Arsip Kategori: Cognitive Science

Gula Terbukti Membuat Bodoh dan Menurunkan Kinerja Otak

Mengkonsumsi terlalu banyak gula bisa menggerogoti otak manusia! Itulah hasil studi yang disiarkan beberapa ilmuwan pada Selasa (15/5).

Studi itu memperlihatkan bagaimana konsumsi sirup jagung yang berisi gula secara terus-menerus membunuh daya ingatan tikus. Beberapa peneliti di University of California Los Angeles (UCLA) memberi makan dua kelompok tikus cairan yang berisi sirup jagung berkadar gula tinggi –bahan umum dalam makanan olahan– sebagai air minum selama enam pekan.

Satu kelompok tikus diberi asupan asam lemak Omega-3, yang mendorong daya otak, dalam bentuk minyak biji rami dan asam docosahexaenoic (DHA), sementara kelompok lain tidak.

Sebelum minuman gula tersebut diberikan, tikus itu dibuat menjalani babak pelatihan lima-hari di tempat rumit. Setelah enam pekan di dalam cairan manis, semua tikus itu lalu ditempatkan di tempat yang membingungkan untuk cara hewan tersebut membebaskan diri.

“Hewan yang DHA mereka sudah dilucuti tersebut lebih lamban, dan otak mereka memperlihatkan kemerosotan di tempat kurungan sinapsis,” kata Fernando Gomez-Pinilla, profesor bedah syaraf di David Geffen School of Medicine di UCLA.

“Sel otak mereka saling memberi isyarat yang bermasalah, sehingga mengganggu kemampuan tikus itu untuk secara jernih dan mengingat jalur yang telah mereka pelajari enam pekan sebelumnya,” katanya.

Kajian yang lebih dekat mengenai otak tikus mengungkapkan bahwa tikus yang tak diberi asupan DHA juga telah mengembangkan tanda perlawanan terhadap insulin, hormon dan kendali gula darah serta mengatur fungsi otak.

“Karena insulin dapat memasuki penghalang darah-otak, hormon tersebut mungkin menandai syaraf untuk memicu reaksi yang mengganggu pembelajaran dan mengakibatkan hilangnya memori,” kata Gomez-Pinilla.

Dengan kata lain, mengkonsumsi terlalu banyak zat gula dapat mencampuri kemampuan insulin untuk mengatur bagaimana sel menggunakan dan menyimpan gula, yang diperlukan dalam pemrosesan pikiran dan emosi.

“Studi kami memperlihatkan konsumsi zat gula dalam kadar tinggi membahayakan otak serta tubuh. Ini adalah sesuatu yang baru,” kata Gomez-Pinilla.

Sirup jagung dengan kadar gula tinggi biasa ditemukan pada soda, bumbu, saus apel, makanan bayi dan cemilan-olahan lain.

Studi tersebut disiarkan di Journal of Physiology, demikian AFP.

Psikolog Norwegia Buktikan Bahwa Pecandu Facebook Sama Dengan Kecanduan Alkohol dan Umumnya Orang Yang Kurang Pergaulan Nyata

Para psikologi dari University of Bergen, Norwegia, melakukan penelitian tentang orang-orang seperti apa yang mudah kecanduan jejaring sosial.

Mengutip laporan Telegraph, Rabu, 9 Mei 2012, tim psikolog itu mempelajari perilaku 423 siswa dalam menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Para siswa diminta mengisi koesioner tentang skala ketergantungan menggunakan jejaring sosial. Ada enam kriteria yang masing-masing memiliki skor berbeda, mulai dari sangat jarang memakai sampai sangat sering mengakses media sosial.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa para siswa yang kecanduan memakai Facebook memiliki tanda-tanda yang sama seperti yang ditunjukkan pada orang yang kecanduan obat-obatan, alkohol, dan zat kimia lainnya.

“Kecanduan jejaring sosial ini berpeluang besar terjadi pada anak muda dan wanita,” tulis para peneliti dalam pernyataannya.

Selain itu, orang yang merasa terasing di dunia nyata berpeluang menjadi pengguna berat alias adiktif menggunakan website dan jejaring sosial.

Adapun pada orang yang sudah berumur dan lelaki, potensi kecanduan Facebook ini kemungkinan kecil terjadi. Alasannya, kegiatan yang mereka lakukan ketika berselancar di dunia maya pada umumnya berkaitan dengan pekerjaan.

Penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal Psychological Reports.

Wanita Paling Cantik Di Dunia Menurut Ilmu Matematika

Sebuah perusahaan kosmetik, Lorraine Cosmetic, melakukan pencarian wajah sempurna di Inggris. Florence Colgate berhasil mengalahkan ribuan pesaing lainnya. Florence Colgate (18 tahun( disebut-sebut sebagai wanita dengan “wajah paling rupawan di Inggris,” berkat bentuk wajahnya yang proporsional, bahkan dikatakan sebagai wanita dengan wajah terindah di dunia.

Gadis Paling Cantik Di Dunia

Florence Colgate memiliki mata yang besar, tulang pipi tinggi, bibir yang penuh dan kulit yang bercahaya. Simetris tampaknya menjadi isyarat yang penting bagi daya tarik seseorang.

Gadis Paling Cantik

Florence Colgate dianggap memiliki wajah yang secara simetris sempurna, dengan rasio antara mata, mulut, dahi dan dagu dalam proporsi sempurna. Beberapa ahli telah memberikan penjelasan ilmiah mengenai kecantikan alaminya, “Florence memiliki semua tanda-tanda kecantikan klasik,” ujar pelajar PhD Carmen Lefèvre dari Universitas St Andrews ini.

Kompetisi dengan judul “Lorraine: Naked” yang dimenangi Florence Colgate ini menilai wajah para peserta yang tanpa make-up dan tidak pernah menjalani operasi plastik maupun kosmetik

Menonton Film Porno Dapat Sebabkan Sebagian Otak Mati dan Tidak Berfungsi

Bahwa merangsang diri sendiri secara seksual pada anak-anak bisa berisiko kebutaan, telah lama kita dengar. Kini, efek yang hampir sepadan juga berisiko pada orang dewasa.

Penelitian terbaru menunjukkan, menonton film porno benar-benar dapat mematikan bagian otak yang memproses rangsangan visual. Setidaknya, pada wanita.

Sebuah tim dari University of Groningen Medical Centre di Belanda mengamati kortek visual primer dari 12 wanita premenopause. Mereka sebelumnya dinyatakan dalam kondisi sehat, berorientasi heteroseksual, dan tugas mereka selama penelitian ‘hanya’ menonton tayangan agedan ranjang.

Para wanita yang diteliti dalam kondisi terkontrol secara hormonal terkait gairah seks sesuai siklus menstruasi mereka. Selama penelitian, aktivitas otak mereka dipantau menggunakan positron emission tomography (lebih dikenal sebagai PET scan).

Mereka kemudian disuruh menonton tiga tayangan: film dokumenter tentang kehidupan laut di Karibia; agedan ‘pemanasan’ sebelum bercinta; dan adegan persenggamaan eksplisit.

Hasil scan menunjukkan bahwa film erotis paling eksplisit – salah satu yang menampilkan oral seks dan persenggamaan – menghasilkan jauh lebih sedikit darah yang dikirim ke korteks visual primer. Efek yang sama terlihat ketika orang diminta untuk melakukan tugas non-visual, seperti mengingat kata-kata, sementara juga menonton beberapa jenis rangsangan visual.

Dalam keadaan biasa, ketika menonton film atau melakukan tugas visual lainnya darah ekstra mengalir ke korteks visual.

Uroneurologis Gert Holstege, salah satu anggota tim peneliti, kepada LiveScience menyatakan otak lebih fokus pada gairah seksual dari pemrosesan visual selama aktivitas menonton film. “Anda harus menyadari bahwa otak membutuhkan cadangan energi sebanyak mungkin, sehingga jika beberapa bagian otak tidak difungsikan, maka cadangan itu segera turun, ” katanya.

Dia menghubungkan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan otak bisa cemas atau terangsang, tapi tidak keduanya. Selama kegiatan orgasme di daerah otak yang berhubungan dengan kecemasan turun tajam, kata Holstege. “Inilah yang menjelaskan mengapa wanita dengan libido rendah sering menderita kecemasan.”

Penlitian itu juga membuahkan simpulan lain: ‘Jika Anda ingin berhubungan seks, Anda perlu menghasilkan situasi yang aman bagi wanita,” katanya.

Diruangan Super Sunyi Manusia Hanya Butuh 45 Menit Sebelum Berhalusinasi

Pepatah menyebutkan diam adalah emas, tapi manusia ternyata tak tahan terhadap kesunyian selama lebih dari 45 menit. Itu adalah rekor waktu terlama yang dicapai oleh sukarelawan dalam “bilik anechoic” di laboratorium Orfield di Minneapolis Selatan, Amerika Serikat.

Laboratorium itu menjadi tempat untuk menguji batas kesabaran manusia dalam menghadapi keheningan. Tempat paling senyap di dunia ini berupa ruangan berukuran 3 x 3 meter persegi, yang terdiri atas papan akustik fiberglass setebal 1 meter yang ditempel tegak lurus, ditambah dinding ganda berlapis baja insulasi dan tembok beton setebal 30 sentimeter.

Konfigurasi seperti itu membuat ruangan menyerap 99,99 persen suara dan menciptakan tingkat keheningan sebesar -9,4 desibel. Telinga manusia umumnya dapat mendengar suara lebih tinggi dari nol desibel.

Sebelumnya, ruangan milik Eckel Industries ini dipakai untuk menguji kebisingan berbagai mesin dan peranti elektronik. Salah satu peralatan yang diuji dalam ruangan ini adalah suara monitor telepon seluler pintar.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana memakai ruangan ini untuk menguji daya tahan astronaut. Dalam kondisi tanpa suara, diperkirakan manusia mengalami rasa canggung karena mendengar suara yang seharusnya tak terdengar. NASA ingin mengetahui seberapa baik astronaut berkonsentrasi dalam kesunyian.

Pemilik laboratorium, Steven Orfield, mengatakan manusia bisa mendengar detak jantungnya sendiri di dalam ruangan ini. Suara gerakan perut juga terdengar amat lantang. Terkadang suara jantung bisa terdengar. “Di dalam ruangan ini, tubuh Anda menjadi sumber bunyi,” kata Orfield.

Pengalaman yang tak lazim inilah yang mengacaukan pengalaman manusia. Dalam kondisi disorientasi seperti ini, kata dia, orang harus duduk. Bila terlalu lama berada dalam ruangan itu, akan mulai mengalami halusinasi.

Catatan laboratorium memperlihatkan batas kemampuan manusia bertahan di dalam ruangan sunyi ini adalah 45 menit. Orfield sendiri hanya bisa bertahan selama 30 menit di dalam kesunyian. Rupanya ia tak tahan mendengar suara mesin dari jantung buatan yang terpasang di badannya.

Kafein Membuat Pekerja Rajin Semakin Rajin Sedang Amfetamin Membuat Pemalas Jadi Rajin

Efek stimulus kafein hanya berpengaruh pada pekerja yang kehilangan motivasi saat mengerjakan pekerjaannya. Namun bagi para pemalas, kafein tak memberi pengaruh apapun. Demikian simpulan para peneliti di University of British Columbia.

Para peneliti melakukan percobaan mereka di laboratorium dengan tikus sebagai objek penelitian. Mereka membagi tikus menjadi dua kelompok berdasarkan preferensi mereka untuk kesulitan tinggi/penghargaan tinggi atau kesulitan rendah/penghargaan rendah. “Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah obat tertentu akan mempengaruhi mereka secara berbeda,” menurut psikolog Jay Hosking, yang melakukan penelitian dengan Catharine Winstanley.

Hasil penelitian, tikus pekerja keras cenderung memilih tugas yang kurang menantang ketika diberikan baik kafein atau amfetamin. Sebaliknya, tikus pemalas memilih tugas yang menantang lebih sering ketika diberikan amfetamin, tetapi menunjukkan tidak ada perubahan ketika diberi kafein.

Alkohol tidak berpengaruh pada pilihan yang dibuat baik oleh pemalas atau pekerja, menurut penelitian yang diterbitkan Rabu di jurnal Nature Neuropsychopharmacology.

Penelitian ini dirancang sedemikian rupa sehingga pilihan tugas tikus mirip manusia membuat pilihan tentang pekerjaan, terutama tugas-tugas yang membutuhkan lebih banyak perhatian dan konsentrasi. Hal ini dilakukan untuk mengukur efek dari obat-obatan seperti kafein dan amfetamin yang digunakan oleh manusia untuk mengatasi kelelahan pikiran.

“Paduan Amfetamin dan kafein mengubah pekerja menjadi pemalas dan amfetamin mengubah pemalas berubah menjadi pekerja,” katanya.

12 Penyebab Libido Rendah Pada Pria dan Wanita

Relasi yang hangat di kamar tidur diyakini menjadi salah satu resep kelanggengan rumah tangga. Tetapi gairah seks tak selamanya membara, terkadang redup, bahkan bisa mati. Ada banyak penyebab berkurangnya libido mulai dari faktor psikologi, emosional, dan gaya hidup.

1. Stres

Tubuh merespon stres dengan cara mengeluarkan adrenalin dan kortisol. Stres yang sudah berlangsung lama bisa memengaruhi kadar hormon tubuh dan berdampak pada berkurangnya gairah. Stres juga menimbulkan respon menyempit pada pembuluh darah sehingga memicu gangguan ereksi.

2. Depresi

Libido dan depresi memiliki hubungan yang rumit. Depresi bisa mengubah kemampuan biochemistry tubuh dan mengurangi libido. “Selain itu cukup sulit untuk merasa bergairah saat kita sedang depresi,” kata Mark L.Held, psikolog klinis. Beberapa obat untuk depresi juga memiliki efek samping mengurangi libido.

3. Self-esteem rendah

Seseorang yang merasa dirinya tidak menarik biasanya kurang berminat pada aktivitas seksual. Orang yang memiliki self-esteem rendah pada umumnya juga takut ditolak.

4. Alkohol dan narkoba

Sedikit alkohol mungkin bisa membuat Anda lebih bersemangat, tetapi alkohol yang berlebihan berpengaruh pada sistem saraf dan menyebabkan tubuh terasa kelelahan dan sulit bergairah. Sementara itu narkoba seperti mariyuana akan menakan kelenjar pituitari yang mengatur produksi testosteron.

5. Kurang tidur

Tubuh memerlukan jam tidur yang cukup untuk menjaga pikiran tetap fokus, tubuh sehat, dan libido tetap aktif. Secara fisik, kurang tidur akan meningkatkan level kortisol yang bisa menekan libido.

6. Obat-obatan

Obat-obatan yang dipakai untuk mengatasi depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit kronik lain terkadang memiliki efek samping menekan libido.

7. Disfungsi ereksi

Pria yang menderita disfungsi ereksi kerap kali merasa malas untuk berhubungan seks karena mereka takut penisnya tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi.

8. Ketidakseimbangan hormon

Libido sangat dipengaruhi oleh level testosteron. Karena itu kondisi gairah yang sulit naik kerap disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau rendahnya level testosteron. Penyebab umum gangguan hormon adalah gangguan pada liver karena organ itu berfungsi memecah estrogen. Jika fungsi itu terganggu, kadar estrogen meningkat sehingga libido berkurang.

9. Menopause

Kebanyakan wanita mengalami penurunan gairah seksual saat memasuki masa menopause. Penyebabnya cukup banyak, mulai dari penurunan hormon estrogen sehingga kondisi vagina menjadi kering dan menyebabkan penetrasi menjadi menyakitkan. Menopause juga menyebabkan testosteron dalam tubuh berkurang.

10. Gangguan penyakit

Penyakit sistemik yang serius, seperti kanker atau penyakit ginjal bisa menekan level testosteron dan mengurangi produksi sperma. Penyakit lain yang menyebabkan berkurangnya testosteron antara lain infeksi HIV dan diabetes.

11. Cinta memudar

Pasangan yang mengalami gangguan komunikasi dan berkonflik terus menerus hingga akhirnya sudah tidak cinta lagi, tentu sudah tak berhasrat lagi untuk berintim-intim di tempat tidur.

12. Tak ada waktu

Tak sedikit pasangan yang tak punya waktu untuk bercinta. “Banyak orang mengira selalu ada waktu untuk bercinta, tetapi di akhir hari keduanya sudah terlalu lelah untuk berhubungan seks,” kata Irwin Goldstein, direktur San Diego Sexual Medicine.

Terbukti Bahwa Kerja Kelompok dan Kebersamaan Dalam Selesaikan Masalah Membuat IQ Turun

Bagi Anda yang sering mengerjakan tugas secara berkelompok, sebaiknya waspada karena lama-kelamaan bisa membuat Intelligence Quotient (IQ) menurun.

Pernyataan itu disampaikan Read Montague, ketua peneliti dari Virginia Polytechnic Institute and State University atau Virginia Tech.

“Anda biasanya sering bergurau ketika ketua kelompok menyampaikan tugas dan membuat otak Anda serasa ‘berhenti’ berjalan, tapi itulah kenyataannya,” kata Montague, seperti dikutip Dailymail, Rabu, 8 Februari 2012.

Kerja kelompok, menurut dia, tak hanya memakan waktu bekerja, namun juga membuat orang jadi tambah bodoh.

Dalam penelitian yang dilakukannya, ia menemukan beberapa orang yang bekerja di dalam grup tadi justru memiliki nilai yang rendah saat dites tingkat kecerdasannya.

Alasannya, kata Montague, ada beberapa anggota kelompok yang sangat antusias untuk melakukan pekerjaan dengan sangat bagus dan berusaha mentransfer kekuatan otak mereka kepada teman-temannya. Upaya itu juga dilakukan demi mempertahankan status sosial mereka di dalam kelompok.

Akibatnya, anggota kelompok yang pasif justru hanya mendapatkan limpahan pekerjaan tanpa ikut menyumbangkan gagasan atau malah tidak bekerja sama sekali.

Temuan ini diperoleh ketika Montague melakukan tes kecerdasan sosial. Dengan alat scanner Magnetic Resonance Imaging (MRI), ia mengamati respons otak dari sejumlah relawan penelitian.

Hasilnya, perempuan tampaknya terkena imbas paling signifikan. Dari 13 relawan, 10 di antaranya menunjukkan kinerja otak atau Intelligence Quotient yang semakin rendah setelah melakukan kerja kelompok.

Penyebab penurunan IQ ini, menurut peneliti Kenneth Kishida, lantaran mereka mengalami kecemasan dan emosi ketika bersosialisasi di dalam kelompok. “Mereka tertekan dalam sebuah kompetisi,” katanya.

Kishida mengatakan para peneliti belum mengamati lebih jauh berapa besar efek yang ditimbulkan dari kerja kelompok terhadap penurunan IQ.

Vitamin B12 dan Asam Folat Terbukti Meningkatkan Daya Ingat Manusia

Usia tua menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang karena semakin menurunkan daya ingat dan kondisi fisik seseorang. Namun, baru-baru ini penelitian di Australia mendapati daya ingat para manula bisa ditingkatkan dengan mengkonsumsi vitamin B12 dan asam folat.

Penelitian itu menunjukkan manula yang mengkonsumsi vitamin B12 dan asam folat selama dua tahun memiliki peningkatan mencolok dalam tes ingatan jangka pendek dan panjang dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi. “Manfaatnya sederhana namun cukup berdampak,” kata peneliti dari Universitas Nasional Australia, Janine Walker, saat menanggapi penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition.

“Vitamin sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan kesehatan pada usia tua, serta mempertahankan fungsi kognitif lebih lama pada skala masyarakat luas,” kata Walker dalam surat elektroniknya kepada Reuters Health.

Para peneliti meminta lebih dari 700 orang yang berumur 60 hingga 74 tahun untuk mengkonsumsi dosis harian dari asam folat dan vitamin B12. Peserta juga ditugaskan mengkonsumsi pil plasebo yang menyerupai vitamin. Dosis vitamin itu terdiri atas 400 mikrogram asam folat dan 100 mikrogram vitamin B12, dan mereka tidak mengetahui yang mana yang mereka konsumsi.

Para peneliti mengatakan peserta yang mengikuti penelitian itu menunjukkan gejala depresi, namun tidak ada satupun yang secara klinis didiagnosis mengalami depresi. “Kami merasa para manula dengan gejala depresi tinggi adalah kelompok usia itu untuk dijadikan sasaran, mengingat bukti bahwa hubungan depresi pada usia lanjut berkaitan dengan peningkatan resiko kognitif,” kata Walker.

Setelah 12 bulan, tak ada perbedaan antara kedua kelompok itu mengenai seberapa bagus nilai mereka dalam tes mental, termasuk ingatan, perhatian dan kecepatan. Tapi setelah dua tahun, mereka yang mengkonsumsi vitamin menunjukkan peningkatan nilai dalam tes ingatan.

Contohnya ialah dalam tes ingatan jangka pendek, mereka yang mengkonsumsi pil palsu mengalami peningkatan nilai dari 5,2 hingga 5,5 selama dua tahun. Sedangkan mereka yang mengkonsumsi vitamin mampu meningkatkan nilai tes mereka dari 5,16 hingga 5,6.

Ingatan jangka pendek digunakan menghubungi nomor yang baru saja disebutkan oleh seseorang, sedangkan ingatan jangka panjang berlaku saat orang mencoba menghubungi nomor tersebut sehari atau sepekan kemudian. Masih belum jelas, bagaimana mengkonsumsi vitamin dapat meningkatkan kinerja otak dan tidak semua penelitian setuju dengan manfaat tersebut.

Salah satu idenya ialah vitamin dapat mengurangi kadar molekul tubuh yang dikenal dengan sebutan “homosistein”, yang berhubungan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah dan fungsi kognitif yang lemah. Dengan mengurangi kadar homosistein diharapkan dapat menurunkan resiko kardiovaskular dan meningkatkan fungsi mental.

Profesor dari Universitas California Davis, Joshua Miller, mengatakan sulit untuk menerjemahkan peningkatan ingatan pada satu tes ke dalam manfaatnya pada kehidupan nyata. Sebagian orang memiliki peningkatan ingatan yang cukup besar dan sebagian lagi kurang.

“Untuk sebagian individu itu mungkin mempunyai pengaruh, namun buat sebagian lagi mungkin tidak,” ujar dia. “Namun dalam sebuah populasi, peningkatan kecil dalam fungsi kognitif dapat memiliki konsekuensi nyata pada kinerja

penduduk secara keseluruhan, dan juga biaya kesehatan,” tambah dia. Jannie Walker mengatakan penelitian baru perlu dilakukan, termasuk apakah grup lain peserta, khususnya yang lebih tua dari peserta dalam studi baru tersebut, akan merasakan manfaat dari mengkonsumsi vitamin.

Pria Memilih Untuk Menyatakan Cintanya Pada Wanita Sesaat Setelah Orgasme dan Puas Berhubungan Seks dan Bukan Sebelumnya

Dunia memang sudah berubah. Kini kaum perempuan tak perlu menunggu untuk mengetahui apakah pria idamannya memiliki perasaan khusus buatnya. Perempuan bisa mengungkapkan lebih dulu perasaan cintanya. Namun, secara normal, pria memang cenderung menyatakan perasaannya lebih dulu. Menurut penelitian, 70 persen dari kesempatan untuk mengatakan “I love you” dilakukan oleh pria. Masalahnya, ungkapan tersebut ternyata lebih banyak dilontarkan setelah berhubungan seks, bukan sebelumnya.

Studi yang dilakukan di MIT Sloan School of Management di Cambridge, Massachusetts, ini mengobservasi orang-orang di usia pertengahan 20-an hingga 60-an. Tim yang terdiri atas psikolog sosial ini mendapati bahwa orang-orang lebih bahagia ketika mendengar pernyataan cinta setelah mereka bercinta dengan pasangannya untuk pertama kali, daripada sebelumnya. Hal ini disebabkan, baik pria maupun wanita secara genetik “diprogram” untuk berinvestasi pada hubungan yang berpotensi menghasilkan kehamilan.

“Ada berbagai faktor yang mendasari hal ini, yang menurut kami sangat tak berstruktur dan tidak dapat diukur, yaitu cinta. Dalam kenyataannya, ada kekuatan-kekuatan yang sangat spesifik tentang kesediaan mengungkapkan ‘cinta’, dan bagaimana perasaan Anda ketika orang mengatakan ‘I love you’,” ungkap Josh Ackerman, pemimpin studi tersebut, pada Journal of Personality and Social Psychology.

Pemilihan waktu memang menentukan segalanya. Menurut studi ini pula, pria yang menyatakan cinta sebelum ia bercinta dengan seorang wanita ternyata cenderung kurang berminat pada hubungan jangka panjang.

“Kalau seseorang mengatakan ‘Aku cinta padamu’ sebelum berhubungan seks, kemungkinan besar hal itu perlu lebih diragukan. Jika seseorang mengatakan ‘I love you’ setelah seks, hal itu menjadi indikator yang lebih baik apa yang sesungguhnya mereka rasakan,” tambah Dr Ackerman.

Ia menegaskan, pernyataan dan pemilihan waktu tersebut tidak menunjukkan sikap yang mendua, misalnya bahwa pria berusaha mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.