Anggapan kinerja peneliti atau pemulia tanaman pangan di Indonesia loyo kini terbantahkan. Hal itu setidaknya tecermin dari keberhasilan mereka merakit jagung hibrida varietas Bima-1 sampai dengan Bima-6 yang memiliki produktivitas sangat tinggi.
Jagung varietas Bima-5, misalnya, potensi hasil per hektar mencapai 14,4 ton jagung pipilan kering. Adapun rata-rata hasil—setelah lewat uji multilokasi dan adaptasi di berbagai tempat—mencapai 11,3 ton.
Panjang tongkol mencapai 18,2 sentimeter, jumlah baris biji per tongkol 12-14 helai, bobot 1.000 butir dengan kadar air 15 persen sekitar 270 gram, tinggi tanaman 204 cm, umur masak fisiologis atau siap panen 103 hari, warna biji jingga, dan masuk golongan hibrida silang tunggal (single cross).
”Apabila mendapatkan sentuhan yang benar—teknik penanaman, pemupukan, irigasi yang baik, tanah subur, dan perawatan yang baik—hasil 15 ton per hektar jagung pipilan kering bisa dicapai,” ungkap pemulia muda Balai Penelitian Tanaman Serelia, Maros, Agustina di Makassar beberapa waktu lalu.
>w 9538m<Meskipun belum menyamai produktivitas Bima-5, varietas Bima yang lain juga memiliki produktivitas rata-rata di atas 9 ton jagung pipilan kering. Kelebihan lainnya, tanaman jagung varietas Bima memiliki daun berwarna hijau meski tanaman sudah memasuki umur masak fisiologis.>w 9738m<
Daun dan batang yang masih hijau menguntungkan petani. Selain mereka bisa mendapatkan keuntungan dari usaha tani jagung, juga bisa memanfaatkan daun dan batang jagung yang masih hijau untuk pakan ternak. Berbeda dengan varietas jagung non-Bima yang daun dan batang umumnya mengering dan berwarna kuning begitu jagung masuk usia panen.
Bagus di lahan marginal
Keunggulan lainnya, tanaman jagung varietas Bima bisa menghasilkan produksi yang tinggi meskipun ditanam di lahan marginal sekalipun. Artinya, di lahan yang tidak begitu subur, seperti tegalan. Misalnya saja Bima-3 yang dapat di tanam di dataran rendah dengan ketinggian sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl).
Hebatnya lagi, jagung varietas Bima bertongkol ganda, antara tongkol satu dan lainnya hampir sama besar. Bobot satu tongkol saat di lakukan penanaman di lahan percobaan bahkan ada yang hampir mencapai satu kilogram, dengan tongkol hampir sebesar botol air mineral kemasan 600 mililiter.
Kepala Pusat Penelitian Tanaman Pangan pada Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian Suyamto mengungkapkan, lahirnya Bima-1 sampai dengan Bima-6 sebagai varietas merupakan hasil kerja keras para peneliti di Balit Tanaman Serelia, Maros, Sulawesi Selatan.
”Lahirnya varietas Bima itu sekaligus menegaskan bahwa para pemulia tanaman di Indonesia masih ’ada’. Dengan kata lain, kualitas para pemulia Indonesia sejajar dengan peneliti dari negara lain ataupun peneliti swasta,” tegas Suyamto.
Masalah yang sesungguhnya dalam merevitalisasi perbenihan nasional saat ini bukan pada kualitas peneliti, tetapi sarana dan prasarana. Serta yang paling penting ke depan adalah bagaimana membangun industri benih nasional yang propetani dengan memanfaatkan hasil penelitian para pemulia tanaman yang ada sekarang ini.
”Perusahaan benih saat ini banyak, tetapi hanya sedikit dari mereka yang memihak petani,” tuturnya. Sebagian besar perusahaan besar benih mengembangkan benih untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari petani.
Memang lahirnya benih baru yang unggul akan menambah keuntungan bagi petani. Namun, harga benih yang amat tinggi juga menjadi beban bagi petani.
Apabila sebagian dari keuntungan penjualan benih yang besar itu ”disumbangkan” untuk menambah keuntungan petani melalui penjualan benih yang lebih murah, petani pasti akan lebih sejahtera.
Suyamto menyatakan, selama ini banyak varietas baru hasil rakitan para pemulia tanaman hanya tersimpan di laci. Bukan karena penelitinya tidak mampu bersaing, tetapi karena industri benih belum menyambut baik hasil kerja keras peneliti.
>w 9638m<Yang terjadi kemudian, varietas-varietas baru hasil rakitan pemulia itu tidak sampai ke petani. ”Padahal, memproduksi dan mendagangkan benih itu bukan tugas peneliti,” ujar Suyamto.>w 9738m<
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso menyatakan, perakitan jagung hibrida varietas Bima merupakan prestasi. ”Sayang kalau tidak kita kembangkan sendiri,” katanya.
Menurut dia, jagung varietas Bima sebaiknya dikembangkan sendiri, tidak perlu melibatkan swasta. Karena, kalau sudah diserahkan ke swasta, akan terjadi perubahan orientasi dari semula ingin menolong petani kemudian bergeser untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.
Belum lagi kalau swasta yang diajak bekerja sama punya ”agenda” lain. Kerja sama pengembangan dan komersialisasi benih yang semula bertujuan memudahkan petani mendapatkan benih unggul justru, sebaliknya, tidak akan pernah dapat karena benih yang seharusnya dikembangkan ”dipetieskan” atas nama persaingan usaha.
Libatkan petani
Sutarto menyatakan, lebih baik apabila petani diajak bekerja sama mengembangkan dan memproduksi sekaligus menjual benih hibrida unggulan varietas Bima. ”Petani atau penangkar benih kita sudah pandai-pandai. Jangan anggap petani tidak bisa memproduksi benih jagung hibrida, mereka hanya butuh sedikit pelatihan,” paparnya.
Menurutnya, saat ini pemerintah telah memiliki lembaga perbenihan, seperti Balai Benih Induk, Balai Benih Utama, dan Balai Benih Pembantu. Balai-balai benih tersebut tersebar di wilayah hingga tingkat kabupaten sehingga bisa menjadi ujung tombak industri perbenihan nasional berbasis petani.
Selain balai-balai benih tersebut, terdapat ratusan ribu penangkar benih. Selama ini mereka yang memasok kebutuhan benih padi dan jagung nasional. Para petani-penangkar ini memiliki kemampuan memproduksi benih sebar.
Sumber daya dan sarana pengembangan benih nasional sudah ada, tinggal bagaimana memanfaatkan balai penelitian dan ratusan ribu penangkar itu untuk memproduksi benih jagung varietas Bima agar bisa diakses petani jagung nasional.
”Biarkan para penangkar itu memproduksi benih sebar (extention seed/ES). Adapun fondation seed (FS), benih penjenis (breeder seed/BS), benih pokok (stock seed/SS) diproduksi balai-balai benih itu. Kalau tidak, kapan petani mandiri,” tegasnya.
Apa pun yang akan dilakukan pemerintah, yang paling penting bagi petani adalah kapan mereka bisa mendapatkan benih jagung hibrida varietas Bima? Kali ini petani butuh kepastian.
7 tanggapan so far ↓
Dino // Desember 11, 2008 pada 7:05 am |
Saya petani di sumatera utara medan,..Saya sangat tertarik akan terobosan tersebut,di mana ya saya bisa memperoleh benih tersebut,serta cara tanam yang baik.tolong di email ke saya.Trimakasih sebelumnya,Hidup Petani Indonesia
serli // Desember 20, 2008 pada 4:04 am |
apakah Bima 3, Bima 5 dan Bima 6 telah dibeli oleh perusahaan benih swasta
setiawan // Januari 5, 2009 pada 12:59 am |
dimana kami bisa dapatkan benih bima 4-5-6 ? berapa harganya?
eliston tobing // Juni 6, 2009 pada 2:38 pm |
mohon info lebih lengkap dengan masing2 varietas dari bima 1-6, saya pengen mengembangkan tanaman jagung di daerah tapanuli utara sumatera utara. tolong di emailkan ya Pak, terima kasih
eliston tobing // Juni 6, 2009 pada 2:42 pm |
dimana kami bisa mendapatkan benih bibit bima tersebut?
mahmudi // Juli 1, 2009 pada 12:47 pm |
saya pemilik kios pertanian yang telah lama mendamhibridapingi beberapa petani untuk mengembangkan jagung, mulai dari tehnis, penyediaan saprodi hingga ke pemasarannya.
saya ingin menawarkan ke mereka jenis jagung ini. tapi saya belum tahu hnarus menghubungi siapa.
saya berdomisili di balai karangan, sanggau,kalimantan barat.
burhanudin // Agustus 28, 2009 pada 3:30 pm |
Alat pengukur kadar air bijibijian
Product :Grains Moisture mc 7825g adalah alat urkur kadar air untuk biji-bijian untuk jagung, kakau kedelai tapioka tepung terigu dll
Sama dengan seri 7821, hanya saja alat ukur grains moisture mc 7825 lebih lengkap untuk mengukaur kadar air pada , kopi, kacang kedelai, biji kakao, jagung, padi, beras, gandum, shorgum-kacangan, mewah, soba, gerst dll sangat mudah digunakan ..
mempermudah dan mempercepat pekerjaan anda!!!!
Asal : cina
Harga :Rp 3.800.000
Metode Pembayaran : Cashier Order
Pak. & Pengiriman : Box Packing
No hp :622815796583