Category Archives: Aneh Tapi Nyata

Proses Ilmiah Munculnya Pulau Baru Di Pantai Sederhana Muaragembong Bekasi


Kepala Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Gadis Sri Haryani mengatakan adanya tanah timbul yang terletak di perairan sejauh 2 kilometer dari Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, adalah akibat dari sedimentasi.

Menurut dia, pembentukan tanah itu adalah proses alamiah yang terbawa oleh aliran sungai pascabanjir kemarin. “Sedimen dari sungai yang terbawa ke laut,” kata Gadis saat dihubungi, Senin, 24 Februari 2014. “Juga mendorong pasir di dasar laut sampai ke tengah lautan.”

Gadis mengatakan curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu lalu menyebabkan sungai di daerah hulu membawa material padat yang akan mengendap beberapa kilometer dari daerah muara. Apalagi, Gadis melanjutkan, jika arus sungai itu besar dan mendorong pasir di dasar laut muara sampai ke tengah laut.

“Ini adalah proses alamiah membentuk delta. Pasir akan menumpuk di tengah laut dan membentuk lengkungan,” kata Gadis. “Erosi di hulu besar, daerah resapan berkurang, air sungai membawa muatan material.”

Menurut dia, tanah timbul ini dapat hilang seiring terbawanya arus laut. “Nanti dilihat saja apakah arus laut itu menggerus tanah timbul ini atau karena, kalau menurut cuaca, angin laut akan membawa arus besar dan menggerus tanah timbul ini.”

Fenomena tanah timbul di tengah laut ditemukan sejumlah nelayan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tanah timbul yang membentuk daratan baru itu diperkirakan memiliki panjang 2 kilometer dan lebar 15 meter. Apabila ingin pulau tersebut tidak tenggelam lagi maka sebaiknya dipesisir pantai pulau tersebut segera ditanami bakau yang mampu mencegah erosi dan ditengah pulau tersebut juga ditanami pohon besar yang biasa tumbuh ditepi pantai seperti kelapa dan lain lain.

Tanah timbul terletak 2 kilometer dari bibir pantai Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Kawasan tersebut kini ramai dikunjungi warga yang dapat dijangkau menggunakan perahu sekitar satu jam perjalanan.

Air Sungai Di Bontang Mendadak Berwarna Merah Darah


2010259laut-merah-bontang-ool780x390Masyarakat Kota Bontang digemparkan dengan fenomena memerahnya warna air sungai di Tanjung laut, Bontang Selatan, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Selasa (11/2/2014). Sebagian warga ada yang ketakutan, sebagian lagi malah mengambilnya untuk dijadikan azimat. Nuryadi, salah satu warga Tanjung Laut menjelaskan, sejak pukul 08.30 Wita, warna air sungai menuju laut itu sudah berubah menjadi oranye. Semakin siang, warnanya semakin pekat atau persis seperti darah.

“Warnanya makin terlihat waktu air pasang. Banyak yang mengira air itu limbah dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di Bontang. Tapi kenapa air bisa merah semua tanpa bau, seperti tanda-tanda mau kiamat,” katanya, Selasa (11/2/2014). Lain halnya dengan Meriyati, warga Jalan Soekarno Hatta, Tanjung Laut. Dia malah berinisiatif mengambil air tersebut. Dia mengira air itu berkah dari Tuhan, sehingga dapat diabadikan atau dijadikan azimat.

“Saya mau ambil air ini untuk berjaga-jaga. Siapa tahu bisa dijadikan penangkal bala. Kapan lagi, Bontang punya air sungai yang warnanya merah,” katanya. Karena fenomena tersebut, seharian Tanjung Laut berubah seperti wisata air. Banyak warga berbondong-bondong melihat kejadian aneh tersebut. Mereka juga ada yang membawa keluarga. Hal ini juga membuat aparat kepolisian bingung. Pasalnya sebagian warga ada yang ketakutan, tetapi sisanya malah ada yang main-main di dekat sungai itu.

“Warga ada yang penasaran, tapi ada juga yang ketakutan. Awalnya (warna merah) tidak terlalu mencolok, terlihat jelas baru sore hari karena air laut pasang, sehingga warga yang kebetulan melewati jembatan, langsung berhenti karena merasa aneh dengan perubahan warna air laut yang menjadi merah pekat merata di sepanjang aliran air sungai di lokasi tersebut,” ungkap salah seorang anggota polisi yang berjaga.

Ribuan warga yang bermukim di sekitar Sungai Jembatan Kuning, Tanjung Laut, Bontang, Kalimantan Timur, heboh, Selasa (11/2/2014) sore. Sebab, air sungai yang mengalir dari Kelurahan Berbas Tengah menuju Tanjung Laut tiba-tiba menjadi berwarna merah seperti darah.

Sudarman, warga Kelurahan Berbas Tengah yang bermukim di sekitar aliran sungai, mengatakan, perubahan warna air sungai terjadi sejak pukul 14.00 Wita. Belum diketahui pasti penyebab perubahan warna air sungai tersebut. Namun, sebagian warga meyakini hal itu disebabkan oleh pembuangan limbah, berupa cat atau zat pewarna. Kepala Badan Lingkungan Hidup Bontang Agus Amir saat ditemui di lokasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab perubahan warna sungai tersebut. “Kami baru mengambil sampel, jadi belum bisa memastikan penyebabnya,” tuturnya.

Kepolisian Kota Bontang menguak misteri air sungai yang mendadak berwarna merah di Bontang. Fenomena itu ternyata berasal dari limbah perusahaan cat di Bontang. Dalam kasus ini, Kepolisian Kota Bontang mengamankan seseorang berinisial ST, yang diduga sebagai oknum yang kali pertama membuat gempar warga Kota Bontang. Menurut Wakapolres Bontang Kompol Erlan, pelaku ST diduga mencemarkan air sungai dengan limbah cat. Kini, pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan, tapi masih proses lanjutan dan pemeriksaan, apakah limbah beracun atau tidak? Pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang berdiam di lokasi sekitar menyebut bahwa air menjadi merah karena ulah orang yang tak bertanggung jawab. Biasanya, ada yang membuang sisa cat ke sungai dalam jumlah yang sangat banyak sehingga air menjadi tercemar. Lagi pula, di sekitar sungai itu, ada pabrik distributor cat.

“Di sini ada pabrik distributor cat, biasanya sering membuang cat, namun tidak sebesar ini sehingga tidak mengubah warna air. Bisa jadi akibat pencucian drum-drum dari Amerika yang dibeli pabrik distributor cat tersebut,” kata Sundarwan, salah seorang warga Tanjung Laut, Bontang.

Namun, kata Sundarwan, jika air sungai berubah warna karena limbah pencucian drum, maka tidak mungkin bisa sampai sepanjang sungai di Tanjung Laut, Bontang Selatan. “Seharusnya tidak merata, tapi ini merata. Nah, ini yang membingungkan. Entah betul fenomena alam atau limbah yang dibuang dalam jumlah cukup besar,” pungkasnya.

Di bagian lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bontang Agus Amir mengatakan, sampai saat ini BLH belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai perubahan air sungai tersebut. Namun, pihaknya akan menelusuri asal perubahan air tersebut.

“Kami masih di lokasi dan tim kami masih melakukan pengecekan. Kami belum bisa memberikan kesimpulan apakah ini fenomena alam ataukah pencemaran air limbah. Harus diselidiki dulu,” kata Amir, Selasa (11/2/2014).

Amir menjelaskan, untuk menguak misteri air merah itu, diperlukan proses yang panjang. Selanjutnya, Amir masih belum bisa memutuskan apakah air merah tersebut akan diperiksa dalam laboraturium atau tidak.

“Kami masih di lokasi. Kami masih melakukan identifikasi dan menelusuri petanya dulu, baru bisa diambil kesimpulan. Yang jelas, kami akan terus menyelidiki dari mana air merah itu bermula,” ujarnya.

Chandre Oraon Pria Yang Memiliki Ekor Sepanjang 35 cm Bagai Hanuman


Tak pernah sepi berada di dekat Chandre Oraon, 35 tahun. Pemetik teh ini memiliki ekor sepanjang 14,5 inci di punggung bawahnya, hal yang membuatnya dipercaya sebagai reinkarnasi dari Dewa Hanuman, yang merupakan seekor monyet.

Maka, ke mana pun pria asal Alipurduar, India, ini pergi, pengikutnya selalu membuntuti. Banyak yang menganggapnya sebagai seorang dewa hidup. Oraon memiliki ekor sejak lahir. Beberapa orang Hindu percaya itu pertanda dia adalah inkarnasi dari dewa monyet yang dikenal sebagai Hanuman.

Menurut Oraon, melewati masa kecil sebagai ‘Dewa Hanuman’ tidaklah mudah. Ia kerap menjadi olok-olokan teman-temannya karena ekor itu. Ketika menginjak dewasa, ia ditolak oleh lebih dari 20 wanita sebelum bertemu dengan istrinya sekarang, Maino.

Karena terpesona dengan sang Hanuman-kah Maino memutuskan menikah? “Tidak. Dia tak tampan. Ibu saya dan ayah saya meninggal ketika saya masih muda. Jadi saudara-saudara saya ingin saya cepat menikah,” kata Maino seperti dikutip Mirror.

Barcroft TV memberitakan tidak hanya ekor yang membuat orang percaya dia dewa monyet. Pekerjaan Oraon memetik daun teh mengharuskan dia untuk memanjat pohon seperti monyet. Kini, sejak berita tentangnya tersebar, pengikutnya hampir datang dari seluruh wilayah di India. Mereka meyakini akan mendapat banyak berkah jika berhasil menyentuh ekor Oraon.

Monika Lakda, salah satu pengunjung, menyatakan ia melakukan perjalanan hampir semalaman untuk melihat Oraon di kuilnya. Ia berharap berkah Oraon akan mampu menyembuhkan demam keponakannya. “Kami sudah memberinya obat, tetapi tidak berhasil. Jadi kami datang ke sini untuk mencari berkatnya,” katanya, seperti dikutip Daily Mail.

Bhushan Chakraborty, petugas medis setempat, mengatakan kepada Indian Express bahwa Oraon mungkin berperilaku seperti dewa monyet, dengan memanjat pohon secara cekatan dan vegetarian. Namun, kata dia, kondisi Oraon sesungguhnya merupakan cacat bawaan.

Kondisi Oraon, kata dia, sebenarnya adalah bentuk spina bifida, ketika tulang belakang tidak menutup semua. Beberapa orang dengan kondisi ini mengalami pertumbuhan seperti ekor pada punggung bawah mereka, kadang disertai surai rambut. Menyembuhkan kelainan ini bisa dilakukan dengan operasi.

Babi Berkepala Dua Lahir Di Tabanan Bali


Kelahiran seekor babi berkepala dua nampak mengegerkan warga Desa Rejasa, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat. Warga desa itu berbondong-bondong ke rumah Made Sumandia (56) setelah babinya melahirkan “kucit” atau anak babi berkepala dua sekitar pukul 11.00 Wita. Namun babi berkepala dua itu akhirnya mati. “Yang berkepala dua itu merupakan kucit yang lahir keempat, yang lainnya normal,” kata Sumandia.

Saat induk babi itu melahirkan, dia sedang tidak berada di rumah. Ni Nengah Sulistyawati (48), istri Sumandia, yang membantu proses bayi peliharaannya itu melahirkan. “Begitu lahir, hidung bayi-bayi itu langsung saya bersihkan agar bisa bernafas lega,” ujarnya.

Sumandia sudah menduga babi berkepala dua itu tidak akan hidup lama karena sejak lahir sudah tidak bisa bergerak. “Sempat saya kasih air gula, tapi nggak bertahan juga,” katanya. Hingga babi itu dikuburkan, warga berdatangan ke rumah petugas penyuluh pertanian di Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, itu.

Penjelasan Ilmiah Mengapa Hujan Salju Turun Di Daerah Panas


Hujan salju terjadi di beberapa negara Timur Tengah dan Vietnam bagian utara. Ternyata, fenomena ini sangat bisa dijelaskan secara meteorologis: musim dingin di kawasan lintang utara bertemu udara lebih dingin dari bagian lebih utara lagi.

“Seperti Vietnam dan lain-lain itu ada di Lintang Utara, sedangkan matahari sekarang berada di selatan. Kalau di utara musim dingin, di selatan musim panas. Artinya, memang temperatur udara relatif lebih dingin dibanding beberapa bulan lalu,” jelas Kabid Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT Dr Tri Handoko Seto, S.Si, M.Sc.

Saat udara relatif dingin ini, kondisi sistem di atmosfer terbentuk pola-pola tekanan rendah tertentu yang memungkinkan terjadinya pembentukan awan dan hujan. Namun jika kondisi ini berdiri sendiri di wilayah itu, tidak akan terjadi hujan salju.

“Sistem itu bertemu massa udara dingin di sebelah utaranya lagi kemudian menjadi seperti yang seperti beberapa hari lalu terbentuk hujan salju yang cukup banyak,” jelas Tri yang pernah menjadi Ketua Penanggungjawab Lapangan BPPT dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca saat musim hujan Jakarta Januari 2013 lalu.

Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Tri Handoko Seto, Kamis (19/12/2013):

Apakah turunnya salju di Timur Tengah dan Vietnam ini anomali atau wajar?
Kalau dilihat sebagai anomali boleh karena kejadiannya tidak sering. Dilihat wajar ya tergantung hari, bagaimana tinjauan meteorologisnya. Kalau melihat kebiasannya tidak seperti itu, ada sebabnya mengapoa terjadi seperti itu. Sebenarnya juga walaupun bisa dibilang agak langka tetapi secara meteorologi tidak terlalu sulit menjelaskannya. Seperti Vietnam dan negara Timur Tengah lain itu kita ketahui ada di Lintang Utara, sedangkan matahari sekarang sedang berada di selatan. Kalau di utara musim dingin di selatan musim panas. Artinya memang temperatur udara di utara relatif lebih dingin dibanding beberapa bulan lalu. Saat kondisi itu, sistem di atmosfer terbentuk pola-pola tekanan rendah tertentu yang akibatkan itu memungkinkan terjadinya pembentukan awan dan hujan. Jika kondisi itu berdiri sendiri di wilayah itu maka tidak akan terjadi hujan salju, apalagi menumpuk setebal itu.

Lantas apa yang menyebabkan salju bisa terbentuk dan turun?
Kemarin ada pergerakan udara sangat dingin dari utaranya lagi, bergerak menuju ke situ (ke wilayah bertekanan rendah). Udara yang sangat dingin inilah bertemu atmosfer terbentuknya awan dan hujan sehingga sistem itu lebih dingin lagi. Jadi terjadinya musim dingin, memang utara lagi musim dingin, sistem itu bertemu massa udara dingin sebelah utaranya lagi. Sistem itu kemudian menjadi seperti yang beberapa hari lalu terbentuk hujan salju yang cukup banyak.

Apa udara bertekanan tinggi di bagian belahan Bumi utara itu juga cukup sering terjadinya?
Tidak sering. Kalau dibilang langka ya langka karena tidak sering. Anomali ya anomali, jauh di atas rata-rata historisnya. Namun begitu ada penjelasan meteorologisnya. Udara yang bertekanan tinggi yang lebih dingin menuju ke wilayah yang bertekanan lebih rendah. Sebenarnya pergerakan udara dingin itu juga sering terjadi di Indonesia, sering juga.

Pergerakan udara dingin sering terjadi di Indonesia, kapan?
Banjir Jakarta pada Januari 2013 kemarin salah satu penyebabnya datangnya massa udara dingin dari Laut China Selatan dan diturunkan di sekitar Jakarta. Hal itu mengakibatkan Jakarta hujan deras. Itu cuma salah satu penyebabnya, faktor yang lain ada. Tapi karena di Jakarta udaranya tidak dingin, ya hujannya hujan air.

Apakah salju mungkin turun di Indonesia?
Kalau bilang tidak mungkin, probabilitas nol rasanya terlalu arogan. Peluangnya sangat kecil tetapi itu masih dimungkinkan. Memang kemungkinannya sangat-sangat kecil.

Bagaimana dengan hujan es yang pernah terjadi di Jakarta, apakah mekanismenya persis seperti terjadinya hujan salju?
Hujan es, itu beda. Kalau mekanisme terjadi hujan es ada masuknya massa udara yang dingin dari utara, ada peluang terjadinya hujan salju walau tidak terlalu banyak, tapi masih terbuka. Hujan es itu karena ada awan yang sangat tinggi menjulang, di atas 17 ribu kaki. Di atas kan dingin, kemudian terbentuk butir-butir es. Itu kemudian jatuh ke bawah. Nah kalau udaranya hangat, dia berubah jadi air. Kalau udara di bawah dingin, seperti habis hujan dan terjadi di sore hari, maka es yang diatas tetap berbentuk es, akhirnya terjadi hujan es.Jika peluang ke situ, ada hujan es kemudian muncul massa udara dingin dari utara, maka mungkin terbentuk salju meski tidak besar. Kecil sekali peluangnya, ada tapi tidak besar.

Seperti halnya hujan, apakah turunnya salju juga bisa dimodifikasi?
Di negara Jepang hujan buatan itu membuat salju atau mempertebal salju. Hujan salju, di wilayah tertentu bukan dengan garam melainkan dengan inti es di awan maka dia terjadi penggumpalan udara dingin menjadi butir-butir es sebagai salju yang lebih banyak.

Apa manfaatnya salju buatan itu?
Manfaatnya untuk cadangan air. Kalau salju sudah habis dan udara hangat, tumpukan salju itu menjadi air, untuk cadangan. Kalau banyak salju tebal udara agak hangat kan menjadi air. Justru sejarah modifikasi cuaca itu awalnya pengintian es. Mempercepat terbentuknya kristal es. Di atas yang terjadi itu ada uap air yang sangat dingin. Uap air saja tidak berat, tidak mungkin jatuh hujan. Jadi diberikan inti es agar menjadi kristal es dan jatuh menjadi hujan salju

Apakah hujan salju yang jarang terjadi di Vietnam dan negara Timur Tengah ini tanda-tanda perubahan iklim?
Mengaitkan perubahan iklim tidak semudah itu. Tetapi perubahan iklim ada 2 mazhab, ada mazhab meyakini dan tidak meyakini. Ilmuwan juga ada mazhabnya. Kalau yang sangat meyakini tentu dengan cepat mengatakan itu perubahan iklim, nah yang tidak meyakini mengatakan bukan karena perlu pengkajian lebih lanjut. Butuh penelitian, data-data puluhan tahun bahkan ratusan tahun sebelumnya. Kaya saya, saya belum berani memastikan perubahan iklim, tapi teman-teman yang meyakini akan mengatakan itu perubahan iklim dengan cepat. Perlu lihat data ratusan tahun dulu, perlu pendekatan, seperti frekuensinya, magnitude, kalau memang iya, mungkin itu perubahan iklim. Perubahanan iklim itu lebih banyak dipicu global warming, sekarang yang terjadi justru pendingingan. Ada periode bergeraknya massa udara dingin dari utara, ke ekuator. Beberapa (ilmuwan) menyebutkan adanya pemanasan berlebih, padahal bukan itu.

Berarti pendinginan juga bisa dikategorikan perubahan iklim?
Mainstream-nya itu perubahan iklim akibat global warming. Nah kalau terjadi pendinginan rasanya bertentangan dengan mainstream global warming, ada mazhab global warming, suhu lebih panas menyebar ke arah utara. Peristiwa badai tropis dan sebagainya secara faktor bisa dibilang global warming, pemanasan. Ketika yang terjadi hujan salju tentu kalau dibilang perubahan iklim, tidak sesuai mainstreamnya. Entah kalau nanti ada mazhab lain yang sebaliknya.

Ada teori konspirasi yang mengatakan bahwa hujan salju ini tentang Weather Warfare alias modifikasi cuaca untuk kepentingan perang, apakah mungkin itu?
Secara terori mungkin, tapi tinjauan ekonominya belum masuk. Untuk perang bisa saja, tapi hitung-hitungan ekonomi, kewajaran, manfaat dan mudaratnya, itu ambisiuslah ya. Isu-isu seperti itu jangan dibiarkan liar menjadi isu yang menyeramkan. Semua ada penjelasan meteorologisnya. Orang mungkin panik. Yang terjadi saat ini ada penjelasan meteorologisnya. Yang proporsional saja.

Hewan Langka Besar Liger yang Ditemukan Di Bojonghonde Bogor Akan Dimusnahkan


Tim penyidik Polri dan penyidik pegawai negeri sipil Kementerian Kehutanan belum memindahkan sejumlah satwa liar yang dilindungi, tetapi diduga kuat dipelihara secara ilegal, di vila mewah di Kampung Bojonghonde, Gununggeulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Di vila yang berdiri di atas lahan seluas kira-kira 5.000 meter persegi itu ditemukan satu harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), satu owa jawa (Hylobates moloch), satu lutung (trachypithecus obscurus), dua siamang (symphalangus syndactylus), tiga merak hijau atau merak jawa (pavo muticus), dan empat rusa timor (cervus timorensis).

Masih ada pula hewan peliharaan lain, yakni angsa dan anjing, serta satu liger atau hewan hasil kawin silang antara singa jantan dan harimau betina dengan campur tangan manusia. Keberadaan satwa liar itu diketahui dari pengungkapan kasus pembunuhan, Jumat (25/10/2013). Namun, sampai Senin (28/10/2013) ini, satwa liar belum dipindahkan karena tim penyidik terpadu masih menyelesaikan administrasi penyitaan.

“Keberadaan sejumlah satwa liar itu jelas ilegal sebab tidak diberikan lagi izin untuk penangkaran satwa liar kepada individu,” kata Aman Sujiaman dari Bidang KSDA Wilayah I Bogor. Yang diberi izin untuk penangkaran satwa liar ialah lembaga konservasi seperti kebun binatang, taman safari, dan pusat penangkaran.

Aman menyatakan, pemilik satwa liar, yang diyakini juga merupakan pemilik vila, bisa dituding telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Kami menyita satwa yang ada di vila ini dan akan segera memindahkannya ke pusat penangkaran di Bogor atau di Cikananga, Sukabumi,” kata Aman. Seekor harimau sumatera yang ditemukan itu berkelamin betina, berusia 5 tahun, dengan panjang 150 sentimeter (dari ujung hidung sampai pantat). “Dari pengamatan, harimau ini cukup sehat, ada taringnya, dan masih menunjukkan perilaku buas,” kata Aman.

Liger akan dimusnahkan
Ditanya tentang liger, Aman mengatakan, hewan ini merupakan hasil kawin silang dengan campur tangan manusia. Hewan ini tidak atau belum bisa disebut satwa liar sebab di alam bebas belum ada laporan kejadian singa kawin dengan harimau. Liger yang ditemukan di vila mewah itu belum diketahui dihasilkan dari jantan dan betina mana, dan di mana dilahirkan. Selain liger, di dunia juga ada tigon, hasil kawin silang antara harimau jantan dan singa betina.

“Kemunculan hewan baru itu tidak secara alami atau akibat campur tangan manusia dan tidak diatur sehingga untuk liger yang didapat di sini akan kami usulkan untuk dimusnahkan,” kata Aman. Meksipun Liger sangat langka dan banyak dipelihara dikebun binatang diseluruh dunia.

Satwa-satwa liar akan dibawa ke penangkaran. Di penangkaran, satwa akan dirawat dan jika memungkinkan akan dilepas ke alam bebas sesuai habitatnya. Sementara itu, penyidik belum memastikan siapa sosok pemilik vila. Namun, keterangan dari penjaga, vila mewah di kawasan berbukit ini dimiliki oleh seorang pengusaha Jakarta berinisial JW.

Tim penyidik Kepolisian Resor Bogor dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Jumat (25/10/2013), mendatangi sebuah vila mewah di Kampung Bojonghonje RT 004 RW 05, Gununggeulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Tim tersebut mengecek keberadaan sejumlah satwa liar, termasuk harimau sumatera, yang dipelihara di vila tersebut.

Penyidik menemukan seekor harimau sumatera, seekor liger atau lion tiger atau anakan singa dan harimau, seekor owa jawa, seekor lutung, dua ekor siamang, tiga ekor merak, dan empat ekor rusa timor. “Ini satwa liar yang dilindungi sehingga keberadaannya di sini ilegal dan kami sita,” kata Polisi Hutan Wilayah I Balai Besar KSDA Jawa Barat Nano Winarno di lokasi.

Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Asep Safrudin mengatakan, kedatangan penyidik berawal dari kasus pembunuhan yang terjadi di dalam vila pada Kamis (24/10/2013). Seorang lelaki berinisial SP ditangkap karena membunuh dan menguburkan seorang perempuan bernama Neneng di dalam lahan vila seluas sekitar 5.000 meter persegi itu. Dalam pemeriksaan, SP mengaku bekerja di vila sebagai penjaga dan perawat satwa di dalamnya. Pengakuan SP mengejutkan sebab katanya ada harimau, rusa, merak, dan puluhan anjing.

Berdasarkan aturan, izin pemeliharaan harimau sudah tidak diberikan lagi kecuali untuk lembaga konservasi. Untuk itu, keberadaan harimau di vila itu diyakini ilegal sehingga penyidik berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA untuk penyelidikan dan penyitaan. Asep dan Nano mengatakan, satwa itu segera disita dan dibawa ke pusat penangkaran satwa liar di Bogor atau Sukabumi. Namun, sementara satwa didiamkan di vila sampai penyidik mendatangkan tim pengevakuasi. Vila telah diberi garis polisi.

Pulau Kecil Baru Muncul Setelah Gempa Di Pakistan


pulau baru muncul setelah gempa pakistanSebuah pulau kecil muncul setelah gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter melanda Pakistan. Kira-kira apa penyebab kejadian yang tergolong langka ini? “Ini bukanlah cara yang lazim bagi terbentuknya sebuah pulau,” ucap profesor geologi dari Universitas Toronto, Andrew Miall, seperti dilansir CBC News, Kamis (26/9/2013).

“Tapi pergerakan vertikal dari lempengan bumi cukup wajar, dan ini bisa terjadi seperti dalam kasus ini karena lempengan bumi berada dalam posisi yang dekat dengan permukaan air,” imbuhnya. Pulau kecil yang muncul di lokasi sejauh 200 meter dari garis pantai Gwadar ini memiliki ketinggian sekitar 18-21 meter. Sedangkan panjangnya mencapai 91 meter dengan lebar mencapai 36 meter.

Permukaan pulau ini memang solid, namun kandungan yang ada di dalamnya tidak demikian. Campuran antara bebatuan, pasir, lumpur dan air dengan sejumlah celah yang ada terlihat membentuk gundukan pulau ini. Penjelasan lainnya disampaikan oleh profesor seismologi dari German Center for Geosciences, Marco Bohnhoff. Bohnhoff menuturkan, seperti dilansir abcnews.go.com, ada dua cara yang menjadi penyebab terbentuknya pulau semacam ini.

Penyebab pertama, lempengan bumi yang ada di dalam laut terdesak hingga keluar dari permukaan air laut akibat getaran gempa yang sangat kuat. Penyebab kedua, getaran gempa memicu pergerakan dan pelepasan gas yang tersimpan di dalam perut bumi dan berakibat pada munculnya ‘lumpur gunung api’ keluar hingga ke permukaan laut.

pulau baru gempa pakistanSenada dengan Bohnhoff, profesor geologi dari Queen’s University, John Dixon juga menyebut adanya ‘lumpur gunung api’ sebagai penyebab terbentuknya pulau ini. Karakterisik ‘lumpur gunung api’ ini sendiri cenderung lembut sehingga mudah terkikis. “Karena hal ini, tampaknya pulau ini hanya bersifat sementara — yang kemungkinan tersapu kembali ke laut oleh erosi yang dipicu gelombang air laut dengan cepat. Faktanya, bisa dilihat dari fotonya bahwa ini sebenarnya sudah dimulai,” jelasnya.

Situasi seperti ini bisa terjadi karena Pakistan terletak di antara tiga lempengan tektonik, yakni lempengan Hindia, Arab dan Eurasia. Pulau kecil yang muncul di Laut Arab, dekat Pakistan pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 SR dipredksi tidak akan bertahan lama. Kandungan yang ada di dalam pulau kecil ini, mulai dari bebatuan, pasir dan lumpur diyakini akan terkikis oleh air laut dalam beberapa bulan ke depan.

Ahli biologi kelautan dari Institut Oseanografi Nasional Pakistan, Mohammad Danish menuturkan, sejumlah tim ahli telah mengunjungi ‘pulau kecil’ tersebut secara langsung untuk melakukan analisis. Hasilnya ditemukan kandungan gas metana pada permukaan pulau kecil tersebut.

“Tim kami menemukan gelembung yang muncul ke permukaan pulau tersebut yang bisa memicu api ketika sebuah pemantik dinyalakan dan kami melarang tim kami untuk menyalakan api apapun. Ini gas metana,” jelas Danish kepada televisi GEO dan dilansir AFP, Kamis (26/9/2013).

pulau muncul karena gempaPermukaan pulau ini memang solid, namun kandungan yang ada di dalamnya tidak demikian. Campuran antara bebatuan, pasir, lumpur dan air dengan sejumlah celah yang ada terlihat membentuk gundukan pulau ini. Diwarnai dengan ikan-ikan yang mati dan ganggang laut di mana-mana.

Seorang ahli gempa dari University of Melbourne, Australia, Gary Gibson menilai pulau kecil ini terbentuk dari lumpur gunung api. Gas metana yang ada di dalam gunung api memicu bahan-bahan yang ada di dekatnya untuk naik ke atas selama getaran kuat saat gempa terjadi.

“Ini pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut, tapi tetap ini merupakan peristiwa yang tidak biasa, sangat langka,” ucap Gibson kepada AFP. Dia menambahkan, struktur yang membentuk pulau ini mudah terkikis oleh gelombang air laut. Tidak jauh berbeda, Kepala Departemen Geologi Universitas Karachi, Profesor Shamim Ahmed Shaikh menyatakan bahwa pulau baru tersebut akan terkikis dalam waktu beberapa bulan saja.

“Sekitar satu tahun sebelumnya, sebuah pulau dengan ukuran yang nyaris sama juga muncul di lokasi yang sama jaraknya dari pantai di wilayah Makran. Untuk kali ini, akan terkikis dalam waktu seminggu atau beberapa bulan saja,” cetus Shaikh.

Pulau kecil yang muncul di perairan dekat pantai Pakistan pasca gempa 7,7 SR menarik perhatian warga setempat. Dengan menggunakan perahu seadanya, mereka berlayar mendekati pulau baru tersebut.

“Ini bukan hal kecil, tapi hal yang besar yang muncul dari dalam air,” tutur seorang warga setempat, Muhammad Rustam kepada AFP, Rabu (25/9/2013).

Terlihat puluhan orang telah berada di atas pulau yang lebih tampak seperti gundukan bebatuan tersebut. Mereka sibuk mengamati dan memperhatikan pulau yang baru muncul beberapa jam setelah gempa. Gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi pada Selasa, 24 September sekitar pukul 16.29 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 20 kilometer di bawah tanah di distrik Awaran, provinsi Baluchistan yang berbatasan dengan Iran.

“Terlihat sangat, sangat aneh bagi saya dan juga sedikit menakutkan karena tiba-tiba pulau sebesar ini muncul dari air,” imbuh Rustam. Pulau kecil yang muncul di lokasi sejauh 200 meter dari garis pantai ini memiliki ketinggian sekitar 18-21 meter. Sedangkan panjangnya mencapai 91 meter dengan lebar mencapai 36 meter. Fotografer AFP menuturkan, permukaan pulau ini terlihat solid, namun diwarnai oleh adanya bebatuan, pasir, dan lumpur. Ditambah adanya ikan-ikan yang mati dan ganggang laut di permukaan pulau ini.

Karena baru muncul setelah gempa, warga setempat menyebut pulau baru ini sebagai ‘Pulau Gempa Bumi’.