal 3968 x 2232 pixel. Dengan full resolution image 2.5 frame per second, Lumix LX3 mampu merekam sebanyak 8 frame pada setingan kualitas gambar (image quality) standard, 4 frame untuk image quality fine, 3 frame untuk image quality RAW, sementara pada setingan high speed brust mode kamera ini mampu merekam sebanyak 6 frame.

Lumix LX3 dengan cerdas menghadirkan teknologi iA (intelligent Auto) yang sangat membantu para pemula dan masyarakat awam menghasilkan gambar dengan kualitas yang baik. Seluruh pengoperasian dikontrol kamera yang dilengkapi dengan teknologi Mega O.I.S (optical image stabilizer), Intelligent ISO Control, Intelligent Scene Selector, Intelligent Exposure, Face Detection, dan AF Tracking.

Teknologi Mega O.I.S (optical image stabilizer) berfungsi untuk mengatasi getaran yang terjadi pada kamera (camera shake). Sementara Intelligent ISO Control secara otomatis dapat menaikkan dan menurunkan iso kamera sesuai dengan kebutuhan pencahayaan.

Intelligent Scene Selector adalah pilihan menu program pengoperasian kamera untuk berbagai kebutuhan pemotretan. Fungsi lain adalah Intelligent Exposure, yang secara otomatis bekerja mengatur intensitas pencahayaan. Hal yang menarik dari seluruh teknologi iA adalah fungsi Face Detection dan AF Tracking. Dengan Face Detection, kamera hanya akan mencari wajah-wajah manusia sebagai titik fokusnya. Sekalipun obyek bergerak, secara otomatis kamera akan mencari dan mengarahkan titik fokus kepada wajah tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan Face Detection, AF Tracking memiliki fungsi yang hampir sama. Kamera secara otomatis mampu melacak titik fokus yang sudah kita kunci sebelumnya. Meski obyek bergerak dan berpindah tempat, titik fokus akan tetap terkunci mengikuti pergerakan obyek.

Keunggulan lain yang dimiliki Lumix DMC-LX3 dari kamera kompak lainnya adalah dapat dioperasikan secara manual penuh. Pengaturan kecepatan rana (shutter speed), bukaan diafragma (aperture), dan titik fokus dengan mudah dikendalikan oleh joystik yang berada di belakang bodi kamera.

Selain menggunakan SD card memory sebagai media penyimpan gambar, Lumix LX3 memiliki internal memory 50 MB yang cukup menyimpan 14 gambar dengan image quality fine.

Untuk urusan power suply, kamera kompak berbobot 229 gram ini memiliki baterai yang mampu bertahan hingga 380 frame. Namun, bila ingin memaksimalkan daya tahan baterai, LCD monitor sebagai jendela bidik (viewfinder) dapat dimatikan dan diganti fungsinya oleh external optical viewfinder DMW- VF1 24 mm yang dapat dipasang di hotsoe (dudukan flash).

Akhir tahun 2008, Lumix LX3 rencananya akan hadir di Indonesia. Namun, mengenai harga, Panasonic Indonesia belum secara rinci menyebutkan berapa nilai nominal untuk kamera revolusioner ini.

Kategori: Electricity · Gadget