Monthly Archives: Maret 2008

Tonggak Sejarah Virus Komputer


If you haven’t experienced a computer virus yet, just wait — you probably will.

Fortunately, you missed the real heyday of computer viruses when anti-virus software wasn’t very widely used, and virus attacks caused millions of dollars in damages overnight. Today’s viruses can still be nightmarish, but for the average user, cleanup is considerably easier than it was just a few years ago, when the only solution in many cases was reformatting your hard drive and starting from scratch (and even that didn’t do the trick sometimes).

So join me on a trip down memory lane as we revisit some of the worst viruses of all time and count our blessings that our computers are still up and running despite it all. (Though, please note, “worst” is a matter of considerable debate in the security industry, as the number of infected machines and amount of financial loss is always estimated. If you think another virus was worse than these, please post it in the comments to remind us!)

The worst viruses of all time

Brain, 1986
It all started here: Brain was the first “real” virus ever discovered, back in 1986. Brain didn’t really hurt your PC, but it launched the malware industry with a bang and gave bad ideas to over 100,000 virus creators for the next 2 decades.

Michelangelo, 1991
The worst MS-DOS virus ever, Michelangelo attacked the boot sector of your hard drive and any floppy drive inserted into the computer, which caused the virus to spread rapidly. After spreading quietly for months, the virus “activated” on March 6, and promptly started destroying data on tens of thousands of computers.

Melissa, 1999
Technically a worm, Melissa (named after a stripper) collapsed entire email systems by causing computers to send mountains of messages to each other. The author of the virus was eventually caught and sentenced to 20 months in prison.

ILOVEYOU, 2000
This was notable for being one of the first viruses to trick users into opening a file, which in this case claimed to be a love letter sent to the recipient. In reality, the file was a VBS script that sent mountains of junk mail and deleted thousands of files. The results were terribly devastating- one estimate holds that 10 percent of all computers were affected, to a cost of $5.5 billion. It remains perhaps the worst worm of all time.

Code Red, 2001
An early “blended threat” attack, Code Red targeted Web servers instead of user machines, defacing websites and later launching denial-of-service attacks on a host of IP addresses, including those of the White House.

Nimda, 2001
Built on Code Red’s attack system of finding multiple avenues into machines (email, websites, network connections, and others), Nimda infected both Web servers and user machines. It found paths into computers so effectively that, 22 minutes after it was released, it became the Internet’s most widespread virus at the time.

Klez, 2001
An email virus, Klez pioneered spoofing the “From” field in email messages it sent, making it impossible to tell if Bill Gates did or did not really send you that information about getting free money.

Slammer, 2003
Another fast spreader, this worm infected about 75,000 systems in just 10 minutes, slowing the Internet to a crawl (much like Code Red) and shutting down thousands of websites.

MyDoom, 2004
Notable as the fastest-spreading email virus of all time, MyDoom infected computers so they would, in turn, send even more junk mail. In a strange twist, MyDoom was also used to attack the website of SCO Group, a very unpopular company that was suing other companies over its code being used in Linux distributions.

Storm, 2007
The worst recent virus, Storm spread via email spam with a fake attachment and ultimately infected up to 10 million computers, causing them to join its zombie botnet.

Teknik Mengenali Homoseksual Dalam Waktu Kurang Dari 1 Detik Dengan Ketepatan 70 Persen


Hanya dalam hitungan detik, hampir setiap orang dapat mengenali apakah seseorang di depannya homoseksual atau bukan hanya dari wajahnya. Temuan ini memperkuat pendapat bahwa pikiran bawah sadar manusia berperan penting dalam memandu perilakunya.

Manusia dikenal sebagai makhluk paling pintar dan cepat menilai sesamanya. Hal tersebut telah disimpulkan sebagai hasil penelitian yang dilakukan duo psikolog, Nalini Ambady dan Rovert Rosenthal, tahun 1994.

Saat itu, mereka menghadapkan orang-orang pada video seorang profesor yang sedang mengajar berdurasi dua detik saja kemudian diminta memberikan opini mengenai kemampuan mengajarnya. Hasil penilaian tersebut ternyata mirip benar dengan penilaian para mahasiswa profesor tersebut yang diajar selama satu semester.

Temuan ini tidak hanya mengejutkan tapi membuat pebasaran para pakar perilaku untuk meguak rahasia kemampuan manusia menilai sesamanya dalam waktu sangat singkat. Ambady kemudian bersama koleganya, Nicholas Rule, sama-sama dari Universitas Tufts, Massachusets, AS meneliti apakah hal tersebut juga berlaku untuk menilai orientasi seksual.

Sukarelawan pria maupun wanita dihadapkan 90 lembar foto wajah pria homoseksual dan pria normal secara acak, masing-masing antara 33 milidetik hingga 10 detik. Saat diberikan waktu 100 milidetik atau lebih, mereka dapat mendeteksi foto pria mana yang homoseksual dengan tingkat ketepatan 70 persen.

Jika waktunya kurang dari itu, mereka kesulitan. Namun, jika diberikan waktu lebih lama, peluangnya tidak semakain baik.

“Apa yang paling menarik adalah tambahan waktu tidak meningkatkan hasil,” ujar Ambady yang melaporkan penelitian ini dalam Journal of Experimental Social Psychology edisi terbaru.

Gempa Bumi Disebabkan Oleh Kaum Homoseksual


Apa biangkerok gempa bumi yang mengguncang Israel dan kawasan setempat? Homoseks, jawabnya.

Begitulah keyakinan seorang anggota parlemen dari partai ultra konservatif Shas, bernama Shlomo Benizri. Keyakinan dia itu disampaikannya saat rapat komisi parlemen, Rabu, yang membahas kesiapan menghadapi bencana gempa bumi.

Pada Jumat pekan lalu Israel dan sekitarnya diguncang gempa 5 skala Richter. Kalangan ahli gempa memperingatkan, gempa lebih besar mungkin terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Nah, dalam sesi tersebut, Shlomo Benizri berargumen menggunakan rujukan ayat bernama Gemara, yang ada dalam kitab suci agama Yahudi.

“Untuk mencegah gempa bumi, kita harus mencari solusi Ilahi,” kata Benizri. Ia melanjutkan, “Aku punya cara untuk mencegah gempa bumi. Dalam ayat Gemara disebutkan bahwa salah satu biangkerok gempa bumi adalah homoseksual yang disahkan oleh parlemen.”

Parlemen Israel memang sudah mengendorkan hukum yang mengkriminalkan homoseks sejak 1988, melalui sejumlah undang-undang yang melegalkan sejumlah hak kaum gay.

Benizri pun mengutip lengkap ayat itu, katanya,”Tuhan berfirman, kamu menggunakan alat kelaminmu bukan pada tempatnya, maka aku menggoyang bumi untuk mengingatkanmu.

Cadangan Minyak Ditemukan Di Titan


Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi. Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensi sumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.

“Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya,” kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungan sumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara).

Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa Titan tidak dapat ditinggali manusia. Menurut mereka, permukaanya tidak mengandung air, melainkan hidrokarbon cair dalam bentuk methane dan ethane, sementara daratannya terbentuk dari tholins. Kondisi ini diduga serupa dengan Bumi pada waktu sebelum ada kehidupan.

“Kami memperkirakan kodisi serupa juga terdapat di daerah kutub selatan, namun kami belum tahu berapa jumlah kandungan cairan disana,” kata Ralph. Menurut dia, data ini penting karena umur hidup Titan tergantung dari berapa banyak jumlah methane yang terkandung dalam zat cair disana.

Lanjutnya, jika kandungan methane habis, maka suhu disana akan semakin dingin, yang saat ini diketahui minus 179 derajat Celcius. Asumsi sementara, kandungan methane tersebut semakin berkurang melalui letusan gunung api, yang diperkirakan telah menyebabkan fluktuasi suhu yang dramatis di masa lalu.

“Memahami kompleksitas yang terjadi di Titan dapat membantu kita memahami asal-usul kehidupan di alam semesta,” kata Ralph.

Ramuan Hidup Abadi Ditemukan Dibulan Saturnus


Bahan-bahan utama pembentuk kehidupan kembali ditemukan di sekitar Planet Saturnus. Wahana Cassini mendeteksi molekul-molekul organik dan air pada semburan di permukaan Enceladus, salah satu bulan planet keenam di tata surya itu.Semburan berisi campuran gas dan es ditemukan di dekat kutub selatan Enceladus. Saat mengetahui semburan itu pertama kali, para astronom tidak menemukan tanda-tanda tersebut. Namun, saat Cassini melakukan pengukuran langsung 12 Maret 2008 lalu dengan menembus bagian pinggiran semburan tersebut, molekul-molekul organik ternyata ada.

“Uap air merupakan bagian utama. Metan juga ada. Juga karbon dioksida. Ada karbon monoksida. Di sana ada senyawa organik sederhana dan ada senyawa organik kompleks,” ujar Hunter Waite, dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, AS. Ia mendeskripsikan semburan tersebut ibarat minuman berkarbonasi yang berisi gas alam.

Material seperti itu mirip dengan komposisi senyawa kimia pada komet yang diyakini sejumlah ilmuwan sebagai objek yang juga membawa material kehidupan. Yang menjadi pertanyaan sekarang, dari mana molekul-molekul organik itu berasal?

“Gas alam berasal dari tubuh makhluk hidup yang membusuk di Bumi. Namun, kita tidak menyimpulkan sama di Enceladus. Kemungkinan lain geokimia di perutnya menghasilkan moekul-molekul organik,” kata Waite. Salah satu pendapat yang rasional, semburan tersebut mungkin berasal dari cairan yang hangat di dalam perutnya. Bahkan, bukan tidak mungkin terdapat laut di bawah keraknya

Kontes Robot Indonesia Digelar Bulan Mei 2008


Sedikitnya 107 universitas negeri maupun swasta di Indonesia telah mengajukan proposal untuk mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang digelar Mei-Juni 2008.

“Seleksi proposal akan ditentukan setelah 107 universitas dan 10 perusahaan IT mengirimkan laporan kemajuan robot rancangannya pada 14 April,” kata juri KRI-KRCI 2008, Gigih Prabowo, saat ditemui ANTARA di Surabaya, Senin.

Salah seorang juri yang juga dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS itu mengemukakan, panitia tidak akan melakukan visitasi (kunjungan) seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi dengan laporan kemajuan secara video.

“Dengan cara begitu, kami berharap akan lebih banyak proposal yang lolos, sehingga persaingan semakin sengit. Apalagi kontes juga tidak terpusat di satu tempat, tapi dibagi dalam empat regional,” katanya menjelaskan.

KRI di regional I (Riau) akan diikuti 16 tim dari Sumatera, Batam, dan Bangka, sedangkan KRI di regional II (Jakarta) diikuti 16 tim dari Jakarta dan Jawa Barat.

Setelah itu, KRI di regional III (Jateng) diikuti 14 tim dari Jateng, Yogyakarta, dan Kalimantan, sedangkan KRI di regional IV (Surabaya) diikuti 22 tim dari Jatim, Sulawesi, dan NTT.

Untuk KRCI, di regional I diikuti 34 tim, di regional II ada 62 tim, di regional III ada 39 tim, dan di regional IV ada 53 tim. “Jadi, ada 256 tim yang menjadi peserta, baik KRI maupun KRCI,” katanya.

Menurut dia, KRI-KRCI di tingkat regional akan dilaksanakan pada 10 Mei untuk regional III (Jateng), kemudian pada 17 Mei untuk regional I (Riau) dan IV (Surabaya), sedangkan regional III pada 24 Mei.

“Untuk final KRI-KRCI se-Indonesia akan digelar di Jakarta pada 14 Juni dengan peserta ada 24 tim untuk KRI dan 48 tim untuk KRCI. KRCI sendiri dibagi empat kategori yakni divisi senior beroda, senior berkaki, expert single, dan expert swarm,” katanya.

Ia menambahkan, KRI 2008 berbeda dengan tahun sebelumnya, karena setiap universitas hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim, sehingga KRI juga lebih kompetitif, karena setiap universitas hanya mengirimkan robot unggulan.

Pemerintah Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Dan Bukan Tenaga Surya Atau Angin


Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mencanangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Gedebage di Lapangan Tegalega Bandung, Senin.

Ia mengatakan masyarakat sekitar tidak perlu was-was akan dampak atau risiko yang dihasilkan PLTSa ini. Resiko dari PLTSa ini lebih kecil dibandingkan dengan Nuklir, jadi jangan was was atau protes.

Tentang pembangkit listrik tenaga surya atau angin yang sudah terbukti bersih dan tanpa resiko, Menristek menyatakan kekhawatirannya akan biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau angin yang terlalu murah karena biasanya barang murah itu cepat. Kalau Jerman sudah memakai tenaga surya dan angin hingga 30% dari total pasokan listrik, itu urusan mereka. “Disini bukan Jerman,”ujarnya ketus.

“Seluruh risiko pencemaran sudah semestinya diminimalisir sehingga apa yang dihasilkan kelak akan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

“Jika ada risiko pencemaran dari pembakaran maka janganlah ada pembakaran tetapi semua sampah yang didapat harus di”reuse”, “reduce” dan “recycle”,” katanya.

Kusmayanto menyontohkan jika ada sampah botol maka gunakan kembali untuk botol atau barang-barang lainnya yang dapat didaur ulang hingga akhirnya dapat menjadi sebuah barang tertentu.

“Yang terpenting adalah pemilahan barang harus dilakukan sebelum dilakukan pemrosesan sampah,” tegasnya.

Ia juga menegaskan semua pihak harus ikut bertanggungjawab atas semua risiko yang akan terjadi, apapun itu walaupun pemerintah yang membangun dan mengelolanya. “Kita semua harus bertanggungjawab, saya, wartawan, akademisi, LSM, Pemda dan masyarakat yang mendukung, sudah saatnya masyarakat ikut bertanggungjawab atas tindakah pemerintah supaya pemerintah dapat melepas tangung jawab bila terjadi kegagalan seperti Lapindo,” ujarnya.

Kusmayanto menuturkan Pemerintah Pusat sejauh ini telah memberikan masukan kepada Pemkot Bandung terkait sistem apa saja yang layak digunakan bagi sebuah PLTSa.

“Kami memberikan usulan dan pihak Pemda yang akan menjadi operatornya,” ujarnya.

“Semua manfaat harus diambil semaksimal mungkin dan seluruh resiko harus diminimalisir seperti pepatah bahasa sunda “caina herang laukna beunang”(Pada air yang jernih, ikan bisa didapat),” ujarnya.

Terkait dengan banyaknya protes dari masyarakat, Kusmayanto menegaskan jika masyarakat menuntut lokasi jauh dari permukiman maka pemerintah akan mengalami kesulitan.

“Mana bisa kami menyetop pembangunan permukiman apalagi di Kota Bandung, mau kemana lagi,” ujarnya.

Jika ada permintaan untuk jauh dari Kota Bandung, lanjutnya, maka pembangunan PLTSa ini akan berada di wilayah Kota Bandung. “Kalau jauh berarti di wilayah lain, jauh atau dekat tetap sama saja,” katanya

Sidang Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) PLTSa Gedebage rencananya akan dilaksanakan pada 31 Maret 2008 mendatang dengan menghadirkan seluruh pihak terkait termasuk masyarakat yang pro dan kontra.